Di usia sekarang masalah yang paling urgent dan paling bikin kesel untuk dibahas tak lain dan tak bukan adalah masalah PERNIKAHAN......ya...ya...aku juga tau kalau itu penting banget. Tapi bisa ngak sih kalau hal itu gak dibahas tiap hari juga...ngertiiiiiiiiin dong...telinga aku juga panas tiap denger hal itu.
Masalah pernikahan buat aku masalah yang sangat penting...bukan hanya bicara soal dua orang tapi juga soal dua keluarga jadi harus pake perhitungan yang matang...bakan asal mau atau ngiyain aja tanpa pemikiran yang mantap. PERNIKAHAN bukan kaya maen RUMAH-RUMAHAN loh!!!!!!! tapi kehidupan sakral yang akan dijalani ampe seumur hidup.
Tentunya sebagai cewek kita pengen ngedapatin pasangan hidup yang baik buat jadi imam kita dunia akhirat kan....makanya kalau aku bilang selektif dalam milih apa itu salah????????
Pliiiiiiiiis jangan desak aku!!!!!!! jangan juga selalu membahas hal-hal itu karena kuping udah bener-bener panas dengarnya....
Pertama kali datang ke tempat itu aku merasa seperti orang asing yang berada di negeri antah berantah. Entah lah...saat itu aku merasa asing dan menyesal dengan keputusan yang aku ambil untuk datang ke tempat ini. Aku bahkan mencoba untuk berhenti bahkan sampe gak muncul-muncul selama dua hari berturut-turut. Aku bahkan berpikir aku gila karena sempat berpikir untuk datang ke sini.
Namun, semua orang meyakinkan kalau semuanya baik-baik saja, bahkan ini keputusan yang tepat. Aku tentu saja menolak dengan semua pernyataan itu. Hey...bagaimana aku bisa setuju kalau hati aku saja menentangnya. Namun, setelah pertimbangan beberapa hari dan beberapa hal akhirnya aku nekat untuk datang lagi ke tempat itu. Mencoba untuk mencoba kembali.
Aku kembali muncul, dan aku kembali menjadi orang asing yang terdampar di negeri antah berantah. Namun, kini aku mencoba untuk beradaptasi, dan Alhamdulillah aku diterima dan dapat beradaptasi dengan keadaan
Pertama kali aku melihat mereka, aku memikirkan banyak hal. Melihat mereka yang berjalan dengan meraba dan tuntunan tongkat putih. Atau melihat mereka yang saling berkomunikasi dengan memberikan kode-kode tangan. Aku terenyuh. Aku berpikir, apa yang ingin mereka lihat di dunia ini atau apa yang mereka ingin ucapkan di dunia.
Ya...semua orang pasti memikirkan perasaan orang tua mereka, tapi aku lebih memikirkan perasaan mereka yang terikat dalam kekurangan. Aku bertanya apa yang dapat mereka lakukan dalam keterbatasan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, Allah SWT menunjukkan kuasanya, ternyata mereka-mereka yang memiliki kekurangan justru memiliki banyak kelebihan yang bahkan tak terpikirkan oleh orang-orang seperti kita.
Siapa yang akan menduga mereka yang tak memiliki kemampuan melihat cahaya dan dunia serta isinya memiliki kualitas suara yang tak bisa diragukan, bahkan memiliki kemampuan memainkan alat musik tindis hitam putih -piano-, yang bahkan aku tak pernah mencoba untuk menyentuhnya.
Bukan hanya mereka yang memiliki keterbatasan fisik yang memiliki kelebihan. Mereka yang memiliki keterbatasan mental pun, memiliki hal-hal yang bisa dijadikan contoh bagi kita-kita yang memiliki mental bagus. Tapi melihat perilaku anak-anak ini membuat ku yakin, kalau mereka jauh lebih memiliki mental yang lebih baik dari orang normal. Mereka mampu melakukan kegiatan tolong menolong, berbagi bahkan tanpa mereka tau maksud kegiatan mereka itu.
Mereka pun memiliki ambisi dan cita-cita. Tak mempedulikan pandangan miring dari orang-orang, mereka masih mau berusaha, bahkan terus berjuang menuntut ilmu demi masa depan yang cerah.
Aku belajar banyak hal dari kekurangan mereka. Aku belajar untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT telah limpahkan pada ku. Selama ini kita mengabaikan hal-hal kecil yang bahkan menurut kita tak memiliki arti apa-apa. Namun, setelah melihat mereka dan perjuangan mereka yang terus berjuang untuk maju, Aku menyadari banyak hal, kalau aku tak pernah mensyukuri apapun selama ini. Selalu mengeluhkan sesuatu yang terasa sepele, bahkan menganggap remeh hal-hal tertentu.
Ternyata segala hal kecil memberi arti bagi mereka. Keberadaan kita pun ternyata terasa berarti bagi mereka.
YA...DAN KINI AKU MEMUTUSKAN UNTUK MENGABDIKAN DIRI DEMI MENDIDIK MEREKA, ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. MEREKA BUKAN UNTUK DIHINA, DIHINDARI APALAGI DI KUCILKAN. NAMUN, MEREKA HARUS DIBERI KEPERCAYAAN DAN BANTUAN DENGAN IKLAS.
Owh god keadaan yang sama terjadi lagi..selalu dan selalu begini...kenapa selalu begitu...kapan segalanya akan berakhir... Bohong kalau aku bilang tidak lelah...bohong juga kalau aku bilang tidak iri ama orang lain..Terkadang aku selalu berpikir..kenapa kehidupan aku lebih berliku dari orang lain...rasanya bukan hanya kerikil kecil yang ada didepan mata...tapi batu cadas tang terjal dan tajam. Maka tak heran jika aku harus sering terseok dalam melangkah bahkan harus terjatuh berkali-kali dan terluka baru bisanyampe ke sebrang..
Semua terasa berat dan berbeda. Tak ada yang sama, semua terasa berubah, tak seperti dulu atau sebelumnya.. Aku ingin lari dan berteriak dengan kencang agar semua beban ini lepas.sayang...angin membuat suaraku lenyap dan masalah ini membuat jantungku tercekat...hingga membuka bibir inipun tak mampu.
Mungkin iniyang disebut mati enggan hiduppun tak mau. Bimbang?? ya....inilah diriku terlunta-lunta dengan jalan dan masalah yang sama. "huffff"berkali-kali ku hembuskan udara yang masih saja tercekat ditenggorokan ku. Harus kemana atau mau bagaimana lagi...aku juga bingung. Hidupbagai musafir tanpa air. Air hanya fataorgana di gurun pasir.
kapan fatamorgana ini jadi kenyataan?? Jangan hanya menghiasi hidup dalam bentuk bayangan. Lelah sudah ku melangkah. Ku telusuri arah jalan. Membiarkan kaki terus melangkah...hingga lelah...hingga otot kaki tak mampulagi diajak kompromi...hingga peluh membasahi tubuh.
Lelah?? ya...inilah aku
walau aku tak berlari..tapi jiwaku mengelana...aku bagai raga tak bernyawa...berjalan....berlari...tak tentu arah. Hidup terlunta dengan beban berat.
Marah kah?? Mungkin iya.. Tapi pada siapa?? Keadaan kah?? tapi aku sendiri yang bentukkeadaan ini. Aku yang merakitnya. Maka tak bisa kalau salahkan keadaan.
Terpuruk kah?? Mungkin itu satu kata tepat yang bisa menggambarkan kondisi diriku saat ini. bagai jatuh dari jurang tinggi yang dasarnya tak berujung. Maka semua ini juga belum berujung. Kapan segalanya berakhir...owh...ayolah daya dan upaya ku telah habis. Aku telah lelah berjuang. Aku telah lelah berjalan diatas batu cadas ini.. Uhk... andai bisa mempercepat waktu...ku ingin maju ke 5 tahun mendatang. Apakah ku juga akan sama seperti sekarang atau kah lainnya yang akan aku hadapi?? Hanya waktu bergulir yang akan tau... Begitu juga hari ini,esok dan seterusnya semua bergulir dan berganti.
tapi aku tidak ingin menengok ke belakang. Melihat masa lalu yang entah indah, susah, sedih maupun pahit....semua akan tetap berada dimasa lalu dan tertinggal sebagai suatu kenangan.....ya...kenangan dalam memori usia remaja. Biarlah bertahan disana... dan biarkan tetap indah sebagai memori.
Ku ingin terus melangkah walau harus jatuh dankaki terluka dengan banyak darah... tapi biarlah jejak darah dan luka itu menjadi tanda bahwa aku selalumelangkah dan memiliki kekuatan untuk mencapai harapanku. Biarkanlah semua berganti....biarkan semua berlalu...tapi jangan biarkan harapan dan semangat berlalu dan juga pergi bersama deru angin dan debu.biarkan dia bertahan....setidaknya untuk beberapa saat saja.
Masih mampukah ku melewati semua ini. Ku barubaru berjalan diatas batu cadas...ku belum pernah melihat dan merasakan kerasnya kehidupan selain saat dulu dan kini. Mungkin.....ku akan lebih kuat jika melihat MEREKA....senyum dan semangat yang entah tumbuh dari mana ada dalam diri MEEKA....ya MEREKA...orang-orang dengan segala kelemahan, kkurangan dan ketidakberdayaan melawan kerasnya arus kehidupan. Tapi aku tmasih selalu melihat senyum hangat terkembang jelas dibibir mereka dan masih ada semangat menggebu di kalbu mereka.
Tapi aku tidak bisa disandingkan dengan mereka.....Aku terlalu lemah untuk jadi bagian dari mereka......aku hanya bisa menerima tanpa bisa memberi. Ya...aku hanya bisa menerima senyum dan semangat dari MEREKA...tapi dimana senyum dan semangat aku untuk mereka?? ya.... semua lenyap....hilang ditelan kejamnya masalah dan ketidakberdayaan ku terhadap masalah.
Lemah???? ya inilah diriku. Berusaha tegar..tapi rapuh. Ku takut jembatan yang ku sebrangi rapuh dan retak saat ku dipertengahan.Ya...inilah aku berdiri diantara awal dan akhir dari perjuanganku Ku udah tak mampu lagi berlari... Kaki lelah berlari dan tertinggal senyuman dan semangat dari mereka.... Setidaknya biarkanlah aku masih ingin berjalan dengan segala sisa tenaga......setidaknya biarkanlah sampai pada ujung dari semua ini.Demi diriku sendiri, semua orang yang ku sayangi dan MEREKA.
ku tak ingin jatuh....setidaknya biarkanlah senyum dan semangat itu tetap berkobar dan menjadi jembatan terbaik dan tertangguh untuk kugunakan dalam menyebrangi jurang ini.... Jika tak ada jembatan...jadikanlah jarak itu sangat dekat...sehingga ku bisa melompat...walau harus butuh tenaga ekstra.... akh...tapi ayolah melompat tidak aman untuk hidup...setidaknya jembatan jauh lbih baik dari bertumbpu pada lompatan kaki.....setidaknya biarkan lah jembatan selalu ada, biar ku tak harus jatuh...karena ada senyum dan semangat itu...
Percayakah pada 1001 kesempatan?? ya...aku percaya... walau tak ada yang percayasetidaknya biarkan ku tetap memiliki kepercayaan pada ada kesempatan. Bahkan jika kesempatan itu sisa tetinggal 1 ku masih akan tetap percaya....dan ku akan mengubah 1kesempatan itu menjadi sebuah kesempatan emas untuk menghaiasi segala sisi kehidupan...
