Hari ini seluruh mahasiswa tengah sibuk belajar menyiapkan
diri untuk mengikuti ujian evolusi bersama dosen terkiller bu Matilda. Semua
anak menyiapkan berbagai peralatan penyelamatan diri yang biasa mereka sebut
“pelampung”. Celo gadis yang bernama lengkap Shelomita, yang biasanya terkenal
sebagai ratunya para ratu terlambat, hari itu datang lebih awal…bukan untuk
belajar tapi untuk memilih tempat yang paling strategis..dimana lagi kalau
bukan pada deretan paling tengah. Selain berdekatan dengan vivian cewek
terpintar di kelasnya juga sangat strategis untuk menyontek dan mengeluarkan
segala macam alat pengamanan yang udah disiapkan dua hari sebelum maju
berperang.
“tempat duduk sangat menentukan nilai” inilah semboyan
kembanggan celo dalam hidupnya saat mendekati ujian.
Tapi hari itu lain dari biasanya, sebab tempat duduk yang
biasa di tempati oleh vivian malah ditempati oleh Raka, teman sekelasnya yang
paling tidak pernah akur dengannya. Mereka sering mendapat gelar sebagai tom
and jerry entahlah siapa diantara mereka yang bakalan bertindak sebagai Tom dan
siapa pula yang bakalan jadi Jerry, itu hanya mereka berdua yang tau.
Belum sempat Celo protes..tiba-tiba dosen yang sering
berjalan bersama sahabat sejatinya yaitu buku “theory the origin of species”
karangan Darwin langsung masuk ke ruangan. Tanpa ada sepatah kata yang keluar
dari bibir dosen itu tiba-tiba suara anak-anak yang tadinya ribut langsung aja
terhenti dan suasana kelas menjadi benar-benar sunyi senyap. Andaikan ada jarum
jatuh pasti bakalan kedengaran. Terkadang melihat bu matilda memegang buku
evolusi itu celo sering mengumpat dalam hatinya “huh ini ibu dari sekian banyak
buku evolui kok doyannya ama buku itu sih..pengen tau tentang asal usul
leluhurnya kali ya..”. Buku evolusi itu menjelaskan tentang teori asal mula
manusia yang katanya berasal dari seekor kera. Emang ada yang mau disamain ama
kera???????????
Oke balik lagi ke cerita…
Tanpa aba-aba bu Matilda segera menyebarkan soal ujian.
“tenang aja kan masih
ada Rere” pikir Celo santai mengingat masih ada tentara bantuan yang duduk
di belakangnya yang juga merupakan salah satu mahasiwi pintar diruangan mereka.
Namun kegembiraannya itu harus segera berakhir begitu melihat bentuk soal yang
berbeda-beda pada tiap mahasiswa, jadi soal dia dan Rere pastilah berbeda. Dia
hanya tertunduk lesu begitu membaca semua soal yang ada
“mati gue..bakalan
isi pake apaan nih soal…aduh..kok hari ini apes banget sih..ngapain juga si
Raka duduk disini..kalau Vivian kan masih bisa dimitai bantuan..TUHAN tolong
hamba-MU yang cantik ini..hari ini adalah akhir dari riwayat gue” pikirnya
dalam hati sambil memukul jidatnya.
Dia menoleh ke kiri dan kanan, emang sih saat itu ada juga
mahasiswa yang bengong kaya dia, namun kemudian orang itu mulai menundukan
kepala dan menulis serangkaian kalimat di kertas ujiannya. Dia juga awalnya
bengong kemudian mulai menundukan kepala..bedanya jika temannya menulis dia
hanya memandangi kertas jawabannya yang bertuliskan angka 1.yang artinya nomor
soal yang mestinya dijawab. Terbayang sudah wajah bu matilda yang memegang
trisula yang terbakar dengan kobaran api tinggi di tambah tanduk yang keluar
dari kepalanya plus gigi taring yang siap mengoyak tubuhnya.
Dia menoleh kearah Raka seolah memberi sinyal pertolongan “SOS”
pada cowok disampingnya itu. Sayang Raka hanya melirik sekilas dan memeletkan lidah
tanda mengejek. Tiba-tiba dia menuliskan sesuatu pada potongan kertas yang
kemudian diberikan pada cello
“Pengen pintar????makanya BELAJAR”
Melihat tulisan itu Celo segera meremas-remas kertas itu
hingga tidak berbentuk
“dasar sialan..gue
tau bakalan kaya gini jadinya kalau mengharap sama nih manusia..awas aja loe
Raka, gue balas loe entar”
Satu jam telah berlalu dan tulisan di kertas cello pun
belum berubah dan belum mengalami penambahan. Karena tidak ada lagi tempat
menaruh harapan dan menggantugkan nasib..maka dengan niat yang tulus dan
memohon perlindungan dari yang mahakuasa..dia segera menuliskan beberapa
kalimat yang panjang hampir sepanjang sungai nil. Dan keajaiban kembali terjadi
dia maju ke depan untuk mengumpulkan kertas ujiannya. Dia yang biasanya paling
akhir mengumpulkan kertas ujian hari itu mencetak sejarah menjadi yang pertama
ngumpulin jawaban, bahkan mengalahkan Vivian dan Rere.
“akh kelar juga deh”keluhnya lumayan senang dengan
mengembangkan senyuman manis dibibirnya saat dia nongkrong di parkiran
“wah hebat banget loe Cel..pasti semalam loe belajar
keraskan…wah Cel gue aja udah mau pingan pas ngebaca soalnya pertama kali…semua
daya dan upaya telah gue keluarin tapi tetep aja gue ngak bisa jawab. Duh cel,
gue bakalan dapat nilai apaan nih dari bu matilda…”timpal Mery
“belajar keras pala loe peang??”
“trus kok loe bias tau jawabannya semua sih” Tanya Mery
dengan wajah heran
“kata siapa gue tau semua jawabannya???”
“lah tadi kan loe ngumpul duluan jawaban ujiannya..”
“Mery sayang…….ngumpul duluan bukan berarti tau semua kan…’
kata Celo sambil menggantungkan lengannya dipundak sahabatnya itu
“trus kalau loe ngak tau..loe isi apaan dong tadi”
“curahan hati gue’ kata cello sambil tersenyum kecut
Mendengar jawaban temannya itu seketika juga tawa yang
keras mulai meledak di tempat itu
“wah bisa-bisa nilai loe juga bakalan hasil curhatan bu
Matilda” goda Mery lagi.
Tawa mereka berhenti begitu Raka melintas depan mereka dengan
motor Kawasaki ninja miliknya.
“ukh dasar sialan ” gerutu Celo
“sialan kenapa Cel??” Tanya Mery penasaran
Diapun menceritakan kisahnya saat ujian tadi ketika diberi
potongan kertas oleh Raka. tawa mery yang udah berhenti kembali pecah mendengar
nasib sahabatnya itu.
