Kamis, 10 Mei 2012

Your My Choise


Hari ini seluruh mahasiswa tengah sibuk belajar menyiapkan diri untuk mengikuti ujian evolusi bersama dosen terkiller bu Matilda. Semua anak menyiapkan berbagai peralatan penyelamatan diri yang biasa mereka sebut “pelampung”. Celo gadis yang bernama lengkap Shelomita, yang biasanya terkenal sebagai ratunya para ratu terlambat, hari itu datang lebih awal…bukan untuk belajar tapi untuk memilih tempat yang paling strategis..dimana lagi kalau bukan pada deretan paling tengah. Selain berdekatan dengan vivian cewek terpintar di kelasnya juga sangat strategis untuk menyontek dan mengeluarkan segala macam alat pengamanan yang udah disiapkan dua hari sebelum maju berperang.
“tempat duduk sangat menentukan nilai” inilah semboyan kembanggan celo dalam hidupnya saat mendekati ujian.
Tapi hari itu lain dari biasanya, sebab tempat duduk yang biasa di tempati oleh vivian malah ditempati oleh Raka, teman sekelasnya yang paling tidak pernah akur dengannya. Mereka sering mendapat gelar sebagai tom and jerry entahlah siapa diantara mereka yang bakalan bertindak sebagai Tom dan siapa pula yang bakalan jadi Jerry, itu hanya mereka berdua yang tau.
Belum sempat Celo protes..tiba-tiba dosen yang sering berjalan bersama sahabat sejatinya yaitu buku “theory the origin of species” karangan Darwin langsung masuk ke ruangan. Tanpa ada sepatah kata yang keluar dari bibir dosen itu tiba-tiba suara anak-anak yang tadinya ribut langsung aja terhenti dan suasana kelas menjadi benar-benar sunyi senyap. Andaikan ada jarum jatuh pasti bakalan kedengaran. Terkadang melihat bu matilda memegang buku evolusi itu celo sering mengumpat dalam hatinya “huh ini ibu dari sekian banyak buku evolui kok doyannya ama buku itu sih..pengen tau tentang asal usul leluhurnya kali ya..”. Buku evolusi itu menjelaskan tentang teori asal mula manusia yang katanya berasal dari seekor kera. Emang ada yang mau disamain ama kera???????????
Oke balik lagi ke cerita…
Tanpa aba-aba bu Matilda segera menyebarkan soal ujian.
tenang aja kan masih ada Rere” pikir Celo santai mengingat masih ada tentara bantuan yang duduk di belakangnya yang juga merupakan salah satu mahasiwi pintar diruangan mereka. Namun kegembiraannya itu harus segera berakhir begitu melihat bentuk soal yang berbeda-beda pada tiap mahasiswa, jadi soal dia dan Rere pastilah berbeda. Dia hanya tertunduk lesu begitu membaca semua soal yang ada
mati gue..bakalan isi pake apaan nih soal…aduh..kok hari ini apes banget sih..ngapain juga si Raka duduk disini..kalau Vivian kan masih bisa dimitai bantuan..TUHAN tolong hamba-MU yang cantik ini..hari ini adalah akhir dari riwayat gue” pikirnya dalam hati sambil memukul jidatnya.
Dia menoleh ke kiri dan kanan, emang sih saat itu ada juga mahasiswa yang bengong kaya dia, namun kemudian orang itu mulai menundukan kepala dan menulis serangkaian kalimat di kertas ujiannya. Dia juga awalnya bengong kemudian mulai menundukan kepala..bedanya jika temannya menulis dia hanya memandangi kertas jawabannya yang bertuliskan angka 1.yang artinya nomor soal yang mestinya dijawab. Terbayang sudah wajah bu matilda yang memegang trisula yang terbakar dengan kobaran api tinggi di tambah tanduk yang keluar dari kepalanya plus gigi taring yang siap mengoyak tubuhnya.