Tapi apakah aku hanya akan menunggu hingga kesempatan itu sisa kesempatan ems.Owh...ayolah...tentu saja tidak...setidaknya aku akan membuat semua momentdalam hidup kumenjadi berharga..ya...berhargadan bermakna. Ku tak ingin segala dalam hidup ku berlalu dan tak berkesan..setidaknya setiap moment dimana ada diriku akan tersimpan dan tertanam dalam memori orang lain..terlebih mereka sebagai suatu harapan dan kenangan indah..
Andai perjalanan hidup seperti filem...maka ku akan membiarkannya berputar diotakku. Setidaknya jadi senjata terakhir ku untuk berjuang...karena disetiap memori hidup yang ku buat....ada juga harapan orang-rang yang menggantungkan senyum dan harapan mereka pada ku. biarkanlah ku tetap kuat dan bertahan hingga akhir. Setidaknya demi semua orang yang percaya pada ku. Biarkan ku mampu berjalan hingga ujung.....jangan sampai ku harus menyerah saat ini.
Oh ayolah DELETE kata MENYERAH dari semua sudut memori otak mu. Bangkitlah dan bertahan demi hidup dan harapan semua orang yang percaya dan bergantung pada mu. Aku tidak mau seperti bunga layu yang ngak bakalan lagi dilihat dan tak ada sisanya. Tapi aku ingin menjadi pohon yang selalu bisa memberi menfaat kepada setiap mahkluk....walau dalam keadaan apapun.....
Mungkin merakit mimpi untuk saat ini adalah hal yang indah. Tapi ayolah...mimpi hanya fatamorgana dalam tidur.Kenapa kita harus merakit hal-hal yang semu. Ku ingin menjalanisesuatu yang nyata....walaupun harus ribuan kali terjatuh. Tapi setidaknya semua adalah kenyataan, bukan keindahan semu yang bakalan berakhir ketika jiwa dan raga ini menjadi satu kembali dan tersadar dari indahnya khayalan... tersadar dari semua itu...hanyalah senyum miris yang semu juga akan kita tampilkan... Come'on wake up.....
Jangan pikir aku tidak punya mimpi atau tidak pernah merakit mimpi. Jika pikir demikian...maka kalian salah...karena sesungguhnya aku lah orang yang paling punya banyak mimpi..bahkan impian aku lebih ekstrim dai orang lain. tapi sejujurnya aku takut...ya...takut akan segala jenis kenyataan yang sangat kejam dan mengerikan. Kenyataan itulah yang membuat aku takut bahkan hanya untuk sekedar bermimpi.
Aku terlalu takut untuk melihat har esok. tak bisa terpungkiri jugasemua yang ada sekarang bahkan lebih menakutkan dari pada melihat hari esok. Aku terlalu lelah memikirkan nasib sekarang ini.Pusing....itulah kata yang saat ini masih setia bertengger di setiap sudut memoriotakku...Tapi aku juga tidak akan berhenti berbuat dan bertindak karena slama masih mau bergerak aku yakin segalanya akan berakhir...so...fighting........
Huh...andaikan hidup seperti drama korea yang sering aku tonton yang selalu berakhir dengan happy ending..pasti segalanya akan terasa baik dan menyenangkan.... Sayangnya kita hidup didunia nyata yang udah disuguhkan dengan berbagai macam masalah dan warna yang menghiasi cerita hidup.Akh...LELAH..rasanya ingin cepat sampai pada akhir dari masalah ini.
Jika hidupmulus..kata orang tak ada indahnya... hanya berjalan pada satu rel lurus. Tapi dengan banyak lika-liku permasalahan hidup kita akan belajar untuk kuat dan bertanggung jawab. bukannya hidup hanya sebuah skenario TUHAN yang udah diatur dengan indahnya???Pasti ada yang lebih baik dari sekedar harapan semu yang sering kita bangun dalam bentuk mimpi.
harus kah kita hanya diam... Oh ayolah lihat senyum dan harapan mereka yang kalian sayangi. Mungkin harapan dan senyum merekalah senjata terkuat buat aku saat ini untuk menghadapi peperangan ini... ya...peperangan semu dalam dunia ku sendiri...yang berhasil aku rakit dengan segala kelemahan ku. Tapi sayangnya saat ini aku menjadi tokoh yang tertindas dalam peperangan yang aku ciptakan snediri. Menyedihkan......itulah kata yang bisa mewakili diriku saat ini. Lemah dan takut menghadapi semua ini. Harus kah lari?????Huh kenapa hanya ide bodoh itu yang terlintas?kapan seglanya akan berakhir jika lari terus. harusnya semangat...Iyakan...Oke...lihat dan pikirkan solusi yang tepat lalu bangkitlah...segalanya akan berakhir kok...pastinya happy ending....oke...fightiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing
yakinlah pada kata-kata ini
Jika engkau meminta sesuatu tetapi ALLAH memberikan yang lain dari pada harapanmu, maka yakin dan percayalah bahwa itulah halterbaik yang sudah direncanakan_NYA untuk mu. Karena DIA lah yang maha mengetahui tentang dirimu......maka lapangkanlah hati mu menerima semuanya. Dan percayalah pada takdir dan hikmah. Karena setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda dan pastinya akan berakhir dengan lautan kebahagian...gimanapun caranya dan berapapun lamanya. Tapi percayalah......akan selalu ada kebahagian bagi setiap orang yang mau percaya dan bersabar.
Hari ini suasana asrama merpati
benar-benar sangat kacau. Soalnya sedang terjadi perang dunia ke-3. Aksi saling
angkat pedang, tebas kanan tebas kiri benar-benar sangat ricuh dan menghebohkan
hingga membangunkan seluruh penghuni asrama itu. Apalagi kalau bukan
pertengkaran rutin antara tom and jerry, ya siapa lagi kalau bukan antara Ara dan
Angga. Para penghuni asrama yang terbangun karena hal itu, malah hanya sibuk
menyiapkan berbagai perlengkapan, seperti kursi dan beberapa udah nyiapin kopi
siap untuk nonton pertengkaran live itu. Sepertinya mereka udah terbiasa dengan
pertengkaran seperti itu.
Yaps penghuni asrama merpati
memang sudah terbiasa melihat pertengkaran antara Ara dan Angga. Ya walau bukan
seperti kasus KDRT, namun pertengkaran itu selalu mengusik seluruh penghuni
asrama
Tapi kok ada pria dan wanita
dalam satu asrama ya.. ternyata asrama merpati ini merupakan asrma gabungan
antara cewek dan cowok. Namun mereka berada pada deret yang berbeda. Jika cowok
di deret kiri maka para cewek berada di deret kanan. Jadi kamar mereka saling
berhadapan. Begitulah pengaturan asrama itu. Namun, kamar mandi harus digunakan
secara bersama alias kamar mandi umum.
“hum suami istri itu bertengkar
lagi…udah kaya di jalur gaza aja kita”kata ryan sahabat karib angga mengawali
komentarnya
“Angga…Ara…stop…kaya anak kecil aja
kalian”teriak pak Rudi dengan suara yang menggelegar bagai amukan suara gemuruh
di siang bolong….tapi bedanya teriakan itu berlangsungnya saat pagi-pagi buta.soalnya
hanya teriakan seperti itu aja yang mampu ngehentiin pertengkaran dua orang
itu.
Teriakan itu benar-benar
ampuh..soalnya mereka langsung aja ngehentiin pertengkaran itu, hanya dalam
hitungan sepersekian detik.
Karena pak Rudi yang dipercaya
untuk mengontrol segala aktivitas anak asrama, maka dia sangat bertanggung
jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di asrama itu. Kayanya masalah yang
paling sering terjadi ya hanyalah pertengkaran ngak penting antara dua manusia
itu
Mendengar teriakan pak Rudi yang
seperti udah mau ngeruntuhin seluruh bangunan, Ara dan Angga mulai menghentikan
pertengkaran mereka.
“ini salah dia”kata angga dan ara
berbarengan sambil saling nunjuk menuduh siapa yang memulai pertengkaran itu
“stop…kalian kaya anak kecil
aja..lagian persoalannya apa sih”
“ini..pak..tadi pas aku mau
nyuci…ekh angga malah maen serobot aja…ngak tau apa orang buru-buru..makanya
aku prrotes..ekh dianya malah sewot”terang Ara singkat
“gimana ngak mau maen
serobot..dia kerjanya aja lelet. Nyuci sih nyuci tapi ngak perlu sambil
telpon-telponan dong. Ngak tau apa gue lagi sibuk”terang Angga ngak mau kalah
“tapikan loe bisa minta baik-baik
ngak perlu pake urat”kata ara dengan ketusnya
“kapan sih ngomong ama loe bisa
nyambung..pake nyuruh minta baik-baik segala…”
“loe!!”
“cukup”teriak pak Rudi memotong
pembicaraan Ara yang bisa semakin ngehebohin pertengkaran mereka.
Karena lelah harus ngurusin
mereka, terpaksa pak Rudi menghentikan interogasi itu dan menyuruh mereka
melanjutkan aktifitasnya masing-masing tanpa saling berdekatan lagi.
“huh”teriak keduanya kompak..lalu
berjalan menuju arah yang berlawanan.
“aw..dasar mak lampir”teriak
cowok kren itu sambil memegang kaki yang dengan sengaja diinjak oleh ara
sebelum mereka berpisah arah.
“dasar jin ifrit..pagi-pagi udah nyusahin. Gara-gara dia gue kena omel
lagi..nyusahin aja tuh mahkluk”gerutu Ara kesel.
Ara segera masuk ke dalam
kamarnya, dan menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Dia mulai menyiapkan
seluruh keperluannya untuk kulia pagi itu. Karena terburu-buru, dia hanya
mengikat rambutnya kucir kuda. Dia ke kampus bersama Dini yang juga teman
seruangan plus sahabat karibnya yang juga menjadi penghuni asrama itu.
Mereka ke kampus dengan
mengendarai sepeda, karena asrama mereka yang jaraknya berdekatan dengan
kampus. Jalanan masih sangat basah karena diguyur hujan semalaman. Jadi
dibeberapa bagian terdapat banyak kubangan air.
“Akhhhhhhhhhhhhh…”teriak Ara
kesel begitu wajahnya terkena cipratan air yang dikarenakan motor yang melaju
di kubangan itu
“angga brengsek loe…”teriaknya
histeris sambil melap wajahnya yang basah dan kotor begitu mengetahui motor itu
miliki cowok terkren di fakultas teknik.
“loe ngak papa”Tanya Dini khawatir
“ngak kok…awas aja dia kalau
ketemu, bakalan gue balas”katanya geram bercampur kesel.
Sementara itu Angga hanya tertawa
kecil karena berhasil mengerjai Ara.
Angga dan ara berada di fakultas
yang sama, fakultas teknik. Bedanya Angga di jurusan arsitek, soalnya dia jago
gambar sedangkan Ara di jurusan informatika, soalnya dia suka ngutak-ngatik
computer. Bedanya lagi Angga senior dan Ara junior. Walau bedanya hanya
setahun.
“kenapa wajah loe belepotan
gitu”Tanya popy yang juga merupakan sahabatnya, saat dia masuk ke ruangan
“gara-gara mahkluk laknat
itu”jawabnya dingin sambil mengambil tempat duduk disamping popy.
“Angga…”jawab dini pelan dengan
hanya menggerakan bibir
Popy yang sudah sering mendengar
pertengkaran antara mereka, dan hal itu juga berdampak buruk pada orang-orang
disekitar Ara, soalnya kalau dia ngak bisa ngeluapin emosinya pada angga, maka
orang yang sedikit aja ngelakuin kesalahan pasti bakalan langsung kena damprat.
Jadi popy hanya diam disamping gadis itu sambil menunggu emosinya reda.