********************************************************************************
Sedang asiknya
nongkrong di parkiran seorang diri sebab Mery telah nyelonog kabur dengan
pacarnya yang juga teman mereka Dino, dia terpaksa duduk sambil mendengarkan
music melalui hp yang terpasang Hedset sambil menyeruput es cendol
‘’nyami..nyami..nyami”
kata cello dengan nikmatnya
“udah lama ya?” Tanya
seorang cowok yang ternyata Bryan yang merupakan seniornya sekaligus pacarnya
“baru aja”
jawabnya..bohong tuh padahalkan dia udah dari tadi jamuran, kudisan dan panuan
diparkiran
“pulang yuk”
“ok”
Cello segera masuk ke
dalam sedan hitam milik Bryan, kemudian dia diantar pulang
“take care”kata cello
begitu turun dari mobil
“ok”jawab bryan sambil
melambai dan menancap kembali gas mobilnya. Dia benar-benar melaju dengan cepat
seolah terburu-buru. Tapi emang dia sangat terburu-buru karena katanya bakalan
latihan basket ama teman-temannya.
Celo segera masuk ke
kamarnya lalu membantingkan dirinya di tempat tidurnya yang empuk
“tok..tok..tok.”
“SIAPAAAAAAA???”
teriaknya kesel begitu mendapati pintu kamarnya yang sedang di ketok seperti
ada keadaan yang darurat…apalagi saat itu dia baru aja mencoba memejamkan
matanya.
“gue”teriak seorang
cowok yang tanpa menyebutkan nama pun udah dapat ditebak kalau itu Jeremy kakak
Celo satu-satunya.
Walau kesel dia segera
membuka pintu
’”ada apa?”Tanyanya
masih dengan nada jutek
“temenin gue ya ntar
malam”
“kemana??”
“ulang tahun temen
gue”
“huh loe pasti
berencana nyariin gue pacar lagi kan..Jer kan udah gue bilang gue udah
punya..”belum sempat dia melanjutkan perkataannya tiba-tiba kakanya itu menutup
mulut nya dengan telapak tangannya
“bryan kan..gue udah
tau..tapi gue ngak suka ama dia..kenapa sih loe pacaran ama dia”
“lantas gue mesti
pacaran ama siap?? Eloe?”Tanya cello ngak kalah ketusnya
“udah akh bawel deh
loe, gue kesini bukan mau ngebahas soal pacar loe tapi gue mau ngajakin lo ke
ulang tahun Nina”
“nina?? Sapa tuh?pacar
baru loe lagi??”
“bukan..pokoknya
bentar malam loe mesti dandan yang cantik”lanjut Jeremy sambil berlalu
meninggalkan kamar adiknya
“awas kalau
jelek”lanjut Jeremy lagi
Walau kesel tapi
sebenarnya Celo selalu memenuhi permintaan kakak sematawayangnya itu. Semenjak
kedua orang tuanya meninggalkan mereka harus dibesarkan oleh kakek dan neneknya
dan meninggalkan rumah mereka. Namun ketika SMA mereka memilih kembali ke rumah
itu. Karena hal itulah Jeremy berperan sebagai ayah, ibu sekaligus kakak buat
cello. Dia sangat perhatian terhadapnya..walau terkadang dia juga bisa dibilang
over protektif terhadap Celo. Tapi Jeremy sangat menyayangi adiknya itu,saking
sayangnya dia selalu mencarikan pacar buat cello dari kalangan teman-temannya
yang udah di kenalnya, walau dia tau cello udah pacaran ama bryan. Namun dia
tidak menyukai Bryan untuk mendapatkan adik sematawayangnya itu.
“udah siap??”Tanya
Jeremy pada cello begitu mendapati adiknya yang udah dandan bak seorang putri
dengan gaun selutut berwarna biru, ditambah lagi sedikit make-up yang membuat
wajahnya tambah berseri-sei
“lets go”jawab cello
santai
Dengan menggunakan
sebuah mobil mereka berjalan menuju sebuah perumahan yang sangat mewah. Disalah
satu rumah tampak ramai oleh kumpulan orang, dan itulah rumah Nina. Mereka
segera turun dari mobil, Jeremy segera menemui Nina dan memberikannya sebuah
kado. Menyusul di belakangnya Celo.
“Happy Birthday”kata
cello sambil menyalami cewek cantik di depannya
“thak you’jawab Nina
manis
Tanpa banyak komentar
dia segera berlalu meninggalkan kakaknya yang ngobrol bersama Nina, dan mulai
keliling mencicipi semua jenis makanan yang ada
“waw ini kelihatannya
enak”katanya sambil mengambil sepotong kue brownis
“ini juga..ini
juga..ini juga dan ini”lanjutnya lagi sambil mengambil semua jenis kue yang
menurutnya enak. Piring bawaannya terisi penuh dengan kue
“ngak malu loe makan
sebanyak itu”timpal seseorang yang tiba-tiba muncul disamping cello
Dengan wajah yang
lumayan malu dia berusaha menghadapkan wajahnya ke orang yang baru aja
menegurnya
“hah loe’katanya kaget
begitu mendapati orang itu Raka
“ngapain loe disini”Tanyanya lagi
“ngak salah?kayanya yang mestinya nanya itu gue..ngapain
loe disini”
“guee?? Gue kan tamu…gue diundang ama Nina..nah loe
ngapain..mau ngemis makanan”
“ngak salah??gue tuh…”belum sempat dia melanjutkan
kata-katanya tiba-tiba Nina segera memanggil namanya untuk naik ke panggung dan
memainkan sebuah piano untuk menghibur para tamu”
Cello begitu kagum mendengar lagu yang dimainkan oleh raka
“hebat juga tuh anak”
“mau dansa”tawar seseorang
Dengan halus dia menolak tawaran orang itu dan memilih
duduk dipojok ruangan sambil menghabiskan kue-kuenya.
******************************************************************************
“loe suka ya ama Nina”Tanya cello begitu mereka telah
kembali masuk mobil dan pulang
“kata siapa’jawab Jeremy santai
“kata gue barusan…loe budeg ya”
“dia hanya temen gue kok”
“temen apa demen’
‘temen..’’
“akh masa sih”kata cello menggoda kakaknya
“tapi gue setuju kok”
Mendadak mobil itu segera berhenti karena jeremy tiba-tiba
menginjak rem.
“duh loe mau bunuh gue’teriak cello histeris karena kepalanya
kejedot
“loe bilang apa tadi”Tanya Jeremy antusias
‘”loe mau bunuh gue”lanjut cello lagi mempertegas
“bukan yang itu”
“yang mana sih akh”gerutunya kesel masih sambil memegang
jidatnya yang kemungkinan besar besok bakalan langsung benjol
“loe setuju??serius loe Cel”Tanya Jeremy lagi ngak percaya
“setuju?? Gue setuju apaan?”gantian kini Cello yang bingung
“soal Nina??”
“Owh..liat ntar” jawab Celo sambil seyum-senyum
******************************************************************************
Bu matilda membagi nilai hasil ujian mereka..dan bener aja
apa yang diramalkan Mery ternyata Celo mendapatkan nilai hasil curhatan bu
matilda 25. Dengan mata melotot dan wajah yang mirip jin dia berteriak
memanggil nama cello. Dengan takut dia maju kehadapan bu matilda. Dihadapan 69
mahasiswa dia mengumumkan kalau nilai terendah diperoleh Shelomita…yaitu
“plis bu jangan
disebut..tolong bu..ya tuhan datangkan mukzizat-Mu hari ini..oh noooo”
“gak usah disebut bu”teriak raka memotong pembicaraan bu
matilda
“akh syukurlah..duh
untung ada tuh anak”
“soalnya ngak disebut udah ditau kok kalau nilainya itu
pasti ngak bakalan lebih dari 30”lanjut Raka lagi sambil tertawa yang diikuti
pula oleh tawa seluruh anak
“huh sialan loe Raka
awas aja loe gue balas ntar” geramnya kesel sambil mengempalkan tinju.