Dia menoleh kearah Raka seolah memberi sinyal pertolongan “SOS” pada cowok disampingnya itu. Sayang Raka hanya melirik sekilas dan memeletkan lidah tanda mengejek. Tiba-tiba dia menuliskan sesuatu pada potongan kertas yang kemudian diberikan pada cello
“Pengen pintar????makanya BELAJAR”
Melihat tulisan itu Celo segera meremas-remas kertas itu hingga tidak berbentuk
dasar sialan..gue tau bakalan kaya gini jadinya kalau mengharap sama nih manusia..awas aja loe Raka, gue balas loe entar
Satu jam telah berlalu dan tulisan di kertas cello pun belum berubah dan belum mengalami penambahan. Karena tidak ada lagi tempat menaruh harapan dan menggantugkan nasib..maka dengan niat yang tulus dan memohon perlindungan dari yang mahakuasa..dia segera menuliskan beberapa kalimat yang panjang hampir sepanjang sungai nil. Dan keajaiban kembali terjadi dia maju ke depan untuk mengumpulkan kertas ujiannya. Dia yang biasanya paling akhir mengumpulkan kertas ujian hari itu mencetak sejarah menjadi yang pertama ngumpulin jawaban, bahkan mengalahkan Vivian dan Rere.
“akh kelar juga deh”keluhnya lumayan senang dengan mengembangkan senyuman manis dibibirnya saat dia nongkrong di parkiran
“wah hebat banget loe Cel..pasti semalam loe belajar keraskan…wah Cel gue aja udah mau pingan pas ngebaca soalnya pertama kali…semua daya dan upaya telah gue keluarin tapi tetep aja gue ngak bisa jawab. Duh cel, gue bakalan dapat nilai apaan nih dari bu matilda…”timpal Mery
“belajar keras pala loe peang??”
“trus kok loe bias tau jawabannya semua sih” Tanya Mery dengan wajah heran
“kata siapa gue tau semua jawabannya???”
“lah tadi kan loe ngumpul duluan jawaban ujiannya..”
“Mery sayang…….ngumpul duluan bukan berarti tau semua kan…’ kata Celo sambil menggantungkan lengannya dipundak sahabatnya itu
“trus kalau loe ngak tau..loe isi apaan dong tadi”
“curahan hati gue’ kata cello sambil tersenyum kecut
Mendengar jawaban temannya itu seketika juga tawa yang keras mulai meledak di tempat itu
“wah bisa-bisa nilai loe juga bakalan hasil curhatan bu Matilda” goda Mery lagi.
Tawa mereka berhenti begitu Raka melintas depan mereka dengan motor Kawasaki ninja miliknya.
“ukh dasar sialan ” gerutu Celo
“sialan kenapa Cel??” Tanya Mery penasaran
Diapun menceritakan kisahnya saat ujian tadi ketika diberi potongan kertas oleh Raka. tawa mery yang udah berhenti kembali pecah mendengar nasib sahabatnya itu.
********************************************************************************
Sedang asiknya nongkrong di parkiran seorang diri sebab Mery telah nyelonog kabur dengan pacarnya yang juga teman mereka Dino, dia terpaksa duduk sambil mendengarkan music melalui hp yang terpasang Hedset sambil menyeruput es cendol
‘’nyami..nyami..nyami” kata cello dengan nikmatnya
“udah lama ya?” Tanya seorang cowok yang ternyata Bryan yang merupakan seniornya sekaligus pacarnya
“baru aja” jawabnya..bohong tuh padahalkan dia udah dari tadi jamuran, kudisan dan panuan diparkiran
“pulang yuk”
“ok”
Cello segera masuk ke dalam sedan hitam milik Bryan, kemudian dia diantar pulang
“take care”kata cello begitu turun dari mobil
“ok”jawab bryan sambil melambai dan menancap kembali gas mobilnya. Dia benar-benar melaju dengan cepat seolah terburu-buru. Tapi emang dia sangat terburu-buru karena katanya bakalan latihan basket ama teman-temannya.
Celo segera masuk ke kamarnya lalu membantingkan dirinya di tempat tidurnya yang empuk
“tok..tok..tok.”
“SIAPAAAAAAA???” teriaknya kesel begitu mendapati pintu kamarnya yang sedang di ketok seperti ada keadaan yang darurat…apalagi saat itu dia baru aja mencoba memejamkan matanya.
“gue”teriak seorang cowok yang tanpa menyebutkan nama pun udah dapat ditebak kalau itu Jeremy kakak Celo satu-satunya.
Walau kesel dia segera membuka pintu
’”ada apa?”Tanyanya masih dengan nada jutek
“temenin gue ya ntar malam”
“kemana??”