Kejengkelan ara pada angga
bermula pada waktu OSPEK. Saat itu walaupun berbeda jurusan, namun fakultas
teknik selalu melakukan kegiatan ospek secara bersamaan. Jadi seluruh mahasiswa
baru akan dikumpulkan secara bersamaan, dan para senior bebas ngelakuin apapun
pada mahasiswa itu, walaupun dari jurusan yang berbeda.
Saat itu, karena telat datangnya
terpaksa dia harus ngedapat hukuman. Hukumannya yaitu ngerayu senior yang bernama
Angga Rahardian dan membawanya ketempat pengospekan. Sebenarnya hukuman itu
biasa aja, tapi masalahnya, dia ngak diberi tau ciri-ciri manusia itu.
“kalau loe ngak ketemu ama orang
itu..hukuman loe bakalan lebih berat lagi”bentak senior cowok itu
Mau ngak mau dia harus keliling
juga seluruh fakultas buat nyari manusia yang seperti kuman itu. Dia bertanya
pada seluruh orang ditempat itu, namun ngak ada yang mau ngeberitauin. Soalnya
adat saat ospek..mahasiswa yang telat harus keliling buat nyari orang untuk
dirayu atau ngelakuin sesuatu hanya dengan modal nama doang.
Setelah berkeliling lama,
akhirnya dia ketemu juga ama manusia yang namanya Angga Rahardian. Ternyata
orang itu sedang asik-asiknya nongkrong di taman sambil tidur-tiduran
“siapa loe?mau ngapain
kesini”bentak angga saat itu
“kakak..kok..kakak kren banget
sih..ganteng lagi..mau ngak ikut aku bentar”kata ara dengan suara yang
dipelan-pelankan langsung to the poin seperti tugas yang diberikannya
“ukh emang dari sananya kali…”kata
angga bangga
“cueh…ganteng dari hongkong..muka loe kaya celengan ayam-ayam juga
bangga..”maki ara dalam hati
“oh ya..loe lagi ngerayu atau
lagi jual obat sih…kok kata-kata loe kaya gitu”lanjut angga lagi
“kak, aku hanya disuruh
kok..kakak mau kan ikut aku”
“boleh tapi loe mesti nari india
sekarang juga…”
Dengan gaya seperti adengan di
kuch-kuch hotahe dia pun mulai menari. Ribuan mata memperhatikan, seperti
sedang nonton pagelaran topeng monyet.
“ikh sialan banget sih nih orang..malu-maluin aja deh”
“udah kan”kata ara mengakhiri
aktifitas memalukan itu.
“oke..makasih atas
pertunjukannya”jawab angga sambil berlalu meninggalkan ara
“ekh tunggu..kakak mau
kemana..katanya mau ikut aku”teriak ara menghentikan langkah angga
“ngapain gue mesti ngikutin kamu”
“loh tadi kan katanya mau ikut”
“gue ngak pernah bilang
tuh”jawabnya santai sambil meninggalkan ara yang masih termenung di taman.
Karena keselnya, diapun melakukan
suatu pekerjaan yang ngebuat namanya terkenal satu fakultas. Mau tau apa??
Ternyata saat hendak ditinggalkan
ama angga, dia mulai ngelepas salah satu sepatunya dan dengan ancang-ancang
yang jitu dia berhasil mengenai kepala angga dengan telaknya. Lemparan ara
benar-benar jitu. Maklum sering ngelempar mangga tetangga.
Berita tentang seorang mahasiswa
baru yang ngelempar senior dengan sepatu menjadi berita terheboh sepanjang masa
OSPEK. Apa lagi cowok itu angga..cowok terkeren di fakultas teknik. Karena hal
itu sepanjang masa ospek dia harus jadi bulan-bulanan angga dan
sahabat-sahabatnya.
“siapa nama loe”Tanya seorang
senior yang bernama Heru
“tiara ramadhani”jawab ara pelan
tanpa ada rasa takut
“saudaranya nia ramadhani dong.
Tapi kok loe jelek sih”jawab Heru lagi yang membuat seluruh orang disitu
menjadi tertawa
“huh sialan banget sih nih manusia, ngatain gue jelek lagi..ngak nyadar
apa wajah dia kaya apa..muka udah ancur kaya jalanan rusak..masih belagu..ngaca
dimana sih nih manusia. Gini nih kalau ngacanya pake air comberan. Rambut kribo
kaya abis kestrum gitu…PD banget dia ngatain gue jelek.ngak nyadar diri banget
sih.”maki ara kesel sambil memonyong-monyongkan mulutnya.
Melihat tingkah ara yang tidak
ada tandatanda takutnya, angga semakin tertarik untuk ngerjain cewek itu. Dia
diperintahkan untuk ngipasin angga dari belakang saat dia sedang berjalan. Jadi
seperti dayang-dayang pribadi. Dia juga harus mungutin setiap sampah yang ada
di depan angga. Rasanya saat itu dia pengen masukin manusia itu dalam tong
sampah dan menggulingkannya dari atas tanjakan jalan depan fakultas mereka.
Tapi ada satu tugas yang paling
ngak masuk akal yang diperintahkan ama angga
“loe harus ngerayu pohon
itu”perintah angga sambil menunjuk pohon yang ada di depannya saat itu
“huh gimana caranya”Tanya ara
bingung
“terserah loe gimana
caranya..yang gue mau tau pohon itu harus ngegugurin salah satu daunnya. Kalau
hal itu terjadi..tandanya rayuan loe benar-benar dahsyat..ingat jangan kaya
jualan obat”
Dengan berbagai rayuan dia pun
mulai ngerayu pohon itu.
“dasar stress..ngasi perintah aneh-aneh…otaknya terbuat dari apa sih..kok
bisa-bisanya ngasi tugas kaya gini…lagian kenapa juga nih pohon ngak mau
gugurin daunnya”
“pohon
pliiis dong gugurin daun kamu satuuuuuu aja…huh kenapa sih ngak ada angin…huh
kalau gini mana mungkin bisa gugur coba..ikh sialan banget sih tuh manusia..dia
malah enak-enakan gak tau gue menderita apa”gerutunya kesel karena belum
berhasil ngerayu tuh pohon lagian tangannya malah digigitin semut ampe bentol-bentol
ditambah lagi angga hanya asik-asik minum es cendol
“moga aja tuh es cendol masuk ke
paru-paru loe”umpatnya kesel
“ohok..ohok”suara angga yang
terbatuk-batuk di dengar oleh ara, hal itu membuat cewek itu tersenyum
“rasain loe..ngerjain orang ngak
kira-kira”
Entahlah kesialan apa yang
dialaminya..udah panas, banyak semut, angin malah berhembus sepoi-sepoi. Kalau
seperti itu ngak bakalan ada daun yang gugur..yang ada malah ngebuat dia pengen
tidur. Setelah satu setengah jam berdiri dan ngerayu tuh pohon akhirnya ada
juga daun yang berhasil rontok
“berhasiiiiiiiiiiil”teriaknya
seneng sambil memberikan daun itu pada angga
“buang aja…gue ngak butuhin
itu”kata angga begitu ara memberikan daun itu padanya
“ikh sial banget sih gue..ukh kenapa sih gue berurusan ama monster
ini…wajah sih oke..tapi tabiat…ukh jauh dari normal”
Ternyata nasib ara untuk
berurusan ama angga tidak hanya berhenti sampai masa ospek aja. Soalnya pas nyari
kos-kosan ekh dia malah dapat asrama yang juga di huni oleh mahkluk jahanam
itu. Sialnya lagi kamar mereka saling berhadapan. Hanya dipisahkan koridor buat
jalan.
Kaya siang ini, ara yang baru
pulang dari kampus hendak menuju kamar mandi, soalnya udah kebelet pipis,
tiba-tiba harus ngentiin langkahnya…
“sorry ngak sengaja”kata angga
sambil tersenyum manis karena telah menyiramkan air ke ara secara ngak sengaja.
Tapi sebenarnya sengaja sih
“mata loe dimana sih….loe
sengajakan…wah cari masalah lagi loe ama gue”kata ara kesel dan berniat
mendarat satu pukulan diwajah cowok kren itu
Tapi angga dengan gesit segera
menutup pintunya. Ara sebenanrnya ingin menggedornya namun pak rudi udah
berdiri diambang pintu gerbang memperhatikannya dengan tatapan yang sangat
tajam setajam silet. Dengan pelan dan gaya yang elegan dia berjalan ke kamar
mandi. Namun sempat di dengarnya suara tawa angga yang penuh kemenangan.
Kamis pagi ini menjadi kamis yang
benar-benar menyebalkan buat angga. Angga benar-benar stress..soalnya hari ini
mata kulianya dimulai dengan pak Safaat, dosen yang terkenal paling killer dan
tidak mentolerir keterlambatan mahasiswa. Barang siapa yang nekat telat, udah
pasti bakalan ngak diizinin buat ngikutin perkuliahan dia selama 1 bulan. Dan
apesnya lagi ban motornya kempes
“kok bisa kempes sih…padahal kan
semalam masih baik-baik aja kok”kata angga sambil memeriksa ban motornya
Ternyata kedua bannya itu kempes.
Dia menjadi semakin bingung. Soalnya pagi-pagi buta gitu belum ada bengkel yang
buka.
“ini kerjaan loe kan”bentak angga
menghentikan ara begitu cewek itu melintas di sampingnya
“wah..wah ada masalah apa
nih..main tuduh-tuduh aja…”kata ara kebingungan
“loe kan yang ngempesin ban motor
gue”katanya dengan emosi tertahan
“loh kok nuduh gue..emang loe
punya bukti..memfitnah itu lebih kejam dari pembunuhan tau”
“ngak usah ceramah deh..ini semua
ulah loe kan..udah deh ngaku aja”
“udah deh ketimbang loe nuduh
gue..mending ssekarang loe mikir gimana caranya nyampe kampus dalam waktu 5
menit. Udah 7.25 loh kak angga..ngak mau telat kan”katanya dengan suara yang
dilembut-lembutkan sambil melirik jam tangannya.
Ara yang udah ngafalin segala
kebiasan angga, tau betul jadwal angga yang berurusan denga dosen killer itu.
Makanya dia ngerjain manusia menyebalkan itu. Angga menjadi semakin kesel
dibuatnya. Tanpa babibu lagi dia segera berlari menuju kampus.
“duluan ya…”ledek ara senang
ketika melintasi angga yang mati-matian berlari menuju ke kampus.
Untungnya aja saat itu tumpangan
di motor ryan sedang kosong, soalnya pacarnya sedang sakit. Jadi dia hari itu
sedikit mau berbaik hati dengan ngberiin tumpangan ke motornya buat cowok kren
itu ngegantiin posisi pacarnya
“huh sukur deh belum
telat”katanya begitu melihat pak syafaat yang berjalan bersamanya, namun
melalui koridor berbeda
“sialan tuh si ara ngerjain ngak tanggung tanggung lagi…awas aja loe
entar gue balas, bakalan nangis arab loe di tangan gue”pikirnya kesel
sambil mencatat materi yang diberiin pak safaat.
Sekarang giliran ara yang
benar-benar stress ngawalin senin pagi ini. Pagi ini jadwalnya di mulai dengan
bu Malika. Dosen terkiller yang mendapat gelar malaikat pencabut nyawa. Gimana
ngak mahasiswa yang ngak ngikutin kuliahnya sekali aja, pasti bakalan dijamin
langsung tetap berada di kelas itu hingga tahun berikutnya…artinya NGAK LULUS.
