Pertama kali datang ke tempat itu aku merasa seperti orang asing yang berada di negeri antah berantah. Entah lah...saat itu aku merasa asing dan menyesal dengan keputusan yang aku ambil untuk datang ke tempat ini. Aku bahkan mencoba untuk berhenti bahkan sampe gak muncul-muncul selama dua hari berturut-turut. Aku bahkan berpikir aku gila karena sempat berpikir untuk datang ke sini.
Namun, semua orang meyakinkan kalau semuanya baik-baik saja, bahkan ini keputusan yang tepat. Aku tentu saja menolak dengan semua pernyataan itu. Hey...bagaimana aku bisa setuju kalau hati aku saja menentangnya. Namun, setelah pertimbangan beberapa hari dan beberapa hal akhirnya aku nekat untuk datang lagi ke tempat itu. Mencoba untuk mencoba kembali.
Aku kembali muncul, dan aku kembali menjadi orang asing yang terdampar di negeri antah berantah. Namun, kini aku mencoba untuk beradaptasi, dan Alhamdulillah aku diterima dan dapat beradaptasi dengan keadaan
Pertama kali aku melihat mereka, aku memikirkan banyak hal. Melihat mereka yang berjalan dengan meraba dan tuntunan tongkat putih. Atau melihat mereka yang saling berkomunikasi dengan memberikan kode-kode tangan. Aku terenyuh. Aku berpikir, apa yang ingin mereka lihat di dunia ini atau apa yang mereka ingin ucapkan di dunia.
Ya...semua orang pasti memikirkan perasaan orang tua mereka, tapi aku lebih memikirkan perasaan mereka yang terikat dalam kekurangan. Aku bertanya apa yang dapat mereka lakukan dalam keterbatasan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, Allah SWT menunjukkan kuasanya, ternyata mereka-mereka yang memiliki kekurangan justru memiliki banyak kelebihan yang bahkan tak terpikirkan oleh orang-orang seperti kita.
Siapa yang akan menduga mereka yang tak memiliki kemampuan melihat cahaya dan dunia serta isinya memiliki kualitas suara yang tak bisa diragukan, bahkan memiliki kemampuan memainkan alat musik tindis hitam putih -piano-, yang bahkan aku tak pernah mencoba untuk menyentuhnya.
Bukan hanya mereka yang memiliki keterbatasan fisik yang memiliki kelebihan. Mereka yang memiliki keterbatasan mental pun, memiliki hal-hal yang bisa dijadikan contoh bagi kita-kita yang memiliki mental bagus. Tapi melihat perilaku anak-anak ini membuat ku yakin, kalau mereka jauh lebih memiliki mental yang lebih baik dari orang normal. Mereka mampu melakukan kegiatan tolong menolong, berbagi bahkan tanpa mereka tau maksud kegiatan mereka itu.
Mereka pun memiliki ambisi dan cita-cita. Tak mempedulikan pandangan miring dari orang-orang, mereka masih mau berusaha, bahkan terus berjuang menuntut ilmu demi masa depan yang cerah.
Aku belajar banyak hal dari kekurangan mereka. Aku belajar untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT telah limpahkan pada ku. Selama ini kita mengabaikan hal-hal kecil yang bahkan menurut kita tak memiliki arti apa-apa. Namun, setelah melihat mereka dan perjuangan mereka yang terus berjuang untuk maju, Aku menyadari banyak hal, kalau aku tak pernah mensyukuri apapun selama ini. Selalu mengeluhkan sesuatu yang terasa sepele, bahkan menganggap remeh hal-hal tertentu.
Ternyata segala hal kecil memberi arti bagi mereka. Keberadaan kita pun ternyata terasa berarti bagi mereka.
YA...DAN KINI AKU MEMUTUSKAN UNTUK MENGABDIKAN DIRI DEMI MENDIDIK MEREKA, ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. MEREKA BUKAN UNTUK DIHINA, DIHINDARI APALAGI DI KUCILKAN. NAMUN, MEREKA HARUS DIBERI KEPERCAYAAN DAN BANTUAN DENGAN IKLAS.
0 komentar:
Posting Komentar