“ulang tahun temen gue”
“huh loe pasti berencana nyariin gue pacar lagi kan..Jer kan udah gue bilang gue udah punya..”belum sempat dia melanjutkan perkataannya tiba-tiba kakanya itu menutup mulut nya dengan telapak tangannya
“bryan kan..gue udah tau..tapi gue ngak suka ama dia..kenapa sih loe pacaran ama dia”
“lantas gue mesti pacaran ama siap?? Eloe?”Tanya cello ngak kalah ketusnya
“udah akh bawel deh loe, gue kesini bukan mau ngebahas soal pacar loe tapi gue mau ngajakin lo ke ulang tahun Nina”
“nina?? Sapa tuh?pacar baru loe lagi??”
“bukan..pokoknya bentar malam loe mesti dandan yang cantik”lanjut Jeremy sambil berlalu meninggalkan kamar adiknya
“awas kalau jelek”lanjut Jeremy lagi
Walau kesel tapi sebenarnya Celo selalu memenuhi permintaan kakak sematawayangnya itu. Semenjak kedua orang tuanya meninggalkan mereka harus dibesarkan oleh kakek dan neneknya dan meninggalkan rumah mereka. Namun ketika SMA mereka memilih kembali ke rumah itu. Karena hal itulah Jeremy berperan sebagai ayah, ibu sekaligus kakak buat cello. Dia sangat perhatian terhadapnya..walau terkadang dia juga bisa dibilang over protektif terhadap Celo. Tapi Jeremy sangat menyayangi adiknya itu,saking sayangnya dia selalu mencarikan pacar buat cello dari kalangan teman-temannya yang udah di kenalnya, walau dia tau cello udah pacaran ama bryan. Namun dia tidak menyukai Bryan untuk mendapatkan adik sematawayangnya itu.
“udah siap??”Tanya Jeremy pada cello begitu mendapati adiknya yang udah dandan bak seorang putri dengan gaun selutut berwarna biru, ditambah lagi sedikit make-up yang membuat wajahnya tambah berseri-sei
“lets go”jawab cello santai
Dengan menggunakan sebuah mobil mereka berjalan menuju sebuah perumahan yang sangat mewah. Disalah satu rumah tampak ramai oleh kumpulan orang, dan itulah rumah Nina. Mereka segera turun dari mobil, Jeremy segera menemui Nina dan memberikannya sebuah kado. Menyusul di belakangnya Celo.
“Happy Birthday”kata cello sambil menyalami cewek cantik di depannya
“thak you’jawab Nina manis
Tanpa banyak komentar dia segera berlalu meninggalkan kakaknya yang ngobrol bersama Nina, dan mulai keliling mencicipi semua jenis makanan yang ada
“waw ini kelihatannya enak”katanya sambil mengambil sepotong kue brownis
“ini juga..ini juga..ini juga dan ini”lanjutnya lagi sambil mengambil semua jenis kue yang menurutnya enak. Piring bawaannya terisi penuh dengan kue
“ngak malu loe makan sebanyak itu”timpal seseorang yang tiba-tiba muncul disamping cello
Dengan wajah yang lumayan malu dia berusaha menghadapkan wajahnya ke orang yang baru aja menegurnya
“hah loe’katanya kaget begitu mendapati orang itu Raka
“ngapain loe disini”Tanyanya lagi
“ngak salah?kayanya yang mestinya nanya itu gue..ngapain loe disini”
“guee?? Gue kan tamu…gue diundang ama Nina..nah loe ngapain..mau ngemis makanan”
“ngak salah??gue tuh…”belum sempat dia melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Nina segera memanggil namanya untuk naik ke panggung dan memainkan sebuah piano untuk menghibur para tamu”
Cello begitu kagum mendengar lagu yang dimainkan oleh raka
“hebat juga tuh anak”
“mau dansa”tawar seseorang
Dengan halus dia menolak tawaran orang itu dan memilih duduk dipojok ruangan sambil menghabiskan kue-kuenya.
******************************************************************************
“loe suka ya ama Nina”Tanya cello begitu mereka telah kembali masuk mobil dan pulang
“kata siapa’jawab Jeremy santai
“kata gue barusan…loe budeg ya”
“dia hanya temen gue kok”
“temen apa demen’
‘temen..’’
“akh masa sih”kata cello menggoda kakaknya
“tapi gue setuju kok”
Mendadak mobil itu segera berhenti karena jeremy tiba-tiba menginjak rem.