“Shelomita..untuk memperbaiki nilai kamu ibu minta kamu
ngebuat sebuah makalah yang membahas tentang evolusi mahkluk hidup”lanjut bu
matilda lagi
Walau sebenarnya kesel dia tetap menganggukan kepalanya
juga.
Dia mulai serius mengerjakan tugas yang diberikan ama bu
matilda, namun dia juga tidak melewatkan kesempatan untuk jalan bareng ama
Bryan. “tugas ya tugas..ngedate ya ngedate”katanya senang walau tau tugasnya
sangat berat. Dia juga minta bantuan ama mery sahabat baiknya itu. Dengan
sekuat tenang Mery pun mencarikan berbagai macam artikel yang berhubungan ama
tugas dari bu matilda itu.
“akh kelar juga”teriaknya senang begitu selasai mengerjakan
tugas. Dan saat itu matanya benar-benar udah mau tertutup soalnya udah jam 1
malam. Tanpa merapikan tumpukan kertas yang berserakan dia segera tidur
berdampingan dengan laptopnya di lantai yang beralaskan karpet.
Esoknya dia ngumpulin tugas. Setelah itu dia segera ke
kantin menemui Bryan yang udah menunggunya dari tadi
“lama amat sih…ngapain aja”bentak bryan begitu cello sampai
ditempat duduknya
“baru ketemu bu matilda..habis ngumpulin tugas”
“makanya jangan oon dong..malu-maluin aja”bentak Bryan lagi
Cello merasa sedih mendengar perkataan itu, soalnya
kata-kata sesadis itu diucapin oleh pacarnya sendiri
‘’ikh brengsek banget tuh cowok,,,ngak ngerti perasaan
cewek aja”gerutu Mery kesel yang mendengar perkataan Bryan pada Celo
“huh”sambung Dino
“bukan urusan kita”lanjut Raka dengan santainya sambil
memasukan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
Yang lebih mengagetkan cello tiba-tiba meninggalkan kantin dengan
raut wajah yang sangat sedih. Bryan mencoba menyusulnya, namun begitu melintas
disamping Raka, tiba-tiba Bryan terjatuh, soalnya kesandung kaki Raka yang
dengan sengaja di panjangkannya.
“Ukh”gerutu Bryan kesel sambil memukulkan tinjunya ke
lantai.
******************************************************************************
“loe ada masalah apa sih ama gue”kata Bryan dengan emosi
yang udah ampe ubun-ubun sambil memegang kerah baju Raka
“santai dong bro”kata Raka sambil melepaskan pegangan
tangan bryan
‘’loe kenapa sih??”Tanya Raka lagi
“ngak usah sok bego deh loe..loe kan yang ngaitin kaki gue
kemarin saat di kantin”
“kenapa emang”tantang raka lagi
“kenapa???asal loe tau
ya…ngak bakalan ada orang yang selamat kalau berurusan ama Bryan”
“loe ngancamin anak
kecil…loe pikir gue takut”tantang Raka lagi ngak kalah tegarnya
Sambil mengacukan jari
tengahnya Bryan segera meninggalkan raka dan dino
Bryan ini anak salah
seoarang Donatur kampus. Orang tuanya memiliki pengaruh yang sangat besar. Dia
menjadi mahasiswa yang sangat berkuasa di kampus juga karena pengaruh ke kuasaan
orang tua. Namun dari segi otak nol besar. Sangat berbanding terbalik dengan
raka yang memiliki kualitas otak diatas rata-rata.
“ngapain sih loe
nantangin Bryan”kata Dino cemas
“ngak apalah..lagian
dia bisa apa sih..yang kaya kan bokapnya..udahlah..santai aja”
“loe nih santai
mulu..kalau loe dikeluarin gimana”
“cari kampus lain
lagi……..gampang kan”kata Raka lagi.
*******************************************************************************
“ngapain loe senyum-senyum..seneng
amat..habis menang lotre ya??”Tanya cello heran begitu mendapati kakaknya yang
senyum-senyum dan duduk di sampingnya
“huhuhu”kata Jeremy
santai sambil menggelengkan kepalanya. “ini lebih dari lotre”
“akh loe nemu peta
harta karun pas ngebersihin kamar loe kan..atau loe udah nemu hartaya..wah kita
bakalan jadi miliarder”kata cello dengan mata berbinar-binar
“ngaco aja loe”kata
Jeremy kesel sambil mendorong kepala adiknya untuk menyadarkannnya dari lamunan
yang paling mustahil di dunia,.
“trus apaan”
“gue udah jadian ama
Nina”
“hah..syukur
deh.akhirnya kakak gue laku juga”timpalnya sambil tertawa.
Sebenarnya Jeremy
pengen ngebals ledekan adiknya itu, tapi tiba-tiba hp nya bordering dan nama
Nina udah ngiasin layar kaca hpnya
“huh jangan kebanyakan
ngerayu entar keriting juga tuh kuping”goda cello lagi begitu kakaknya beranjak
ke kamar.
Sore itu dia janjian
untuk nonton bareng ama Bryan. Dengan semangat 45 diapun segera dandan, dan
bergegas naik taksi menuju ke bioskop tempat mereka janjian. Hari itu pemutaran
perdana film Avatar.
“sory sayang gue ngak
bisa ke sana..soalnya anak-anak dadakan ngadain latihan”kata Bryan yang
dikirimnya lewat sms
Walau kecewa dia tetap
mengiyakan juga hal itu. Dia berencana untuk pulang ke rumah karena malas jika
harus nonton sendiri.
“Cel”teriak Mery yang
juga datang kebioskop bareng Dino
“hai Mer…”sapanya
manis
“kok sendirian..katanya
bareng Bryan”
“dia ngak bias datang soalnya
dadakan ada latihan..”
“owh..ya udah bareng
aja yuk”
“malas akh entar gue
jadi obat nyamuk lagi”
“kata siapa..udah lah
bareng aja ketimbang sendiri??”timpal Dino
“ngak akh gue
berencana mau pulang kok..ngak enakkan ganggu kalian berdua”
“akh kita ngak cuman
berdua…ada juga raka..tapi dia lagi mesen minum ama popcorn”terang dino lagi
“nih…”kata Raka yang
datang dengan 3 gelas cola dan 3 popcorn. Dia terkejut melihat cello yang juga
ada di situ
“ngapain loe
disini??”Tanya Raka heran
“ya nonton lah”jawab
cello ketus
“pengawal loe mana”
“pengawal??owh cowok
gue. Dia punya nama tau..namanya BRYAN”
“oke..mana dia ampe
loe nyasar disini”
“bukan urusan loe..loe
bukan bapaknya kan”kata Celo lagi.
“udah berantem
mulu”teriak Mery dan Dino. Akhirnya mereka berempat pun langsung masuk ke
gedung bioskop. Ternyata tempat duduk yang mereka pesan berbeda nomor kursi,
Mery dan Dino berdekatan, ternyata nomor kursi cello dan Raka juga berdekatan.