Hari itu semua kamar mandi terisi
penuh dan hanya ada satu yang kosong, dengan gesitnya seperti sedang berburu
harta karun, dia segera masuk ke kamar mandi itu. Ternyata di depan pintu kamar
mandi, dia harus saling berrebutan terlebih dahulu ama angga
“gue dulu”teriak ara keres
“enak aja..gue yang duluan ampe
sini tau”kata angga cuek
“yeee..tapi kan gue yang duluan
nemuin kamar mandi ini”
“bodo..tapi yang duluan nyampe
kan aku….”
“duh angga minggir dulu deh..loe
bisa kan mandinya nanti-nanti aja, gue buru-buru nih”teriaknya semakin kesel
“ekh loe pikir hanya loe yang
buru-buru, gue juga sibuk nih…minggir deh loe”
“kenapa ngak masuk berdua aja
sih”timpal ryan memotong pembicaraan mereka
“ikh najis”kata ara dengan nada
jijiknya
“yeeeeeeee loe pikir gue mau
deket-deket am aloe gitu..ikh cewek saraf kaya loe mana ada yang mau deketin….”
“huh..loe pikir loe kren..kecuali
gue udah gila baru gue mau deket-deket ama loe”
“udah-udah berantem mulu…kenapa
kalian ngak nikah aja sih..pasti rumah kalian udah bakalan kaya kapal pecah
hahahhahaha”lanjut ryan lagi
“ara kamu ngak ngampus..sekarang
udah mau jam 8 loh”kata pak rudi memecah pertengkaran itu.
“WHAAAt…mati guee….ini semua
gara-gara loe tau”kata ara histeris, dan rela mengganti kamar mandi, dan segera
masuk ke kamar mandi yang baru aja di huni oleh yuni salah satu teman asrama
mereka
“buat loe aja tuh kamar
mandi..makan sekalian dengan baknya”gerutu ara kesel sambil menutup tapi lebih
tepatnya membanting pintu kamar mandi yang dimasukinnya.
Angga hanya tertawa senang karena
berhasil mengerjai ara lagi. Sambil ngomel ara membasuh seuruh tubuhnya. Kurang
lebih 5 menit dia udah cantik dan siap berangkat ke kampus untuk berjuang
melawan penindasan dari bu malika.
Ternyata nasib dia bener-bener
sial. Dia udah terlambat 10 mnit ngikuti kuliah dosen killer itu. Tapi kayanya
nasibnya juga bisa dibilang mujur, soalnya bu malika ngak mempersoalkan
keterlambatan itu dengan menyangkut pautkannya ama nilai, soalnya ara ini salah
satu mahasiswa kebanggaan bu malika..jadi wajarlah….nilai-nilainya udah bisa
dijamin bakalan lebih cemerlang dari bintang di langit. Jadi untuk menunjukan
ke adilannya… bu malika hanya menyuruh ara duduk berlutut di samping pintu
sambil menjewer telinganya
“duh malu banget nih diliatin
orang..mau ditaruh dimana nih muka gue. Huh ini semua gara-gara mahkluk laknat
itu. Apa sih yang ada di kepalanya…hobi kok ngerjain orang. Nyusahin aja deh
dia…”Gerututnya kesel
“ekh tuh monster ada ngak ya..duh
jangan sampe deh diliat dia…bisa jadi bulan-bulanan dia gue seumur hidup di
asrama…akh mati gue”katanya kaget sambil menundukan wajahnya begitu melihat
angga yang berjalan ke arahnya.
“ekh itu ara kan”kata heru
menyadarkan angga
“owh loe bener….ngapain dia
disitu”
“samperin yuk”kata heru semangat.
“ngapain loe ngejongkok
disitu?kaya pengemis lagi nunggu sumbangan koin”
“berisik banget sih loe Nga…bisa
ngak sih menjauh dari sini”
“siapa juga yang mau deket-deket
ama loe”
“lantas ngapain loe disini”
“hum cuman mau lewat aja…tapi
lihat pengemis kan ngak mungkin dilewatin aja”kata angga sambil membuang uang
koin kea rah ara dan menebar senyum jahilnya.
Ingin rasanya dia menelankan koin
itu kedalam lambung cowok kren itu.
Hari itu ara dandan dengan
cantiknya soalnya dia kedatangan tamu special, siapa lagi kalau bukan Jimmy
sang kekasih. Mereka tertawa dengan senang di kamar ara. Mendengar cekikikan
ara yang begitu ribut, seperti pengen pamer pada seluruh penghuni asrama
pacarnya yang bisa dibilang keren itu.
“huh tuh maklampir berisik banget
sih….lagi ngapain sih dia”gerutu angga kesel
“hum lagi seneng tuh dia, soalnya
ada Jimmy…”kata ryan menjelaskan
“huh…liat aja…loe masih bisa
ngakak apa ngak…”kata angga lagi sambil menyetel DVD dikamarnya, tidak lupa
speker diarahkan tepat kearah kamar ara yang terbuka
“mau ngapain loe…”Tanya ryan
heran
“liat aja ntar”jawabnya santai
“wah bisa ngamuk tuh si ara…loe
cari masalah aja deh”
“udah deh..lagian kapan sih dia
ngak ngamuk..perasaan dia selalu aja ngamuk kaya singa betina kelaparan yang
lepas dari kandang”
Suara DVD yang kerasnya minta
ampun mulai bergema di kamar angga, bahkan hingga keseluruh pelosok asrama.
Ternyata ara dan jimmy malah
tidak merasa terganggu sama sekali dengan hal itu. Akhirnya angga mengeluarkan
juga suaranya yang menurut para pakar music tidak duduk ditangga nada manapun.
Dengan suara seperti bom waktu dia terus melantunkan lagu dari Ungu yang Cinta
Gila.
“ANGGGGGGGAAAAAAAAAAAAA…berisik
banget sih loe”gerutu ara kesel sambil mengetuk pintu angga tapi tepatnya sih
menggedornya dengan kekuatan yang super besar
“angggggga…..buka loe”kata ara
dengan keselnya karena angga tidak juga membukakannya pintu
“mau ngapain sih loe”bentak angga
saat ngebuka pintu
“ekh nyadar dong..nih siang
bolong..ngapain juga muter music keras-keras gitu..lagian ngak usah pake acara nyanyi
segala kali…loe bernapas aja fals pake acara nyanyi…ganggu telinga gue tau”
“IDL itu derita lo”katanya sambil
tertawa
“ekh..matiin music loe sekarang”
“ngak mau…kalau loe kesel..kenapa
ngak pacaran ditempat lain aja”
“loe..uhk”gerutunya kesel sambil
meninggalkan cowok keren itu dan kembali masuk ke kamarnya menemui Jimmy lagi.
Karena kesel ama angga akhirnya
mereka milih untuk jalan-jalan keluar
‘”yes berhasil”kata angga begitu
ara dan jimmy keluar dari asrama
“ngapain sih loe….kenapa loe
ngeganggu mereka sih”
“siapa suruh pacaran di asrama”
“angga loe kaya anak kecil aja
deh..kalau diliat orang dikiranya loe cemburu”timpal dini
“apa CEMBURU..huh ngak lah…”
“ngak gimana…lantas ngapain loe
muter music sekeras itu…emangnya kita lagi ditempat konser”
“ya ngak apalah…lagian sekalian
buat hiburan kan….bisa juga buat ngusir si jimmy yang sok keren itu”
“huh kali ini loe pasti mati
ditangan ara….”
Dan benar aja dalam hitungan
beberapa jam ara yang baru pulang dari jalan ama jimmy tiba-tiba membuat
keributan lagi ama angga. Kalau udah seperti itu, pak Rudi harus turun tangan
lagi, namun kali ini mereka hanya melihat-lihat aja mereka berantem hingga
akhirnya ara ngalah dan masuk ke kamarnya tanpa berkomentar apapun sambil
membanting pintu kamarnya
“huh……marah aja…siapa yang
peduli”jawab angga cuek yang kemudian juga masuk dan mengunci kamarnya
“dasar mereka kaya anak kecil
aja…ngak ada yang mau ngalah..ntar kalau udah pisah pasti bakalan saling kangen
juga…”kata pak rudi sambil geleng-geleng kepala.
“ekh mak lampir bangun loe jangan
malas-malasan aja kerjanya”teriak angga menggedor pintu kamar ara
“ikh ngapain sih tuh
manusia…ganggu orang tidur aja. Inikan hari minggu.mau ngapain sih”gerutunya
kesel sambil menaikan selimutnya dan melanjutkan tidurnya.
“MAK LAMPIR
BANGUUUUUUUUUUUUUUUN”teriak angga dengan menggunakan toa milik pak Rudi yang
biasa digunakannya untuk manggil siswanya berbaris di lapagan. Tapi tetap aja
ara tidak bangkit dan tidak pula ngebukainnya pintu
“araaaa…”teriaknya hendak
mengendor pintu ara lagi
“apa sih berisik banget”teriak
kesel begitu membuka pintu kamarnya.
“loe mau ngapain…..ngak tau apa
orang lagi tidur”lanjutnya lagi kesel
“tidur….loe enak-enakan
tidur..nih kerja”perintah angga kesel sambil membuang timba dan sikat kloset
kea rah ara
Ternyata minggu itu jadwal mereka
ngebersiin kamar mandi. Jadwal itu teratur. Dan minggu kedua dalam satu bulan
menjadi minggu kerja bagi ara, angga, dini, yuni, ryan dan wawan. Mereka harus
bekerja secara bersama untuk ngebersihin seluruh asrama mulai dari kamar mandi
hingga mungutin dan ngebuang sampah seluruh penghuni asrama.
‘gue kerja bareng dini buat
ngebersihiin kamar mandi ujung”kata ryan
‘gue bareng yuni”kata wawan
“ngak..ngak masa gue bareng makhluk
keparat ini”protes ara ngak terima
“udah lah ngak usah protes..loe
mau ngebersiin bak mandi sendiri”kata wawan memotong protesan ara
“hum ngak juga sih”kata ara malu
Maka ara dan angga mulai bekerja
secara kompak ngebersiin satu ruang kamar mandi yang berukuran 2m x 3m dengan
bak mandi yang sangat besar dan tinggi.
“ekh tuh bagian kiri…”kata ara
menunjukan arah yag harus dibersiin dan angga pun menurut. Rasanya ara hanya
memberi komando. Dan angga pun hanya nurut aja
“yaaaa loe kerja juga dong jangan
hanya nyuruh doang”bentak angga kesel mengetahui dirinya hanya di peritah
“ayo turun..kalau ngak MATI
loe”kata angga lagi menyuruh ara turun ke dalam bak’
Karena licin hampir aja ara
kepleset,untungnya angga sigap menolongnya
“wah..wah ngapain kalian peluk-pelukan
di dalam bak”Tanya pak rudi yang mengangetkan ara dan angga
“hum ngak kok..ngak seperti yang
pak rudi pikirin…”kata ara dan angga kompak.
“oh ya…sukur deh..bapak pikir
bakalan ada cinta dikamar mandi..kan judulnya ngak keren”goda pak rudi lagi
“najis…….”teriak keduanya kompak
yang semakin membuat pak rudi tertawa
“udah lanjutin kerjanya”kata pak
rudi lagi
Mereka pun mulai ngebersiin bak
mandi dan seluruh isinya. Aksi main siram sabun ampe aksi main siram air juga
mulai terjadi. Tapi bedanya, kalau biasanya mereka saling adu dengan kekerasan
kini terjadinya dengan suasana yang bisa dibilang lumayan menyenangkan. Soalnya
mereka ngak teriak-teriak lagi..tapi mereka malah tertawa ngakak melihat model
diri mereka masing-masing.