“duh loe mau bunuh gue’teriak cello histeris karena kepalanya kejedot
“loe bilang apa tadi”Tanya Jeremy antusias
‘”loe mau bunuh gue”lanjut cello lagi mempertegas
“bukan yang itu”
“yang mana sih akh”gerutunya kesel masih sambil memegang jidatnya yang kemungkinan besar besok bakalan langsung benjol
“loe setuju??serius loe Cel”Tanya Jeremy lagi ngak percaya
“setuju?? Gue setuju apaan?”gantian kini Cello yang bingung
“soal Nina??”
“Owh..liat ntar” jawab Celo sambil seyum-senyum
******************************************************************************
Bu matilda membagi nilai hasil ujian mereka..dan bener aja apa yang diramalkan Mery ternyata Celo mendapatkan nilai hasil curhatan bu matilda 25. Dengan mata melotot dan wajah yang mirip jin dia berteriak memanggil nama cello. Dengan takut dia maju kehadapan bu matilda. Dihadapan 69 mahasiswa dia mengumumkan kalau nilai terendah diperoleh Shelomita…yaitu
plis bu jangan disebut..tolong bu..ya tuhan datangkan mukzizat-Mu hari ini..oh noooo
“gak usah disebut bu”teriak raka memotong pembicaraan bu matilda
akh syukurlah..duh untung ada tuh anak
“soalnya ngak disebut udah ditau kok kalau nilainya itu pasti ngak bakalan lebih dari 30”lanjut Raka lagi sambil tertawa yang diikuti pula oleh tawa seluruh anak
huh sialan loe Raka awas aja loe gue balas ntar” geramnya kesel sambil mengempalkan tinju.
“Shelomita..untuk memperbaiki nilai kamu ibu minta kamu ngebuat sebuah makalah yang membahas tentang evolusi mahkluk hidup”lanjut bu matilda lagi
Walau sebenarnya kesel dia tetap menganggukan kepalanya juga.
Dia mulai serius mengerjakan tugas yang diberikan ama bu matilda, namun dia juga tidak melewatkan kesempatan untuk jalan bareng ama Bryan. “tugas ya tugas..ngedate ya ngedate”katanya senang walau tau tugasnya sangat berat. Dia juga minta bantuan ama mery sahabat baiknya itu. Dengan sekuat tenang Mery pun mencarikan berbagai macam artikel yang berhubungan ama tugas dari bu matilda itu.
“akh kelar juga”teriaknya senang begitu selasai mengerjakan tugas. Dan saat itu matanya benar-benar udah mau tertutup soalnya udah jam 1 malam. Tanpa merapikan tumpukan kertas yang berserakan dia segera tidur berdampingan dengan laptopnya di lantai yang beralaskan karpet.
Esoknya dia ngumpulin tugas. Setelah itu dia segera ke kantin menemui Bryan yang udah menunggunya dari tadi
“lama amat sih…ngapain aja”bentak bryan begitu cello sampai ditempat duduknya
“baru ketemu bu matilda..habis ngumpulin tugas”
“makanya jangan oon dong..malu-maluin aja”bentak Bryan lagi
Cello merasa sedih mendengar perkataan itu, soalnya kata-kata sesadis itu diucapin oleh pacarnya sendiri
‘’ikh brengsek banget tuh cowok,,,ngak ngerti perasaan cewek aja”gerutu Mery kesel yang mendengar perkataan Bryan pada Celo
“huh”sambung Dino
“bukan urusan kita”lanjut Raka dengan santainya sambil memasukan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
Yang lebih mengagetkan cello tiba-tiba meninggalkan kantin dengan raut wajah yang sangat sedih. Bryan mencoba menyusulnya, namun begitu melintas disamping Raka, tiba-tiba Bryan terjatuh, soalnya kesandung kaki Raka yang dengan sengaja di panjangkannya.
“Ukh”gerutu Bryan kesel sambil memukulkan tinjunya ke lantai.
******************************************************************************
“loe ada masalah apa sih ama gue”kata Bryan dengan emosi yang udah ampe ubun-ubun sambil memegang kerah baju Raka
“santai dong bro”kata Raka sambil melepaskan pegangan tangan bryan
‘’loe kenapa sih??”Tanya Raka lagi
“ngak usah sok bego deh loe..loe kan yang ngaitin kaki gue kemarin saat di kantin”
“kenapa emang”tantang raka lagi
“kenapa???asal loe tau ya…ngak bakalan ada orang yang selamat kalau berurusan ama Bryan”
“loe ngancamin anak kecil…loe pikir gue takut”tantang Raka lagi ngak kalah tegarnya
Sambil mengacukan jari tengahnya Bryan segera meninggalkan raka dan dino
Bryan ini anak salah seoarang Donatur kampus. Orang tuanya memiliki pengaruh yang sangat besar. Dia menjadi mahasiswa yang sangat berkuasa di kampus juga karena pengaruh ke kuasaan orang tua. Namun dari segi otak nol besar. Sangat berbanding terbalik dengan raka yang memiliki kualitas otak diatas rata-rata.