Karena terpisah deretan akhirnya mereka menuju tempat duduk masing-masing.
Lampu ruangan mulai di
padamkan…tandanya pemutaran film akan segera dimulai.
“nih”kata raka
menawarkan minuman dan makanan pada cello
“ngak usah”
“kenapa? Soalnya yang
ngasih bukan Bryan”
“ngak juga…cuman gue
pengen focus aja nontonnya”
“udah ambil dari tadi
loe pengen minum kan”
“udah ngak usah”
“gue ngak menderita
virus flu burung kok..nih semua steril..gue masukin ke ruangan pembersih dulu
tadi”
Sambil tersenyum cello
mengambil minuman dan makanan yang ditawari Raka, tak lupa pula dia nawarin
kembali popcorn itu pada raka. Melihat hal itu mery dan dino hanya tersenyum.
******************************************************************************
“gimana acaranya
kemarin..bagus ngak”Tanya bryan begitu cello udah ada di pinggir lapangan
dengan sebotol softdrink dingin yang diperuntukan untuk pacar tersayang
“seru banget”jawabnya
riang
“owhh..syukur
lah..maaf ya soal kemarin harus latihan..padahal gue pengen banget nonton
bareng ama kamu”
“ngak apa-apa
lagi..lagian juga ada Mery, dino ama Raka”
“raka??”Tanya Bryan
kesel
“hum kami nonton
bareng kok loe ngak usah cemes”
“gue ngak suka loe
dekat-deket ama dia”
“dia baik kok ya walau
lumayan jahil sih”
“pokoknya aku ngak
suka”bentak bryan lagi
“kamu cemburu??duh
bryan pacar aku hanya kamu..lagian aku ngak ada hubungan apa-apa kok ama
raka..hanya temen ok.jadi relax aja..gue jamin itu”
“oke gue pegang
kata-kata loe”
Sebenarnya cello mulai
ngak suka ama perubahan sifat bryan yang belakangan mulai jadi overprotektif,
bahkan dia sering ngelarang cello untuk ngumpul bareng teman-temannya. Tapi
yang paling ngebuat cello kesel adalah setiap kali ngebuat janjian ketemuan
pasti bakalan langsung dibatalin dengan seribu satu macam alasan. Tapi cello tetap berusaha memahami semua itu.
Hari ini kelas mereka
ngadain rencana untuk berlibur ke pantai. Semua udah nyiapin perlengkapan dan
persediaan untuk nginap. Kebetulan di sana mereka akan nginap di rumah pantai
milik kenalan keluarga Rere teman sekelas mereka. Pemandangan dan suasana angin
pantai yang sejuk membuat semua anak merasa senang dan melupakan tugas kampus
yang menumpuk.
“disini kalau malam
sangat dingin..dan banyak binatang melatanya selain itu juga banyak
nyamuk”terang kepala pengurus rumah pantai itu
“toiletnya ada di
sebelah sana”lanjut bapak itu sambil menunjukan letak toilet yang berada jauh
dari rumah pantai.
“kalian harus
hati-hati..dan selamat berenang-senang”
“oke paaaaaaaaaaaaaaaaaaaak”teriak
mereka semua.
Mereka mulai
menyiapkan makan malam, soalnya mereka nyampai udah ore banget,
Dengan bekal seadanya
mereka saling berbagi makanan. Mery udah nyiapin makanan khusus buat dino.
Cello juga udah nyiapin makanan khusus untuk dirinya.
Selesai makan malam
semua anak lalu ngumpul di luar dan membuat api unggun. Sambil mengelilingi api
unggun mereka menari dan bernyanyi diiringi petikan gitar dari Rafael, modi,
dan raka. Tidak di hiraukannya dinginnya angin pantai pada malam hari. Setelah
asik bersenang-senang semua lalu masuk
ke kamar dan bersiap menuju alam tidur. Dari tadi cello hanya
mengguling-gulingkan dirinya di kasur. Di satu tempat tidur mereka harus tidur
berenam, namun laki-lakinya harus melantai. Saat itu dia benar-benar tidak bias
memejamkan matanya. Walau udah berusaha dengan berbagai upaya dia tetap juga
ngak bisa tidur, padah udah jam 1 malam. Dia berusaha memikirkan berbagai macam
hal yang bias membuatnya tertidur. Sebenarnya matanya udah bener-bener
ngantuk,,,namun karena rasa pipis yang teramat sangat dia jadi tidak bisa
tidur, dia berniat menahannya dan bakalan kencing pagi harinya, ternyata malah
menyebabkan perutnya sakit. Dia berusaha untuk ke toilet, namun karena
toiletnya yang terletak di luar dan agak jauh dari rumah dia jadi takut apalagi
jam 1 malamkan merupakan jam dimana menurutnya para hantu berkeliaran. Apalagi
dia paling takut amahal itu. Dia tidak tega juga membangunkan teman-temannya.
“daripada mati mending gue keluar” pikirnya nekat.
Diapun mulai keluar
dan berjalan dengan pelan-pelan. Tidak lupa mulutnya komat-kamit melantunkan
ayat suci Alquran yang di hapalnya. Begitu melihat sesosok manusia yang
duduk-duduk di bawah pohoh kelapa depan teras yang hanya disinari lampu 5
watt…dia segera memejamkan matanya sambil tetap berdoa dalam hati
“astaga itu mahkluk
halus apa mahkluk kasar ya…duh celo santai aja…loe ngak ngeliat apa-apa kok..duh
numpang..numpang..numpang”katanya gemetaran sambil ngucapin kalimat itu dengan
suara yang walaupun pelan dapat terdengar jelas karena udah sangat larut.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya
“ampuuh..hantu jangan
makan saya..maaf,…”katanya sambil histeris
“woi ngapain sih
loe”bentak seorang cowok yang ternyata raka.
Melihat raka dia lalu
melihat kakinya, mencubit tangannya
“aw..ngapain loe
nyubitin gue”
‘”mau ngebuktiin loe
hantu apa orang”
“huh dasar stress. Mau
ngapain sih malam-malam gini..udah tau penakut ngapain juga keluar”
“takut?? Siapa juga
yang takut…gue hanya kaget tau”
“owh gitu..harga diri
loe tinggi juga ya..btw mau ngapain loe”
“gue mau pipis”katanya
pelan
“owh..loe tau
toiletnya kan”
“hum…tapiiii”
“tapi apa?? Loe ngak
takut kan?”
“hah ngak lah”katanya
mencoba berani
“ya udah gue masuk
dulu ya..hati-hati loh..”
Belum ada selangkah
Raka berjalan tiba-tiba cello menahan tangannya dengan wajah memelas dia
memohon kepada raka untuk menemanimanya. Dia pun mau menemanni Celo
“raka…loe masih disitu
kan”
“bawel deh..berisik
amat sih loe”
“loe jangan kemana-mana
ya…”
“ekh kalau loe berisik
bakalan datang..datang..”raka sengaja menggantungkan kata-katanya, tidak cukup
2 detik Celo segera keluar dari toilet
‘’datang apa?”Tanyanya
penasaran tapi lebih tepatnya takut
“datang
perampok”katanya sambil tersenyum melihat wajah cello yang benar-benar
ketakutan.