“loe mau kemana??”tenya ara pada
angga yang udah keluar dari dalam bak
“keluar lah..loe ngak bakalan
mikir kalau gue mau berduaan am aloe terus dong”
“ikh siapa juga yang mau”
“lantas ngapain loe teriak”
“bantuin gue dulu”
“loe turun sendiri..naik juga
sendiri dong”kata angga sambil nyelonong kabur
“hum dasar monster loeee”teriak
ara kesel sambil berusaha manajtin dinding bak kamar mandi. Hum andai dia
catwomen atau spiderman pasti itu semua bukan masalah..sayang dia hanya manusia
biasa. Dan tak ayal diapun harus terjatuh dari bak saat hendak turun
“akhhhhhhhhhhhh”teriaknya
histeris karena ternyata seluruh pakaiannya basah tersiram air yang ada ditimba
yang terletak dipinggir bak.
“sialan loe nga……..brengsek
banget sih loe”teriaknya lagi
Dengan perlahan dia keluar dari
kamar mandi untuk ngeganti pakaiannya..ternyata koridor sedang dipel oleh yuni
dan lantainya masih basah. Hampir aja di kepleset,untung angga menahannya. Ara
dan angga sempat bertatapan manis, namun tiba-tiba angga melepaskan penahanan
tangannya
“akhhh…sial loe”kata ara ketus
karena dirinya udah terduduk di lantai.
“sekali monster tetap aja monster,
ngak mungkin bakalan berubah,,…sialan banget sih tuh orang. Tuhan kenapa kau
ciptakan manusia kaya dia”makinya kesel saat dia mengobati lututnya yang luka
“untuk menghiasi dunia ini dengan
manusia ganteng”kata dini yang nyelonong masuk ke kamarnya
“ganteng sih ganteng…tapi kalau
brengsek kaya gitu juga mending ngak usah kali….nyusahin aja tau..ekh ngapain
loe kesini”
“nih……..”kata dini sambil
memberikan sebuah kertas pada ara
Walau penasaran diambilnya juga
kertas itu
“hah..kok bisa”kata ara kaget
“hum gitu deh..terima aja nasib
loe”kata dini seakan-akan ara mendapat musibah
Ternyata itu surat cinta dari
heru sahabat karib angga. Isinya udah kaya teks proklamasi yang ngebuat ara
pusing dan pening. Rasanya perutnya menjadi mual ngebaca surat yang panjang itu
dan bener-bener membosankan untuk dibaca
“hari gini masih pake surat…plis
deh tahun berapa sih nih…hum gini nih kalau manusia yang hidup jaman
penjajahan..ngak tau teknologi…….”gerutunya kesel sambil membuang surat itu ke
tong sampah terdekat……
Ara tidak pernah tertarik ama
heru, baginya dia hanya seorang senior yang juga sama menyebalkannya ama angga.
Sebenarnya ini udah ke 20 kalinya dia ngirimin surat buat ara dan ngutarain
cintanya……..dan sebanyak itu pula dia ditolak. Tapi heru pantang menyerah.dia
selalu berusaha ngedeketin ara…walau orang yang dideketin udah berusaha ngindar
dengan 1001 macam alasan. Tapi dasar orangnya buta hati, semakin dihindari
semakin gencar juga dia ngedeketin ara.
“kok loe ngak ngomong sih kalau
loe se kos ama ara”protes heru pada angga saat dia bertandang di kos-kosan
cowok kren itu
“loe ngak pernah nanya juga”
“ya elah Nga, loe taukan gue suka
banget ama Ara”
“huh jadi loe serius suka ama
dia? Hati-hati loe, dia itu kaya macan betina, hobinya ngamukin orang, udah
gitu bawel, cerewet lagi. Udah kaya mak lampir deh…loe ngak ngalamin gangguan
mata kan?”
“kenapa loe nanya kaya gitu”
“soalnya kok bisa sih loe suka
ama cewek aneh kaya dia. Apaan sih yang loe liat dari dia, cantik ngak jelek
iya…menarik juga kagak, penampilan hum level tiarap deh…ngak ada oke-okenya.
Loe tau ngak tingkat biasanya itu terlalu tinggi…lagian dia kan udah punya
pacar”
“Sebelum janur kuning melengkung,
gue masih punya kesempatan..loe ngak tau aja pesona dia kaya apa. Sejak pertama
kali ngeliat di OSPEK gue udah tau kalau dia itu cewek yang special..”
“special????mie ayam special
kaliii”
“ye gue serius nih…gue tau loe ngak
pernah akur ama dia…awas loh ntar loe jatuh cinta lagi”
“hum gue??jatuh Cinta??ama Ara?
Huh ngak mungkin…pasti saat itu mata gue udah rabun, pikiran gue udah stress
dan gue udah berakhir di RSJ”
“hum liat aja ntar”.
Sementara itu ara dan dini sedang
asik-asiknya nongkrong berdua di taman dekat kos-kosan mereka. Seperti piknik
aja mereka di taman itu.
“kenapa sih loe berantem mulu ama
angga”Tanya dini mengawali pembicaraan
“ngak tau..dia itu cari masalah
mulu ama gue,…loe taukan dia suka ngerjain gue”
“loe juga kan suka ngerjain dia”
“hum kan dia yang mulai”
“ekh hati-hati loh..ntar loe
naksir lagi ama dia”
“naksir? Cueh ngak mungkin
lah..loe nih kebanyakan nonton sinetron..makanya imajinasi loe tinggi
banget…hal-hal kaya gitu hanya ada didunia fiksi..ngakk mungkin bakalan terjadi
di dunia nyata..apalagi ampe terjadi ama gue..huh MUSTAHIL”katanya tegas sambil
meminum air mineral yang dibawanya.
“lagian kan gue udah punya
jimmy…jauh banget kalau mau dibandingkan ama angga apalagi heru..kaya bandingin
menara Eiffel ma patung pancoran. ”
“hum terserah loe deh”kata dini
sambil melap keringatnya yang juga udah mulai bercucuran karena lelah habis
berkeliling naek sepeda.
“ekh din..itu motornya heru
kan??”Tanya ara ngak percaya begitu melihat motor yang terparkir di parkiran
asrama
“hum iya..ekh kok bisa sih”
“akh jangan-jangan dia nyariin
gue lagi..ikh males banget kali”katanya kesel
“lantas loe mau ngapain sekarang”
“kabur yuk”
“kemana???”
“kita lewat jalan belakang aja
gimaa??”
“terserah loe deh”
Heru dianggap sebagai alien
nyasar yang selalu mengganggu hidupnya. Makanya sebisa mungkin dia berusaha
untuk menghindarinya. Demi menghindari heru, dia rela harus manjat tembok
belakang asramanya untuk bisa masuk ke kamarnya sendiri. Wah hidupnya benar-benar
kacau. Dia seperti maling di rumah sendiri. Tapi untungnya dia ngak ketemu ama
manusia itu.
“kok loe sendiri aja”Tanya dini dan popy
berbarengan pada ara saat mereka menemuinya di kantin
“mana si jimmy”Tanya popy
“ngapain nanyaiin dia”
“loh bukannya dia pacar loe”kata
popy santai sambil mengambil tempat disamping ara
“itu dulu”jawabnya santai sambil
menyeruput es jeruknya
“maksud loe”
“ya..itu dulu..gue udah putus ama
dia”
“WHAAAAAAAAAAAT PUTUS”teriak popy
dan dini berbarengan yang membuat seluruh penghuni kantin memplototi mereka
“Putus???maksud loe pisah untuk
selamanya??”Tanya dini ngak percaya
“hum..THE END..FINISH…”kata ara
mantap
“kok bisa”Tanya dini lagi
“bisa aja kan..gue kan hanya
pacaran ama dia..bukannya nikah…”
“tapi kok wajah loe ceria
gitu”Tanya popy heran
“ngapain juga gue mesti
khawatir…gue udah bosan mengeluarkan air mata kali..rasanya air mata gue udah
kering sekarang”kata ara mencoba untuk tegar
Namun kedua sahabatnya itu tau kalau
ara benar-benar sedang frustasi..soalnya dia dan jimmy udah pacaran bukan kurun
waktu singkat, tapi udah 4 tahun semenjak mereka masih dibangku SMA.
“tapi loe ngak papakan”Tanya popy
lagi
“emang gue mesti kenapa
apanya…”kini malah ara yang balik bertanya.
“udah ya gue pulang
duluan”katanya lagi sambil meninggalkan kedua temannya itu.
Popy dan dini mengikutinya
“ngapain loe ngikutin gue kaya
gitu..udah kaya maling aja loe berdua”kata ara yang mengagetkan kedua
sahabatnya itu, saat sedang membuntutinya seperti seorang penjahat yang
mengincar korbannya.
“ngak kok”
“kalian tenang aja..gue ngak
bakalan bunuh diri kok..hidup gue terlalu berharga untuk ditukar ama manusia
kaya jimmy…”kata ara mantap sambil mengayuh sepeda meninggalkan ke dua
sahabatnya, yang hanya mematung memandang kepergiannya.
Ara pulang keasrama dengan wajah
yang kusut minta ampun seperti benang kusut yang dicelupin ke air
“kenapa loe”Tanya angga penasarn
Namun ara tidak menghiraukannya,
dan memilih masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Begitu mengetahui ara dan
jimmy yang baru aja putus angga menjadi tau penyebab ara menjadi pendiam.
“pantasan..dia kaya macan ompong
hari ini”
“loe jangan gangguin dia dulu
deh”kata dini lagi
“siapa juga yang gangguin
dia..loe ini su’udzon deh”
“gue hanya ngingatin..kalau loe
ngak mau mati sebaiknya loe diam aja hari ini”kata dini menasihati.
Tapi namanya juga angga, begitu
melihat ara yang keluar dari kamarnya hendak membeli makanan dia pun mulai
membuka mulutnya
“ada yang lagi patah hati…karena
diputusin…pacarnya…… …kasian deh dia”angga menyanyikan lagu matta yang berjudul
cemburu tapi dengan liriknya sendiri.
“angga udah deh”kata dini
membisik angga untuk menghentikan lagu yang ditujukan untuk mengejek ara
Tapi namanya juga angga dia malah
semakin asik menciptakan lagu dengan penggambaran kondisi ara yang lagi patah
hati
“udah deh…mau ngapain lagi sih
loe”kata ara pelan menghampiri angga
“apaan sih..orang lagi nyanyi
juga”katanya lagi dengan kembali melanjutkan lagunya yang tidak jelas itu
“tanpa loe nyanyipun suasana hati
gue udah bener-bener ngak enak..jadi berhenti aja deh”katanya lagi dengan suara
yang pelan dan menyedihkan sambil meninggalkan angga
Angga juga kasian melihat ara
yang demikian, biasanya kalau udah diganggu seperti itu dia udah mulai kaya
macan kelaparan, tapi kali itu dia hanya diam aja
“hei..”teriak angga
Ara hanya menoleh dan
memplototinya. Melihat tatapan itu angga menjadi diam juga…sebenarnya angga
kasian juga ama ara yang diperlakukan begitu.
“ekh…loe kenapa sih..dari tadi
diam aja..kaya orang yang udah mau mati….”
“diam aja deh loe…”
“loe kan hanya
diputusin..bukannya diceraiin…lagian jimmy bukan cowok yang bagus kok untuk loe
tangisin…masih banyak cowok yang mau ama loe…jadi loe ngak usah diam-diam kaya
gini ..kalau loe kaya gini..loe ngebuat gue cemes tau”
“loe cemes, kenapa harus loe
cemesin gue??”Tanya ara penasaran
“yaiyalah..secara ngak ada lagi
teman gue berantem”kata angga terbata-bata sambil menebar senyum jahilnya.