“ngapain sih loe nantangin Bryan”kata Dino cemas
“ngak apalah..lagian dia bisa apa sih..yang kaya kan bokapnya..udahlah..santai aja”
“loe nih santai mulu..kalau loe dikeluarin gimana”
“cari kampus lain lagi……..gampang kan”kata Raka lagi.
*******************************************************************************
“ngapain loe senyum-senyum..seneng amat..habis menang lotre ya??”Tanya cello heran begitu mendapati kakaknya yang senyum-senyum dan duduk di sampingnya
“huhuhu”kata Jeremy santai sambil menggelengkan kepalanya. “ini lebih dari lotre”
“akh loe nemu peta harta karun pas ngebersihin kamar loe kan..atau loe udah nemu hartaya..wah kita bakalan jadi miliarder”kata cello dengan mata berbinar-binar
“ngaco aja loe”kata Jeremy kesel sambil mendorong kepala adiknya untuk menyadarkannnya dari lamunan yang paling mustahil di dunia,.
“trus apaan”
“gue udah jadian ama Nina”
“hah..syukur deh.akhirnya kakak gue laku juga”timpalnya sambil tertawa.
Sebenarnya Jeremy pengen ngebals ledekan adiknya itu, tapi tiba-tiba hp nya bordering dan nama Nina udah ngiasin layar kaca hpnya
“huh jangan kebanyakan ngerayu entar keriting juga tuh kuping”goda cello lagi begitu kakaknya beranjak ke kamar.
Sore itu dia janjian untuk nonton bareng ama Bryan. Dengan semangat 45 diapun segera dandan, dan bergegas naik taksi menuju ke bioskop tempat mereka janjian. Hari itu pemutaran perdana film Avatar.
“sory sayang gue ngak bisa ke sana..soalnya anak-anak dadakan ngadain latihan”kata Bryan yang dikirimnya lewat sms
Walau kecewa dia tetap mengiyakan juga hal itu. Dia berencana untuk pulang ke rumah karena malas jika harus nonton sendiri.
“Cel”teriak Mery yang juga datang kebioskop bareng Dino
“hai Mer…”sapanya manis
“kok sendirian..katanya bareng Bryan”
“dia ngak bias datang soalnya dadakan ada latihan..”
“owh..ya udah bareng aja yuk”
“malas akh entar gue jadi obat nyamuk lagi”
“kata siapa..udah lah bareng aja ketimbang sendiri??”timpal Dino
“ngak akh gue berencana mau pulang kok..ngak enakkan ganggu kalian berdua”
“akh kita ngak cuman berdua…ada juga raka..tapi dia lagi mesen minum ama popcorn”terang dino lagi
“nih…”kata Raka yang datang dengan 3 gelas cola dan 3 popcorn. Dia terkejut melihat cello yang juga ada di situ
“ngapain loe disini??”Tanya Raka heran
“ya nonton lah”jawab cello ketus
“pengawal loe mana”
“pengawal??owh cowok gue. Dia punya nama tau..namanya BRYAN”
“oke..mana dia ampe loe nyasar disini”
“bukan urusan loe..loe bukan bapaknya kan”kata Celo lagi.
“udah berantem mulu”teriak Mery dan Dino. Akhirnya mereka berempat pun langsung masuk ke gedung bioskop. Ternyata tempat duduk yang mereka pesan berbeda nomor kursi, Mery dan Dino berdekatan, ternyata nomor kursi cello dan Raka juga berdekatan. Karena terpisah deretan akhirnya mereka menuju tempat duduk masing-masing.
Lampu ruangan mulai di padamkan…tandanya pemutaran film akan segera dimulai.
“nih”kata raka menawarkan minuman dan makanan pada cello
“ngak usah”
“kenapa? Soalnya yang ngasih bukan Bryan”
“ngak juga…cuman gue pengen focus aja nontonnya”
“udah ambil dari tadi loe pengen minum kan”
“udah ngak usah”
“gue ngak menderita virus flu burung kok..nih semua steril..gue masukin ke ruangan pembersih dulu tadi”
Sambil tersenyum cello mengambil minuman dan makanan yang ditawari Raka, tak lupa pula dia nawarin kembali popcorn itu pada raka. Melihat hal itu mery dan dino hanya tersenyum.