Esoknya mereka semua
lalu berenang di pantai.tidak lupa mereka menyiapkan kamera untuk menyimpan
kenang-kenangan mereka. Raka yang bertugas untuk ngambilin foto.
******************************************************************************
Mereka semua kembali
bergulat dengan aktifitas kampus yang seabrek. Matakuliah hari itu diawali
dengan bahasa inggris,,jika matakuliah yang lain celo paling lemot,maka untuk
yang satu ini dialah masternya. Baginya bahasa inggris seperti makan permen
karet…
“itu mah
gampang”katanya sambil menjentikan jarinya.
Maka setiap kali
pembuatan tugas rata-rata mahasiswa meminta jawaban darinya..terkadang pula
vivian atau rere meminta beberapa contekan.
“wah…liat tuh vivian
aja nyontek ama gue.lumayan lah ternyata gini..gini gue berguna juga”katanya
bangga kalau melihat banyak mahasiswa menyontek jawaban darinya.
Saat ini pak Edi
memerintahkan mereka untuk membuat sebuah makalah dengan tema bebas yang
dikerjakan secara berkelompok. Kebetulan cello berkelompok ama raka, Mery dan
juga dino.
“wah enak banget tuh
kelompok…udah ada Raka tambah lagi ama cello, lagian dino ama merykan pintar
pula…”gerutu sebagian mahasiswa yang merasa tertindas ama pembagian kelompok
itu.
Namun ketika palu
sidang udah dijatuhkan maka tidak ada lagi ba..bi..maupun bu untuk memprotes
keputusan sidang. Artinya mereka harus terima kaputusan pak Edi.
“besok kita ngadain
pertemuan ”terang raka pada mereka
“buat apaan Ka”tanya
cello bingung
“ya ngebahas soal tugas
kita lah..emang mau ngapain lagi”
“oooooo”jawabnya
singkat.
Mereka lalu nentuin
waktu dan tempat
“interupsi”kata celo
tiba-tiba
“apa lagi”tanya raka
kesel
“besok gue ngak bisa”
“kenapa kucing loe
mati”
“apaan sih..ngapain
juga bawa-bawa kucing…gue udah ada planing mau jalan ama Bryan besok”
Mendadak wajah Raka
berubah menjadi begitu ketusnya
“penting mana loe
pacaran atau ngerjain tugas??”
“pacaran..Ekh maksud
gue tugas”jawabnya malu
“kalau gitu ngak ada
lagi protes besok kita kerja..”
Begitu hendak lagi
membuka mulut, tiba-tiba mery menendang kakinya dan memberikan sinyal untuk
diam dan mengikuti aja apa kata Raka.
“ikh nyebelin banget
sih dia..gue kan udah janjian ama Bryan”keluh celo pada mery begitu tinggal
mereka berdua aja
“sekali-kali ngak
jalan boleh dong”
“tapi kan gue udah
janjian..lagian kan bisa kapan-kapan aja kerjanya”
“cel..udah lah ngalah
dulu ama raka ngak apa kan”
“kenapa bukan dia aja
yang ngalah ama gue”
“loe kan bisa janjian
lagi ama Bryan sementara tugas ini gak bisa pake acara janjian ama pak edi buat
ngumpulnya..loe mau nilai loe juga pake acara janjian dulu baru dikeluarin”
“ya ngak lah”gerutunya
kesel
“ya udah kita kerja
aja besok”
Mau ngak mau dia
akhirnya setuju juga buat ngerjain tugas.
Mereka semua udah
ngumpul ditemapat yang udah ditentuin..kecuali Celo yang belum juga nongol
batang hidungnya. Entah apa yang terjadi tapi saat itu bisa dipastikan kalau
Raka bener-bener kesal dibuatnya. Dia terkenal sebagai orang paling ontime dan
paling kesel ama orang yang paling lelet.
“duh cel loe kemana sih..kok nekat banget buat
telat..mati loe hari ini..loe kayak ngak kenal raka aja”kiriman sms mery pada celo
“ada apa sih”jawaban sms celo
“loe gimana sih hari
inikan kita bakalan ngerjain tugas dari pak edi…udah tau raka benci orang lelet
loe masih juga nekat..loe dimana”
‘”mati gue..gue lupa
mer,,sekarang gue lagi jalan ama bryan di tempat dia latihan basket”
“gila loe..cepat
kemari”
“ok..ok”
Dalam hitungan 15
menit celo udah sampai ditempat yang dimaksud. Dia tidak datang dengan tangan
kosong, tidak lupa dia membawa sekotak jumbo martabat dengan niat untuk meredam
kemarahan raka. Namun begitu melihat celo raka segera memalingkan wajahnya dan
mulai memfokuskan dirinya pada leptop yang ada di depannya menulis serangkain
kalimat.
“mati gue…”pikirnya dalam hati sambil melirik ke arah mery
Seolah tau isi hati
celo, mery hanya mengangkat bahu tanda tak tahu menahu masalah yang dihadapi
temannya itu
“sory gue telat”kata
celo takut-takut. Namun tidak ada jawaban entah itu dari mery, dino apalagi raka
“gue ngak inget ama
janjian kita hari ini”lanjutnya lagi masih dengan takut-takut.
“kalau janjian ama
bryan loe bisa ingat ya??”kata raka dengan suaranya yang super duper dingin
“yaa maaf..aku ngak
sengaja..lagian kan gue udah disini”
“ini bukan soal loe
disini atau disana..tapi soal komitmen janji loe sendiri…”kata raka lagi dengan
suara yang benar-benar pelan tapi sangat tegas
“orang tua loe ngak
pernah ngajarin loe soal ini ya…??? Huh ngeliat sikap loe yang selalu masa
bodoh gue yakin loe ngak pernah ngedapetin pengajaran yang baik”
Mendengar perkataan
raka itu mendadak wajah celo berubah menjadi begitu pucat dan ada sedikit
genangan air mata disudut matanya. Tidak hanya dia, bahkan mery pun menjadi
benar-benar gak enak hati. Tiba-tiba celo meletakan martabat itu dan segera
berlalu meninggalkan tempat itu. Mery yang beruaha mengejarnya ditahan oleh
raka
“gak usah dikejar..dia
emang gak pernag mau peduliin orang lain”kata raka lagi
“kok loe tega sih
ka”kata Mery dengan suara yang juga mulai meninggi
“udah deh mer dia
emang gak peduli ama tugas ini..dia hanya peduliin dirinya sendiri. Dasar cewek
egois”
“ok dia emang
salah..tapi loe ngak perlu ngucapin soal orang tua kan”
“emang kenapa?bukannya
anak itu ngedapetin pengajaran dari orang tuanya..kalau ngelihat sikapnya kaya
gitu pastilah orang tuanya gak becus ngajarin dia”
“bukannya ngak becus
ka, hanya saja??”
“hanya saja apa”
“dia ngak sempat
ngedapetin pengajaran itu..soalnya orang tuanya keburu meninggal saat umurnya 8
tahun…”kata mery lagi ketus
Mendengar hal itu air
muka raka berubah menjadii sangat menyesal
“dia kehilangan orang
tuanya karena kecelakaan mobil…loe tau dia hanya hidup bareng kakek dan
neneknya bahkan sekarang dia hanya hidup berdua ama kakaknya..loe tega banget
ya ngomong kaya gitu..gue tau ka loe benci banget ama dia,,,tapi loe juga ngak
pantas ngomong kaya gitu..loe ngak pernah kan ngerasain jadi dia.”terang mery
lagi dengan geramnya.