“cih..udah gue duga…bukannya loe
bilang ngak ada yang suka ama gue..”
“huh..itu..itu gue hanya becanda
kok..udah deh ngak usah sedi lagi…kan ada heru”
“mending gue jomblo seumur hidup
kali”kata ara kesel sambil meninggalkan angga
Siang itu, suasana asrama sedang
sepi, soalnya sebagian penghuninya sedang masuk kampus, tinggal ara, angga, dan
yuni. Pak rudi yang udah berkeluarga dan memiliki seorang anak bernama zidan
yang baru berumur 1 tahun…harus nitipin anaknya ke anak-anak asrama, soalnya
dia dan istrinya sedang ada keperluan mendadak yang memaksa mereka harus
menitipkan zidan. Pak rudi terpaksa
menitipkan zidan ama angga, soalnya dia tau betul ara sekarang lagi kaya apa
kondisinya. Dia udah kaya orang yang ditinggal mati sang suami…makanya angga
juga kesel ama ara yang hobinya belakangan ini hanya diam aja…dan melamun
mikirin si jimmy sialan itu.
“ya pak rudi..ama yuni aja deh
titipnya”
‘ekh yuni lagi ngerjain tugas”
“aku juga lagi sibuk”
“sibuk apa? Sibuk ngawatirin ara”
“enak aja..siapa juga yang
ngawatirin dia…aku lagi banyak tugas nih”
“bapak ngak liat kamu ngerjain
tugas, dari tadi bapak perhatiin kamu hanya plototin kamar ara..udah mending
jagain zidan aja”kata pak rudi yang tanpa nunggu persetujuan dari angga lagi
langsung aja meletakan anak lelaki itu digendongan angga.
Mau tidak mau dia harus juga
menjaganya. Berbagai lagu anak-anak mulai dinyanyikannya. Bukannya diam apalagi
tertidur, ekh anak itu malah tambah nangis. Dia bingung ngak tau mau ngapain
“pak rudi aneh-aneh aja deh…cowok
kaya gue disuruh jaga bayi..yang bener aja dong..gimana lagi cara
dieminnya”gerutunya kesel.
“tok..tok..tok”suara ketukan
dipintu kamar ara
“ada apa”Tanya ara ketus begitu
melihat orang yang baru aja ngetk pintunya angga
“hum..hum”
“cepetan deh”bentak ara kesel
“zidan nangis gue ngak tau cara
dieminnya”katanya lagi
“loe nyanyiin aja”
“dia tetap aja nangis”
Mau tidak mau ara juga harus
turun tangan ngejaga anak penjaga asramanya itu.
“popoknya basah”kata ara sambil
mengganti popok zidan.
Dia sangat telaten melakukan
perawatan pada anak itu. Angga memperhatikan ara melakukan semua kegiatan itu.
Ara kemudian membaringkan zidan di tempat tidur angga sambil menyanyikan sebuah
lagu
“zidan bobo..o zidan bobo kalau
tidak bobo digigit nyamuk”sebait lagu yang dinyanyikan ara membuat zidan
tertidur, dan tanpa tersadar diapun ikut tertidur disitu. Angga tidak juga
berniat membangunkannya, malah dibiarkannya ara tertidur.
“manis juga ya nih mak lampir kalau lagi tidur…bego banget si jimmy
mutusin dia…..ngapain sih loe mesti mikirin manusia kaya jimmy..kan udah gue
bilang ada orang yang suka ama loe”pikir angga sambil memberikan selimut
ama ara
“ngapain loe merhatiin ara”kata
ryan yang tiba-tiba nongol dan mengangetkan angga
“siapa juga yang merhatiin dia,
gue hanya ngasih dia selimut kok..takut digigit nyamuk”
“bukannya itu tanda perhatian”
“siapa juga yang perhatian,kan
udah gue bilang…jangan sampe meraka digigit nyamuk”
“hum penolakan adalah sebuah
pengakuan positif”
“apaan sih loe…ngaco banget deh
ngomongnya..lagian ngapain loe disini”
“ekh lupa gue…ada yang mau gue
omongin…”
“tentang apa”
“jimmy…”
“ngapain loe ngomongin jimmy…”
“loe tau ngak ternyata..dia putus
ama ara gara-gara di selingkuh ama Reni..teman seruangan ara sendiri”
“WHAAT brengsek banget si
jimmy..ekh pelanin dikit suara loe..jangan sampe di denger ara..kasian juga dia
kalau tau..cowoknya selingkuh ama temannya sendiri…sialan banget si jimmy…loe
tau dari mana”
“semua anak ngebicaraiin itu
kali..kampus lagi heboh..loe tau ternyata si Reni udah ngandung anaknya si
jimmy ”
“hah serius loe…gila juga tuh
anak…”
“tapi untungnya ara tau semua
itu, jadi dia mutusin jimmy”
“owh..bukannya jimmy yang mutusin
dia”
“ngaco loe…mana mungkinlah jimmy
mau mutusin dia, yang ada jimmy mohon-mohon buat balikan ama ara, dia bilang
semua itu omong kosong..tapi loe tau dong ara kaya gimana…dia mutusin jimmy depan
semua anak”
“hebat juga dia..kalau gitu
ngapain seharian dia ngurung diri gitu. Gue pikir dia frustasi dan depresi ampe
mau gantung diri…”
“ngarang loe emang ara orang kaya
gitu apa….”
“syukur deh..jadi loe aman ngak dekat lagi ama manusia kaya jimmy…untung
loe nyadar duluan”
Suasana asrama sore itu
benar-benar aneh, bukan karena ara dan angga yang mogok berantem, tapi
tiba-tiba angga melakukan sesuatu yang diluar dugaan diluar kuasa manusia normal,
bahkan ngak pernah terjadi sebelumnya
“nih”kata angga menawari tes
manis pada ara saat dia duduk di depan pintu kamarnya
“lantas ngapain loe ngasih gue
ini…wah jangan-jangan loe mau ngerjain gue ya…loe naruh garam ya di
dalamnya”tanyanya penuh selidik
‘ekh sembarang aja loe
ngomong…’kata angga kesel sambil meneguk minuman itu hingga habis tak bersisah
“ngak pake garam..enak gini
juga”kata angga ketus
“hei angga..loe ngak usah sok
baik deh ama gue..kalau loe seperti ini..malah membuat gue makin takut aja
tau..mending loe normal kaya biasanya aja deh..ngak usah sok baik gitu ama gue”kata
ara pelan dengan nada khawatir.
“loe nih ngak ada sukurnya banget
sih..gue udah berniat baik juga…sekarang gue ngak mau peduli lagi ama loe”kata
angga ketus
“ya udah..ngak usah
peduli..lagian siapa juga yang nyuruh loe peduliin gue..loe nya aja kali yang
sok nyibukin diri loe sendiri..gue ngak butuh perhatian loe tau”kata ara ketus
sambil masuk ke kamarnya
“hum tadi gue pikir udah ada
malaikat pembawa kedamaian masuk asrama…sekarang balik lagi deh..kapan sih
mereka bisa akur”timpal dini
Semenjak mendapat restu dari
sahabatnya itu heru menjadi semakin gigih mendekati ara, tidak ada hari tanpa
dia mendekati ara. Rasanya ara pengen ngebuang manusia itu jauh ke planet Pluto
yang tak berpenghuni atau ke matahari sekalian biar hangus total.
“ikh ngapain sih loe kemari”Tanya
ara kesel begitu heru menemuinya di taman saat dia ngumpul ama popy dan dini
“bukan..tapi loe kaya sampah ibu
kota”kata dini dan popy sambil tertawa
“lagian gue mau ketemu ama
permaisuri ara”lanjutnya lagi
“WHAT PeRMAISURI”Tanya ara, dini
dan popy kompak yang disusul suara tawa mereka
“apanya yang aneh”Tanya heru
heran
“sejak kapan gue mau jadi
pasangan loe ngaco aja deh loe”kata ara ketus sambil meninggalkan heru ditaman sambil
memukulkan bunga pemberian heru ke wajah heru sendiri.
Dini dan popy lalu
meninggalkannya juga.
“kan gue udah bilang..dia itu
aneh”kata angga menghampiri heru
“kenapa wajah loe kaya benang
kusut gitu”Tanya dini penasaran begitu menengok ke dalam kamar ara
“nih…si heru ngajakin gue
ketemuan……ngak nyadar apa udah ditolak ribuan kali…buta hati banget sih jadi
manusia”gerutu ara kesel sambil membuang hpnya ke tempat tidurnya
“kenapa loe ngak mau
aja……itung-itung ngisi kekosongan”
“mending juga jomblo kali
ketimbang ama heru”
“kenapa???dia baik kok….kenapa
sih loe ngak mau aja ama dia…dia cowok yang baik..lumayan ganteng lagi”
“tapi gue ngak suka..loe taukan
perasaan ngak bisa dipaksaiin”
“tapi jika dibandingin ama jimmy
kayanya..dia lebih baik deh”
“kok loe belain dia sih”
“ngak juga..tapi dia lebih baikan
dari jimmy…jimmy itu brengsek banget”
“ekh ngapain sih loe
ngejelek-jelekin jimmy…lagian dia itu ngak sebrengsek yang kalian bayangin kok”
“masa sih..cowok yang udah
buntingin anak orang…apa bisa disebut cowok baik-baik…”kata dini ketus
“ekh ngak usah nyolot gitu
dong…lagian dia ngak bisa dibandingin ama heru”kata ara ngak kalah ketusnya
“oke gue akuin dari segi wajah
dia emang unggul..tapi kelakuan….gue pertanyaiin…minus banget..kalau ada
dibawah minus..mungkin nilai itu untuk dia”
“ekh kalau loe cuman mau protes
soal jimmy mending loe keluar aja deh”
“oke..tapi ingat loe bakalan
nyesel kalau loe masih selalu mikirin jimmy…ingat kata-kata gue.loe terlalu
egois jadi cewek..makanya ngak heran semua orang pada hianatin loe..apalagi si
jimmy”kata dini ketus sambil meninggalkan kamar ara
“hah kenapa si dini marah-marah
kaya gitu”kata ryan kaget karena bisa dibilang mereka berdua bak saudara kembar
yang tak terpisahkan
“ngak tau…tumben berantem”timpal
angga yang asik makan kripik pisang.
“ternyata teman berantem loe
sekarang bukan hanya gue ya maklampir”timpal angga begitu ara menengokkan
kepalanya di pintu melirik kepergian dini.
“diam aja deh loe..berisik
tau..suara loe kaya nyamuk bising”bentak ara ketus sambil membanting pintu
kamarnya.
Pagi ini ara berngkat ke kampus
seorang diri…soalnya dia lagi berantem ama dini.
“tumben sendiri…mana dini”Tanya
popy saat ara memarkirkan sepedanya di parkiran
“ngak tau”jawab ara santai
“kok bisa”
“emang gue mak nye..gue ngak tau
dia lagi dimana..puas”jawab ara ketus
“kok loe gitu sih..loe lagi
berantem ya ama dini…ingat lo ara..dia itu sahabat baik loe..udah kaya saudara
lagi…masa sih loe berantem ama dia…”
“dia juga sih nyolot..pake acara
ngata-ngatain jimmy lagi”
“kalau dia kaya gitu bukan
berarti dia berniat jahat, dia malah pengen ngebuka mata loe, kalau jimmy itu
ngak baik buat loe…dia cuman pengen loe nyadar…jimmy bukan pilihan yang tepat
untuk loe selalu belain dan harapin..pasti dia berharap loe bisa ngelupain
jimmy dan mau nyari cowok lain yang lebih baik..”
“iya…gue ngerti…tapi ngak usah
juga pake acara dukung ama si heru”
“heru????”
“hum…dia jodohin gue ama
heru..padahalkan dia tau gue benci banget ama dia”
“kok dia malah jodohin loe ama
dia…bukannya dia…”kata popy menggantung
“dia kenapa??”Tanya ara penasaran
“bukannya dia suka ama heru ya…”
“hah..masa sih..kok gue ngak tau”
“dia ngak pernah cerita ya am
aloe..”
“ngak….tapi ntar gue selesaiin
masalah ini..makasih ya”
Ara berniat menemui dini, dan
meminta maaf atas persoalan yang terjadi antara mereka. Dia masuk ke kamar
dini, namun dia ngak ada.
“waw..inikan novel harry potter
terbaru”kata ara sambil mengambil novel yang tergeletak di meja belajar dini
“apaan nih”kata ara heran begitu
melihat selembar foto di dalam buku itu
“hah..jadi semua itu benar”pikir ara dalam hari
“ngapain loe disitu”Tanya dini
mengagetkan ara
“hah din..ngak kok..gue mau minta
maaf…gue tau gue salah kok..loe mau maafin gue ngak”
“ya iyalah..gue juga salah
kok..ngak semestinya gue jelek-jelekin jimmy ”
“ngak kok din..loe bener…jimmy
bukan cowok yang baik..gue aja yang bego…maafin gue ya”
“oke”kata dini sambil memeluk
sahabat karibnya itu.
“kok loe dandan cantik-cantik
sih”Tanya dini penasaran
“gue mau jalan ama heru..”
“oh ya…hum akhirnya ada juga yang
mulai ngebuka hati nih”goda dini
“hum ngak juga sih…gue mau nemuin
dia…asal loe juga nemenin gue”
“loe kok..masa gue harus nemenin
loe sih…ntar gue bakalan jadi obat nyamuk lagi”
“kata siapa…tenang aja…loe ngak
bakalan jadi obat nyamuk kok..kalau loe ngak ikut..gue batalin aja deh”kata ara
berniat meng sms heru
“ekh iya..iya gue ikut..tapi gue
gentian dulu”
“oke”
Mereka berdua akhirnya berangkat
menemui heru yang menunggu direstoran tempat yang dijanjiin ara
“hai girls”sapa heru
“hai..udah lama loe
datangnya”Tanya ara
“baru aja kok..ayo duduk”kata
heru mempersilahkan kedua gadis itu duduk.
Mereka mulai memesan berbagai
makanan……
“halo…”kata ara mengangkat
telopon masuk
“oh ya…oke gue pulang
sekarang”kata ara lagi
“ekh gue balik dulu ya…ada
masalah nih”
“masalah apa???”Tanya dini
penasaran
“pokoknya gawat banget,,….”
“gue ikut ya”
“ngak usah..loe disini aja
temenin heru..kasian kan dia udah jauh-jauh datang”
“tapi…”
“udah lah..ngak papakan heru”
“ngak kok..nyantai aja lagi”kata
heru
Dengan sigap diapun segera
berlalu meninggalkan kedua orang itu.
“ayo din…semangat…kenapa sih loe ngak ngomong kalau loe suka ama
heru…ngapain juga ditutupin…sekarang loe harus berani ngutarain hati loe”kata
ara dalam hati. Sebenarnya dia udah mengatur semua itu. Bahkan dia sama sekali
tidak mendapat telpon dari siapapun. Karena hp nyabtidak bernada…maka dengan
mudahnya dia berakting seperti mndapat telpon dari seseorang untuk meninggalkan
mereka berdua. Karena melihat foto heru di novel hary potter milik dini, ara
jadi tau kalau sebenarnya cowok yang selama ini dikagumin sahabatnya itu
merupakan cowok yang paling dijengkelinnya. Makanya dia berusaha untuk
ngedeketin mereka berdua
“mak lampir dari mana loe”Tanya
angga begitu ara melintas dikoridor asrama
“apa peduli loe”
‘ngak sih nanya aja…loe dari
ratapin si jimmy lagi ya..kasian banget sih loe…cowok kaya jimmy loe tangisin
mulu…emang loe udah ngak laku ya..ampe nyariin jimmy mulu”
“yang bilang gue nyariin jimmy
siapa…sok tau loe”
“lantas loe darimana dong”
“ikh banyak nanya deh loe.lagian
apa peduli loe sih”kata ara kesel sambil menuju kamarnya
“lagian gue udah ngak peduli ama
jimmy..mau ke laut atau ke neraka sekalian ngak peduli”kata ara lagi
“gue ngak salah denger nih..dia ngak peduliin jimmy lagi…”pikir
angga sambil senyum-senyum
“ngapain loe senyum-senyum sendiri”kata
ryan mengangetkan angga
“ngak kok…mau tau aja deh
loe”kata angga senang sambil meninggalkan ryan yang masih
terbengong-bengong.
“wah kebetulan banget nih kalian
berdua ada disini”kata pak rudi begitu melihat ara dan angga yang sedang duduk
di depan pintu kamar masing-masing sambil mendengarkan music
“ada apaan pak”Tanya angga dan
ara berbarengan
“gini..bapak ama ibu kan lagi ada
keprluan mendesak dan ini ngak bisa ditinggalin ataupun diwakilin….”kata pak
rudi menjelaskan
“udah deh pak ngak usah
muter-muetr bkin pusing aja. To the point aja deh”protes angga
“bapak mau nitipin zidan
lagi”kata pak rudi sambil senyum-senyum
“whaaat..ngak akh”teriak keduanya
kompak
“plis deh…sekali ini aja”pinta
pak rudi
“angga aja pak”kata ara
“enak aja…ngak-ngak..ara aja
deh..diakan cewek..masa cowok jaga anak..yang bener aja dong”poton angga
“gini aja..gimana kalau kalian
berdua aja yang jaga..kan saling melengkapi noh”terang pak rudi sambil
memberikan zidan di gendongan angga dan tanpa babibu lagi segera meninggalkan
mereka berdua
Ara segera masuk ke kamarnya.
Semnetara itu angga mau protes tapi udah telat
“mak lampir keluar loe”teriak
angga yang membuat zidan menangis
“ogah..kan yang ditugasin loe”
“loe budeg ya…pak rudikan
bilangnya berdua”
“loe aja yang jaga… gue sibuk”
“ngarang banget sih loe…loe kan
manusia yang paling ngak punya pekerjaan didunia ni..ngak usah sok sibuk
deh…”terang angga lagi. Suaranya yang seperti sedang ngadapinpertempuran
membuat zidan semakin menangis
“diamin anak loe gih”teriak ara
lagi
“enak aja..gue ngak tau gimana
caranya. Loe kan yang kemarin diamin zidan”
“oke gue bantuin..tapi loe msti
memohon ama gue”
“yes asik…akhirnya gue bisa juga ngerjain nih manusia”
“oke…ara yang cantik..baik….penyanyang..maukan
loe bantuin gue jagain zidan”kata angga dengan suara yang di lembut-lembutkan
“apa gue ngak denger”teriak ara dari
balik pintu kamarnya sambil cengar-cengir
“ara yang
cantik..baik….penyanyang..maukan loe bantuin gue jagain zidan”kata angga lagi
mengulang perkataannya
“apa sih loe ngomong gue ngak
denger”teriak ara lagi sambil tertawa kecil
“hei walau gue ulang ratusan
kalipun loe pasti ngak mau jagain zidan kan.pokoknya sekarang loe buka pintu
loe dan bantu gue jagain zidan”teriak angga
Dengan perlahan ara pun mulai
membuka pintu kamarnya. Dan mau tak mau dia harus menjaga zidan. Mereka berdua
mulai menjaga zidan. Tapi lebih tepatnya hanya ara yang menjaga sebab angga
sibuk dengan tugasnya membuat sketsa gambar.
“akhhhhh”teriak angga histeris
begitu gambar yang dibuat dengan susah payah hingga tidak tidur 3 hari 3 malam
basah karena terkena kencing zidan.
“loe kenapa angga”Tanya ara
bingung
“liat nih..kok loe ngak jaga
zidan sih”
“sory…gue ngak perhatiin
zidan..maslahnya gue lagi sibuk sms-an ama dini..maafin zidan ya…”kata ara
sambil tersenyum kecil.
Akhirnya dia turun tangan juga
membantu mengeringkan gambar yang udah dibuat manusia itu
“kasian juga nih anak…zidan kok kamu tega banget sih basahin tugas si
angga..tapi gak apa-apa”
“kapan sih loe mesti ngumpulin
tuh gambar”
“besok”teriaknya stress sambil
menggaruk kepalanya yang ngak gatal.
“hah………kok loe ngak jaga
baik-baik sih”
“loh kan gue bilang loe jagain
zidan….bukannya jagain malah sms-an..ikh loe nih,..huh”kata angga geram.
Sebenarnya dia ingin marah. Tapi
marahin zidan kan ngak mungkin..yang ada malah dongkol sendiri…..tapi mendengar
teriakan angga zidan jadi menangis
“loe sih pake acara teriak…kan
zidan jadi nangis..”gerutu ara
“loe diamin nih”lanjut ara lagi
“kok gue…mana gue tau caranya”
‘”kan loe yang buat dia nangis
jadi loe dong yang diamin dia”
“hahahahaha”tawa ara meledak juga
begitu melihat ekspresi angga
“wajah loe udah jelek..ngak usah
dijelek-jelekin…loe kaya gitu bukannya zidan senang malah takut tau”lanjut ara
lagi sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa
“sialan loe”gerutu angga sambil
melanjutkan aktivitasnya untuk membuat zidan diam.
“ekh kita jalan-jalan aja
yuk”tawar ara
“malas..mood gue sedang jelek”
“maka dari itu..loe harus
refresing…mau ya..mau ya…”rengek ara manja pada angga (tumben banget ada
adengan manja-manjaan)
“ngak akh”
“ayolah…pliiis”kata ara lagi
sambil mengedip-ngedipkan matanya, yang membuatnya bukan tampak imut malah
seperti orang cacingan.
Mau tidak mau angga menyetujui
juga permintaan ara. Mereka pergi ke taman bertiga bareng zidan. Seluruh mata
pengunjung taman itu memperhatikan mereka sambil berbisik-bisik.
“wah anaknya lucu banget”kata
seorang ibu yang menghampiri mereka
“huh…maaf ini..bukan…”kata ara
“makasih ibu…lucu ya…aduh zidan
kamu dibilang lucu ama tante itu”kata angga memotong pembicaraan ara dan memain-mainkan
tangan zidan
“kalian masih muda tapi udah
nikah….kayanya bahagia sekali”kata ibu itu lagi
“tapi..tapi”penjelasan ara
kembali terpotong
“hum makasih bu..ibu juga
memperhatikannya ya…memang banyak yang bilang kami ini pasangan paling
romantic…apa lagi ada anak”terang angga lagi sambil merangkul ara dengan paksa.
Ara mencoba melepaskan rangkulan angga yang penuh pemaksaan itu.
“heh..kenapa loe ngarang
cerita”kata ara kesel sambil menginjak kaki cowok kren itu setelah ibu tadi
pergi
“ya mak lampir….lagian kan mereka
ngak tau juga”
“ekh stress….mana mau gue jadi
pasangan am aloe..ikh najis banget”
“gue juga ngak mau”
“lantas kenapa ngomong kaya tadi”
“hum..hum..hum hanya iseng
aja”jawab angga santai
“huh dasar saraf”gerutu ara sambil
tersenyum.