Dia kemudian
meninggalkan raka yang disusul oleh dino
“kok gue ngomong gitu sih”pikirnya sedih.
Dia merasa bersalah
ama Celo, bahkan dia ngak berani buat ngedeketin raka apalagi buat minta maaf
dan ngajakin dia ngomong.
“nih bagian gue..udah
gue susun”terang celo memberikan nbagian tugas yang diberikannya pada raka
Raka tidak langsung
mengambil tugas itu. Namun celo langsung aja membanting tugas itu di meja.
Belum sempat raka mengeluarka sepatah kata celo udah keburu kabur. Dia segera
keluar kelas dan menemui Bryan. Melihat bryan yang datang wajah Raka menjadi
kecut etengah ampun.
“kenapa loe ngak minta
maaf”tanya dino
“takut”
“dia bukan macan yang
suka makan orang kan”
“gue bener-bener
nyesel..gue ngak tau soal orang tua dia”
“gue ngerti…tapi loe
harus berani minta maaf..ok bro..jangan jadi pengecutlah…yang gentle dong”
******************************************************************************
Ketika sedang
asik-asiknya nyaksiin drama korea favoritnya dia menjadi terganggu begitu
mendengar suara ketukan pintu. Mau ngak mau dia juga harus bangkit dan membuka
pintu rumahnya.
“tamu adalah
raja…jangan biarkan mereka menunggu lama”inilah pesan kakek dan neneknya
“ngapain loe
disini”tanya celo ketus begitu melihat sosok raka di depan pintu rumahnya
“ehm gue nyesel ama
perkataan gue kemarin”
“ok gue maafin..hanya
itukan”lanjut celo lagi masih dengan muka ketus
“siapa cel..kok
tamunya ngak disuruh masuk”tanya jeremy dari ruang dapur
“bukan siapa-siapa
lagian tamunya juga udah mau pulang kok..ngak usah repot nyiapin minum
kak”teriak celo lagi
“bener kan loe mau
pulang”
“gue mau minta maaf
cel soal kemarin”
“gue udah maagin..jadi
sekarang loe bisa pulang…”
“gue tau loe masi
belum ikhlaskan loe masih marah..jadi sebelum loe maafin gue dengen ikhlas gue
ngak bakalan pulang”
“ya ampun..terserah
loe aja deh”kata celo lagi sambil menutup pintunya,,,tapi tepatnya membanting
pintunya.
Dia pikir raka bakalan
ninggalin rumahnya…ternyata raka menepati perkataannya untuk ngak pergi sebelum
celo bener-bener maafin dia
“mau jadi satpam tuh anak..lumayan deh punya satpam gratis”
Namun kasian melihat
raka akhirnya dia juga harus nemuin raka lagi dan menyatakan dengan ikhlas
telah memaafkan segala dosa-dosa raka…semoga amal ibadahnya di terima di sisi
Allah SWT…loh emangnya raka udah mati. Tapi raka juga seneng dan segera masuk
ke mobilnya soalnya kakinya udah pegel dari tadi berdiri.
********************************************************************************
Seminggu juga kejadian
itu udah berlalu, raka dan celo pun menjadi lumayan akrab
“gue udah bilangkan
gue ngak suka loe deket-deket ama raka”kata bryan kesel begitu bertemu celo
“kan gue udah bilang
gue ngak ada hubungan apa-apa ama dia..lagian kami hanya temen kok…loe ngak
perlu marahkan”
“pokoknya gue ngak
suka”kata bryan lagi kesel dengan memegang kedua lengan celo
“bryan lepasin sakit
tau”gerutu celo.
“awas aja kalau loe
berani ngedeketin raka…”ancam bryan kesel sambil ninggalin celo yang masih
meringis kesakitan.
“ada apa sih ama bryan
ngak biasanya dia marah kaya gitu…”
Semenjak kejadian itu
celo mulai berusaha menjaga jarak ama raka..
Suasana hati celo saat
itu benar-benar sangat panik…dia membongkar semua isi tasnya seolah mencari
harta karun bersejarah yang telah hilang..tapi itu lebih dari harta
karun..soalnya itu uang yang bakalan digunain buat bayar spp nya..kalau ngak
bayar dia ngak bakalan bisa ngikutin ujian semester yang artinya dia bakalan
ngulangin lagi tahun depannya
“duh dimana sih…kok
ngak ada”katanya cemas..
“ada apa sih??”tanya
mery
“uang bayaran spp gue
kok ngak ada ya”
“masa sih…kelupaan
dirumah kali”
“gue masukin ke tas
kok tadi…duh mer gimana dong”
“renang..cari yang
tenang dong..gue bantuin cari ya”
Mereka kemudian
mencari ke segala penjuru tempat yang di datangi oleg celo hari itu, sapa tau
aja jatuh di jalan. Ternyata hasilnya nihil..
“udah lah mer..ngak
usah dicari”kata celo lagi cemas
“tapi kalai ngak
bayar..loe ngak bakalan bisa ikut ujian kan”
“kan masih ada
besok..gue coba nyari dulu deh dirumah sapa tau ketinggalan”
“ok deh..”
Dengan sigap dia
segera pulang ke rumahnya..gak dihiraukannya teriakan bryan yang memanggil
namanya. Ternyata hasilnya juga nihil. Dengan perasaan kecut dan tak tau
berbuat apa..dia hanya terdiam dan menyembunyikan masalah ini dari jeremy.
Soalnya uang kiriman itu pas banget buat biaya perkuliahan dia. Kakek dan
neneknya bukan termasuk golongan orang berada. Dia masih berusaha
mengingat-ngingat dimana dia meletakkan uang itu ternyata ngak ada.
Keesokan harinya dia
lalu menghadap ke ruangan tempat pembayaran spp
‘’maaf pak bisa ngasih
aku waktu seminggu buat bayar spp??”tanya celo harap-harap cemas
‘”emang ada masalah
apa”
“uang saya hilang pak”
“atas nama siapa”tanya
bapak itu siap mencari data pribadi celo
“shelomita”jawabnya
pelan
“shelomita??”tanya
bapak itu mengulang nama dia
“ya pak”
“loh udah lunas kok…”
‘’hah..kok bisa tapi
saya kan belum bayar pak..bapak salah liat kali..cek ulang deh”katanya gak
percaya
Bapak itu menceknya
berkali-kali bahkan meperlihatkan daftar itu padanya. Dia begitu terkejut
teryata bener bahwa dirinya udah melunasi bayaran spp nya
“kapan bayarnya..apa gue bayar lewat mimpi ya…apa mungkin mery..akh ngak
mungkin…tapi yang tau soal itu kan hanya dia…bryan???gak mungkin??lantas siapa
dong?? ”pikirnya bingung sambil menggeleng-gelengka kepalanya
“ngapain loe”tanya
mery
“mer..loe tau ternyata
spp gue udah lunas”
“loe udah nemuin
uangnya??”
“siapa yang bilang”
“kan loe udah bayar
spp”
“itulah masalahnya…gue
ngak nemu uangnya..pas tadi ngecek ternyata udah lunas..loe yang..”
“ngak lah”potong mery
seolah tau kalau celo ingin bertanya apa dia yang bayarin atau bukan
“lantas siapa dong”
“gak tau..wah
cel..diam-diam loe punya pangeran penelamat ya..”
“apaan sil mer..hari
gini masih percaya ama pangeran…nih bukan dunia dongeng tau..tapi dunia
nyata..tapi gimana pun juga gue sangat berterimakasih ama orang itu. ”
Akhirnya dia bisa juga
ngikutin ujian dengan tenang. Tapi dia masih selalu aja penaaran ama orang baik
yang rela ngebayarin uang sppnya yang mahal itu.
********************************************************************************
Untuk ngerayaiin itu
mereka lalu ngadain pesta syukuran di salah satu kafe yang bernuansa pantai dan
sangat nyaman. Celo datang bareng bryan. Bryan juga ikut terlibat dalam
kegiatan party yang dirayain ama junior-juniornya itu. Tapi suaana pesta yang
meriah tiba-tiba menjadi begitu heboh ketika tiba-tiba
“duk”satu pukulan
telak mengenai wajah bryan
“apaan sih raka”teriak
celo histeris mendapati raka yang memukul bryan
Tanpa babibu raka
kembali menghujani bryan dengan pukulan telak yang membuat wajahnya memar-memar
“stoooooooooooooop”teriak
celo lagi yang tiba-tiba berdiri diantara raka dan bryan. Kepalan tinju raka
langsung aja terhenti begitu mendapati celo yang berdiri tepat dihadapannya.
“ngapain sih loe
ka..kok loe mukul bryan..apa salah dia ama loe”terang celo lagi dengan suara
isak tangis yang tak terbendung begitu mendapati wajah pacarnya udah berlumuran
darah
“loe bego banget
sih..dia itu cowok bangsat tau”teriak raka ngak kalah ketusnya
“maksud loe apa”bentak
bryan ditengah suara napanya yang ngos-ngosan
“udah deh..loe
selingkuhkan ama anak psikologi yang namanya Rara”
“jangan sembarang
nuduh deh”terang celo kaget
“loe yang bego
cel..loe itu udah diboogin ama dia”
“apa makud
loe..selingkuh?gue? ngak salah? Lagian gue ngak kena ama yang namanya
Rara…”terang bryan membela diri.
“loe boongkan,,itu
ngak benerkan bryan”terang celo lagi
“ya ngak lah
sayang..loe percaya gue atau dia sih”
“udah deh ngak usah
boong. Dihari loe janjian ama celo untuk nonton bareng sebenarnya loe bukannya
latihan basketkan tapi loe sedang jalan ama rara”
“ngarang loe”
“udah deh..gue liat
dengan mata kepala gue sendiri…loe ngebatalin janji ama celo karena loe jalan
ama rara kan”
“ekh oe udah puas
fitnah gue”
“fitnah?? Ngapain gue
mesti fitnah loe”
“karena loe seka kan
ama celo”kata bryan telak
“huh..loe berusaha
ngaliin keadaan kan..loe emang jalan ama cewek lain dan sekarang loe ngomong
kaya gitu,.benar-benar pengecut loe”timpal raka lagi
Tiba-tiba hp bryan
berdering…tiba-tiba nama Rara muncul di layar kaca
“halo sayang loe lagi
dimana sih..kok loe ngak ngapelin gue..bete nih di rumah,,jalan yuk”suara cewek
di sebrang sana yang udah pasti rara. Yaiyalah masa anton..kan nama yang
tertulis di layar rara.
“halo..halo…sayang..loe
ama cewek bloon itu ya”
Mendadak celo kaget
dan segera memberikan hp itu pada bryan. Belum sempat bryan menjelskan atu
tamparan telak mengenai wajah cowok kren itu. Dia segera meninggalkan pesta dan
pulang kerumah
”loe benar jer” tangis
celo pecah dipelukan kakaknya
“loe kenapa sih
cel..ada masalah apa??”
“loe bener…bryan emang
cowok brengsek….”
“bryan? Emang dia
ngapain loe?”tanya jeremy cemes
“ternyata selama ini
dia selingkuh ama cewek lain”tangis celo kembali pecah.
Dengan sangat
bijaksana dia berusaha menenangkan hati adiknya itu. Jika melihat keakraban
mereka..pastilah banyak yang bakalan cemburu jika ngak tau kalau mereka
kakak-adik. Jeremy paling kesel melihat air mata celo. Sebisa mungkin dia
selalu ngebuat celo bahagia. Dan hari ini bryan cowok brengsek itu udah berani
ngebuat adiknya menangis
“awas loe bryan”pikirnya geram
“jangan ngelakuin yang
macam-macam”kata celo eolah bisa menebak isi hati kakaknya. Dan jeremy hanya
menuruti permintaan adiknya itu.
******************************************************************************
Semenjak hari itu
hubungan dia dan bryan pun THE END.
“loe ngak
papakan”tanya mery khawatir
“emang gue kelihatan
ada masalah ya..”tanyanya santai
“loe kan baru
pu..tu..s”katanya pelan
“mer..hanya putus gak
berarti dunia gue bakalan kiamat kan..udah lah,,nyantai aja..lagian dia bukan
uami gue..hanya pacarkan..jadi kalau putus wajar dong”
“loe ngak sakit
hati??”
“siapa sih yang ngak
sakit hati diselingkuhin…tapi mau diapain lagi udah kaya gini..tapi gue puas
udah nampar wajahnya”
“iya sih..tapi kok
raka bisa tau soal itu ya”
“iya juga..gue baru
inget…ternyata dia yang ngebogkar perselingkuhan bryan..gue mesti
berterimakasih nih ama dia”
“dia peduli banget ama
loe…”
‘dia temen yang
baik..”
“cel..loe ngak ngerasa
perkataan bryan ada benernya”
“perkataan yang
mana?”tanyanya bingung
“soal raka yang
mungkin aja suka ama loe”
“hahahahahahahhahahahahhahahha..ya
ngak mungkinlah..bukannya dia deket ama vivian”
“iya juga sih..tapi
siapa tau juga kan”
“akh ngaco loe.udah
sana pulang gih..jemputan loe udah dateng”kata celo begitu melihat dino
Mereka lalu ninggalin
cewek manis itu seorang diri.
Hasil foto mereka
ketika liburan di pantai udah kelar
“siapa nih yang
bertugas memotret”tanya modi kesel
“emang kenapa sih
di”tanya Rere penasaran
“liat nih kok
kebanyakan fotonya Celo sih..wajah kita-kita dikit banget”
“mana-mana”tanya yang
lainnya penasaran
Ternyata hasil foto
kemarin kebanyakn wajah celo
“yang motret kemarin
kan raka??”timpal simon alah satu teman mereka
Tiba-tiba raka nongol
“nah tuh anaknya”kata
simon menunjuk ke rah raka
“ada apa sih”tanya
raka bingung
“kok hasil fotonya
kebanyakan wajah celo sih”tanya mereka kompak.
Menyadari hal itu
wajah raka menjadi memerah.