Akhirnya mereka bertiga bermain
sambil berfot-foto ria.
“wah..wah ternyata hanya zidan ya
yang mampu nyatuin kalian”timpal pak rudi begitu mereka pulang ke asrama sambl
tertawa-tawa
“huh nih pak…gara-gara zidan kami
dikira pasangan suami istri”timpal ara kesel
“hahahahaha nikmatin aja”kata pak
rudi sambil mengambil zidan dari gendongan ara.
“dari mana kalian”Tanya dini saat
masuk ke kamar ara
“taman”jawab ara santai
“ooo”
“kenapa loe senyum-senyum”
“ra…gue punya kabar bahagia, tapi
loe jangan marah ya”
“kabar bahagia?apaan? lagian masa
kabar bahagia gue harus marah”
“gue udah jadian ama heru…..tapi
loe”
“ekh beneran…yaampun selamat
ya…gue turut senang dengernya…gue ngak bakalan marah kok..gue malah seneng loe
ama dia….loe nih kalau suka ama dia…ngak usah pake acara jodoh-jodohin orang
dong…”
“serius loe..gue turut senang
deh”kata angga dengan ekspresi yang sedikit dipaksakan untuk senang
“kok loe ngak senang gitu”
“siapa yang bilang?gue senang
kok.artinya usaha gue selama ini untuk ngeberiin loe semangat ngak sia-sia
dong”jawab angga mencoba tersenyum.
“yoa bro..ini semua berkat loe”
“sukur deh..ekh gue ke ruangan
dulu ya”jawab angga sambil meninggalkan heru yang masih juga tersenyum di tama.
Andaikan ada malaikan pencabut nyawa saat itu, mungkin heru bakalan tetap
tersenyum, saking senangnya udah dapat pacar
“mereka jadian juga…kok perasaan gue gini sih…kayanya ada yang ngak
beres nih ama otak gue…masa sih gue sakit hati…hum ngak mungkinlah….duh kenapa
sih…gue kaya gini..masa gue ngak senang dengar heru jadian??kalau ama orang
lain pasti lain cerita…kenapa ama ara……………akh tidak..gue ngak mungkin cemburu
ama maklampir itu..wah..wah kayanya gue mesti ke psikiater nih…kayanya gue
emang lagi ngalamin gangguan jiwa deh sekarang”pikir angga sambil menuju ke
ruangannya.
Rasanya belakangan ini semua
orang dilihatnya menyerupai ara.
“wah kok gue gini sih”katanya
begitu melihat gambar dibukunya berubah menjadi wajah ara.
“sekarang gue mimpi atau emang
kenyataan nih”kata angga bingung begitu melihat sosok ara yang muncul di
depannya
“aw…”teriak ara begitu angga memukul
lengannya
“loe gila..ngapain mukulin gue”gerutu
ara kesel
“huh sukur lah..ternyata bukan khayalan…kok perasaan gue jadi degdegan
gini..ekh stop diakan pacar heru..engga ingat heru itu sahabat karib loe”kata
angga dalam hati sambil menunjukan ekspresi kecewa
“ekh stress ngapain loe bengong
aja”Tanya ara lagi mengagetkan angga
“ngak..ngapain loe disini”Tanya
angga lagi
“stress loe..siapa juga yang mau
nemuin loe”
“lantas ngapain loe ke ruangan
gue”
“yeee..gue kan mau nemuin heru”
“owww”jawab angga santai
“huh….ternyata dia mau nemuin heru”pikir angga dalam hat begitu
melihat heru dan ara yang ngobrol dengan senangnya. Dia juga memperhatikan
wajah ara yang terlihat bahagia.
“emang ara mau loe jemputin….loe
taukan dia hobinya bareng ama teman-temannya”
“yang bilang mau jemputin ara
siapa”
“loh…pacar loe bukannya ara”
“ya bukanlah…pacar gue itu dini”
“jadi cewek yang loe maksud temp
hari itu dini…bukannya ara??”
“ya bukanlah….oke deh gue duluan
ya”
“owh ternyata bukan ara???ekh kenapa gue jadi senang gini…pasti ara
sedih kalau tau heru jadian ama dini. Kasian juga tuh maklampir…cowok yang
ngebet ngedeketin dia malah jadian ama sahabatnya sendiri..huh….”
“gue pulangnya ngak bareng
loe..ngak papakan”kata dini saat mereka diparkiran mengambil sepeda
“ngak kok..loe nikmatin aja
segalanya..gak usah khawatirin gue”kata ara begitu melihat heru yang datang
dengan motornya siap jemputin dini
“byeee”kaa dini sambil membonceng
dimotor heru dan melaju meninggalkan ara.
“hum semenjak punya heru, gue
jadi sendiran…akh gue kok ngak ada yang suka sih…popy punya mas reno, dini
sekarang punya heru..andai gue masih ama jimmy mungkin sekarang gue ngak
bakalan sendiri kaya gini…akh ngapan sih mikirin jimmy…cowok kaya dia ngak
berharga buat dapatin cewek secantik gue”kata ara bangga sambil mengeluarkan
sepedanya dari parkiran
“astaghfirulahaladzim…angga
sialan banget sih loe…ngagetin gue aja”teriak
ara kaget begitu angga muncul tiba-tiba disampingnya seperti penghuni
pohon itu.
“enak aja..emangnya loe nemu
setan apa…ekh mana dini”
‘’udah balik duluan’
“tumben ninggalin loe”
“dia ama pacarnya”
“hahahahaha”
“kenapa loe tertawa”
“ngak???cuman kasian aja ama
seseorang….pasti sekarang orang itu lagi sendiri”
“gue maksud loe…hum tenang aja
kali..gue malah senang lihat mereka jadian…”
“yakin loe ngak cemburu”
“kenapa cemburu”
“kayanya hanya loe deh yang
jomblo…hari gini jomblo plis deh”
“huh kaya loe punya pacar
aja”timpal ara kesel
“hum walau ngak punya pacar bukan
berarti ngak ada yang suka am ague..gue udah ribuan kali nolakin cewek..nah
loe..boro-boro nolakin..yang deketin aja ngak ada…”kata angga sambil tertawa
“loe ….”kata ara sedih ngak
ngelanjutin kata-katanya
“mungkin loe bener ngak ada yang
suka ama gue”kata ara sedih
“ekh………gue ngak serius kok
ngomong kaya gitu….loe taukan gue hoby becanda….ada kok cowok yang suka ama
loe”
“huh..loe hanya ngibur gue
doing…kalau ada pasti orangnya stress gitu…kan loe selalu ngomong hanya orang
stress yang mau deketin gue”
“serius ada kok yang suka ama
loe”
“siapa???loe???”kata ara
mengagetkan angga
“huh..ya bukanlah..mana mau gue
am aloe..”kata angga terbata-bata karena tebakannya itu tepat mengenai sasaran.
“huh..gue tau kok…gue duluan
ya”kata ara lagi sambil mengayuh sepeda.
“loe mau kemana??”Tanya angga
heran begitu melihat ryan yang udah dandan rapi
“malming lah..emangnya loe diam
mulu dikamar”
“owh malam minggu ya sekarang”
“huh gini nih kalau
jomblo...ketauan banget ngak tau malam minggu…..makanya cari pavar dong loe”
“sialan loe..dah deh berangkat
sana”perintah angga kesel
Ternyata semua orang diasrama
saat itu sedang pada bermalam minggu ria, tinggal angga, ara dan pak rudi
sekeluarga.
“hum ketahuan banget yang
jomblo…malam minggu hanya diam diasrama”kata pak rudi lagi sambil menggendong
zidan begitu melihat ara dan angga yang nongkrong depan kamar masing-masing
“ketahuan banget yang udah
tua…malam minggu jaga anak”timpal angga jengkel
“mending juga orang
tua…setidaknya bapak punya pasangan
ketimbang kalian..JOMBLO…kenapa kalian ngak jadian aja berdua”
“ikh ogah banget”kata ara
kemudian
“gue juga ngak mau ama loe”
“owh…bagus lah…”kata ara lagi
sambil mengambil zidan dari gendongan pak rudi kemudian membawanya menuju
kamarnya untuk dimain-mainkan.
“kalau suka ngomog aja ngak usah
dipendam-pendam..entar kanker hati tau rasa kamu”kata pak rudi lagi menasihati
angga
“apaan sih maksud bapak”
“kamu ngak usah boong..kamu suka
kan ama ara???”
“kok bapak ngomong gitu”
“kamu bisa boongin semua
orang..tapi emang kamu bisa boongin kata hati kamu”
“tapi pak”
“udah lah..ketimbang kamu sakit
hati melihat dia ama orang lain.kamu mau dia jadian lagi ama orang kaya jimmy”
“ya gak lah pak..tapi aku takut”
“angga laki-laki itu pantang
takut. Loe harus berani ambil resiko….oke”
Tahun baru tinggal menghitung
jam. Pak rudi dan seluruh anak asrama udah nyiapin acara special untuk
nyambutin pergantian tahun kali ini.
“loe udah siap ngutaraain
semuanya ama dia”Tanya ryan
“hum…gue ngak mau boongin kata
hati gue lagi”
“gitu dong….baru namanya
cowok..loe harus berani..walau gue tau loe pasti bakalan ditolak”kata ryan
sambil tertawa
“sialan loe”
“tenang aja…ara pasti nerima loe
kok”timpal heru yang juga turut ngadirin acara tahun baru mereka.
“hum…..maybe”kata angga ragu.
Detik-detik pergantian tahun pun
dimulai. Tiba-tiba lampu asrama menjadi padam.
“kok padam sih”Tanya ara sedikit
kecewa
“ngak bakalan lama kok”kata dini
“kok loe tau..emang loe pegawai
PLN apa”
“liat aja ntar”
Tiba-tiba lampu mulai menyala.
Belum sempat ara membuka mulut….tiba-tiba angga udah berdiri dihadapannya
sambil memegang setangkai bunga mawar dan membungkuk bak seorang pangeran yang
sedang melamar sang putri
“”mau ngapain loe”Tanya ara
penasaran
“ra..gue mau ngomong sesuatu”
“bukannya dari tadi loe ngomong”
“loe dengerin dulu kenapa
sih”kata angga ketus karena ara selalu menanggapi semuanya dengan becanda
“ehm..ehm..ra..gue sebenanrnya
udah lama suka am aloe….ejak pertama kali ngeliat loe…gue udah suka am aloe…
dan mala mini disaksikan semua anak asrama..gue mau ngutarain semua perasaan
gue…kalau sebenarnya gue suka am aloe….loe mau ngak jadi pacar gue”Tanya angga
penuh harap-harap cemas
“gimana ya nga….gue bingung..loe
taukan….gue baru putus dari jimmy ”
“tau..tapi gue bakalan yakinin
loe…kalau gue ngak bakalan seperti jimmy ”
“hum..tapi gue mau nanya satU hal ama loe”
“apa”Tanya angga penasaran sambil
berdiri karena kakinya udah kesemutan
“apa bukti kalau loe suka ama
gue”
“hum…hum….apa ya”jawab angga
bingung
Semua orang yang ada disitu juga
jadi semakin bingung
“huh udah gue duga”kata ara sinis
“hum gini ra…bukti cinta gue am
aloe…..kalau loe mati gue bakalan nangisin loe selama tujuh hari tujuh
malam”kata angga sambil tertawa
“ikh sialan loe..jadi cinta loe
am ague sebatas gitu doing…..makan tuh bunga”kata ara kesel sambil melempar
bunga kearah angga.
Semua tertawa melihat hal itu
“pengen jadian aja ribet”kata
ryan mengakhiri komentarnya.