Mendengar namanya
disebut-sebut celo yang baru datang bareng ama mery menjadi kaget
‘’ngapain loe
nyebut-nyebut gue..akh emang sih arti selalu aja disebut-sebut”
“artis dari hongkong
”timpal renita
“loe emang artis..tapi
buat raka aja”kata yang lainnya
‘hah..maksudnya
apa”tanya celo kaget
“nih liat”kata simon
menunjukan foto yang hampir semuanya gambar dirinya.
“waw kok gue
semua…mungkin karena gue cantik. Tapi siapa yang motret”
“rakaa”teriak mereka
kompak
Wajah raka menjadi
sangat merah karena menahan malu
“wah ka..loe ngefans
ya ama gue..kok loe ngak ngomong sih..padahalkan gue bisa ngasiin loe foto gue
dalam berbagai ukuran”timpalnya lagi antai
“ngefans?? Malas
banget”
“lantas ngapain loe
ngjepret segitu banyaknya wajah gue”
“itu gak sengaja ke
jepret..loenya aja kali yang doyan kamera”
“huh”kata celo kesel
sambil memonyongkan mulutnya.
“loe suka ama celo
kan”tanya dino
“kok loe tau”
“tatapan loe
itu..semua juga bisa ngeliat kali bro”
“tapi kok dia ngak
nyadar ya”
“seperti yang loe
bilang dia itu orang yang cuek dan ngak peduliin lingkungan sekitar…jadi wajar
aja kalau dia ngak nyadar. Lagian pesona loe masih kala jauh ama bryan..orang
kaya celo itu blak-balakan..jadi untuk ngutarain sesuatu loe juga harus
blak-blakan”
“hah..yang bener
aja..mestinya kan dia bisa nyadarin semua perhatian gue”
“emang loe pernah
perhatian ama dia..kan selama ini loe ngejutekin dia mulu”
“entah lah gue juga
bingung..di dekat dia gue selalu meenjadi orang lain..bahkan gue ngak bisa
sedikitpun bersikap lembut terhadapnya”
“udahlah nanti juga
dia bakalan tau kok”
******************************************************************************
“cel loe udah tau
siapa yang bayarin spp loe”tanya mery
“ngak tau’
“loe ngak curiga ama
siapapun gitu”
“ngak..satu-satunya
yang gue curigain sih bryan..tapi kalau ngeliat dia selingkuh udah pasti
mustahil dia bakalan ngelakuin perbuatan amal”
“iya juga sih”
“gimana hubungan loe am
ino”
“baik..baik banget
malah…”
“hati-hati loh..orang
yang baik juga bisa selingkuh”
“kalau dia berani
selingkuh ge patahin lehernya”
“iya yang juara karate
ngancamnya matahin leher”kata celo ambil tertawa..mereka pun mulai tertawa
berdua.
Hari itu dengan
bantuan teman sekelasnya raka mnegumpulkan lembaran mahkota bunga mawar putih
kesukaan celo dan menyusunnya menjadi bentuk hati di meja celo. Hari ini dia
nekat ngutarain semua perasaannya buat celo
“terima ngak terima
itu urusan nanti”katanya pada dino
Semua turut nyumbangin
setangka mawar buat dia. Bahkan simon yang paling sayang pada mawar putih harus
ngerelain setangkai bunga itu but kesuksesan temannya.
Sementara itu celo
yang tengah asik nongkrong bareng mery dikanting masih sibuk ngisi kampung
tengah dengan semangkuk bakso tenes dan segelas es jeruk
“cel gue punya rahasia
besar”
“apaan??loe selingkuh
dari dino”
“sialan loe..ya ngak
lah”
“trus apaan
dong”lanjut celo tanpa memalingkan wajahnya dari mangkuk baksonya
“raka suka sama loe”
“whaaaat”teriaknya
kaget dengan mata yang dibesarkan seukuran bakso tenes yang sedang tertusuk
digarpunya
“hmhm”
“ngarang loe..ngak
percaya gue”
‘”yeee nie
anak..dikasih tau ngak percaya…loe tau ngak yang bayarin spp loe siapa”
“ya elah mer..kan gue
udah bilang ngak tau…jangan bilang”
“yaps raka..dia yang
ngebayarin”
“tapi dia kan ngak tau
masalah gue”
“dia tau saat ngeliat
loe stres nyari sesuatu di tas loe…kemudian dia ngedenger kalau ternyata loe
kehilangan uang loe itu”
“tapi loe tau dari
mana kalau itu dia yang bayar”
“pas mau ngebayar uang
spp di hari yang saat loe kehilangan uang..gue ketemu ama raka..gue nanya dia
lagi ngapain. Katanya lagi bayar uang sppnya. Tapi seingat gue dia udah
ngebayar uang sppnya bareng dino. Nah pa loe cerita spp loe udah luna,,gue tau
deh kalau sebenernya dia datang bayarin spp loe.”
“akh bisa jadi hanya
kebetulan”
“ada lagi..artikel
tentang tugas loe dari bu matilda itu bukan dari gue…tapi dari raka..dia yang
nyariin loe. Waktu loe telat gara-gara jalan ama bryan..sebenarnya raka udah
berencana ngambil alih tugas loe..karena dia tau loe lagi jalan ama bryan.dia
ngak mau ngeruak suasana hati loe”
“tapi dia selalu ketus
ama gue”
“itulah raka. Dia ngak
tau cara ngungkapin rasanya pada cewek yang disukainya..tapi dia sayang kok ama
elo. Makanya begitu tau bryan selingkuh dia ngak tega ngeliat loe tersakiti
lagi”
“gue mesti tanya ama
raka”katanya sambil berlalu meninggalkan mery yang masih terbengong-bengong.
Namun akhirnya dia mengejar juga mery.
Begitu sampai
diruangan dia terkejut tidak mendapati siapun disana..tapi banyak tas ditiap
kursi…tandanya mereka lagi nongkrong ditempat nongkrong mereka masing-masing.
Begitu hendak meninggalkan kelas matanya terpaku pada tumpukan mawar putih yang
tepat diatas mejanya
“inikan meja guea”
katanya meyakinkan
“kok bisa ada ini
sih..siapa yang naruh ya…”
“gue…”kata seorang
cowok yang ternyata raka
Mendapati raka dan
rangkaian bentuk hati itu..tanpa harus bertanya lagi celo udah bisa mastiin
perkataan mery itu benar.
“loe ngapain masang
itu disitu”tanyanya sok bego
“buat pajangan aja..ya
ngaklah itu ungkapan hati gue”
“maksud loe”tanyanya
lagi dengan wajah yang kembali dipoloskan
“loe mau ngak jadi
pacar gue”
“pacar???hum..hum..”kata-kata
celo sengaja digantugkan persis seperti saat raka menakut-nakutinnya saat
liburan dipantai
“gimana”tanya raka
lagi cemas
Sebenarnya celo hanya
mempermainkan raka. Dia hanya pengen ngelihat wajah raka yang tegang…
“terima-terima…terima..terima”teriak
seluruh mahasiswa
Sejenak suaana menjadi
hening begitu celo akan membuka mulutnya
“gue..gue mau”jawabnya
manis
Rasanya raka pengen
pingsan mendengar jawaban itu. Kemudian suasana kelas menjadi riuh karena hal
itu. Akhirnya tom and jerry bisa akur juga…
0 komentar:
Posting Komentar