******************************************************************************
“gimana acaranya kemarin..bagus ngak”Tanya bryan begitu cello udah ada di pinggir lapangan dengan sebotol softdrink dingin yang diperuntukan untuk pacar tersayang
“seru banget”jawabnya riang
“owhh..syukur lah..maaf ya soal kemarin harus latihan..padahal gue pengen banget nonton bareng ama kamu”
“ngak apa-apa lagi..lagian juga ada Mery, dino ama Raka”
“raka??”Tanya Bryan kesel
“hum kami nonton bareng kok loe ngak usah cemes”
“gue ngak suka loe dekat-deket ama dia”
“dia baik kok ya walau lumayan jahil sih”
“pokoknya aku ngak suka”bentak bryan lagi
“kamu cemburu??duh bryan pacar aku hanya kamu..lagian aku ngak ada hubungan apa-apa kok ama raka..hanya temen ok.jadi relax aja..gue jamin itu”
“oke gue pegang kata-kata loe”
Sebenarnya cello mulai ngak suka ama perubahan sifat bryan yang belakangan mulai jadi overprotektif, bahkan dia sering ngelarang cello untuk ngumpul bareng teman-temannya. Tapi yang paling ngebuat cello kesel adalah setiap kali ngebuat janjian ketemuan pasti bakalan langsung dibatalin dengan seribu satu macam alasan.  Tapi cello tetap berusaha memahami semua itu.

Hari ini kelas mereka ngadain rencana untuk berlibur ke pantai. Semua udah nyiapin perlengkapan dan persediaan untuk nginap. Kebetulan di sana mereka akan nginap di rumah pantai milik kenalan keluarga Rere teman sekelas mereka. Pemandangan dan suasana angin pantai yang sejuk membuat semua anak merasa senang dan melupakan tugas kampus yang menumpuk.
“disini kalau malam sangat dingin..dan banyak binatang melatanya selain itu juga banyak nyamuk”terang kepala pengurus rumah pantai itu
“toiletnya ada di sebelah sana”lanjut bapak itu sambil menunjukan letak toilet yang berada jauh dari rumah pantai.
“kalian harus hati-hati..dan selamat berenang-senang”
“oke paaaaaaaaaaaaaaaaaaaak”teriak mereka semua.
Mereka mulai menyiapkan makan malam, soalnya mereka nyampai udah ore banget,
Dengan bekal seadanya mereka saling berbagi makanan. Mery udah nyiapin makanan khusus buat dino. Cello juga udah nyiapin makanan khusus untuk dirinya.
Selesai makan malam semua anak lalu ngumpul di luar dan membuat api unggun. Sambil mengelilingi api unggun mereka menari dan bernyanyi diiringi petikan gitar dari Rafael, modi, dan raka. Tidak di hiraukannya dinginnya angin pantai pada malam hari. Setelah asik  bersenang-senang semua lalu masuk ke kamar dan bersiap menuju alam tidur. Dari tadi cello hanya mengguling-gulingkan dirinya di kasur. Di satu tempat tidur mereka harus tidur berenam, namun laki-lakinya harus melantai. Saat itu dia benar-benar tidak bias memejamkan matanya. Walau udah berusaha dengan berbagai upaya dia tetap juga ngak bisa tidur, padah udah jam 1 malam. Dia berusaha memikirkan berbagai macam hal yang bias membuatnya tertidur. Sebenarnya matanya udah bener-bener ngantuk,,,namun karena rasa pipis yang teramat sangat dia jadi tidak bisa tidur, dia berniat menahannya dan bakalan kencing pagi harinya, ternyata malah menyebabkan perutnya sakit. Dia berusaha untuk ke toilet, namun karena toiletnya yang terletak di luar dan agak jauh dari rumah dia jadi takut apalagi jam 1 malamkan merupakan jam dimana menurutnya para hantu berkeliaran. Apalagi dia paling takut amahal itu. Dia tidak tega juga membangunkan teman-temannya.
daripada mati mending gue keluar” pikirnya nekat.
Diapun mulai keluar dan berjalan dengan pelan-pelan. Tidak lupa mulutnya komat-kamit melantunkan ayat suci Alquran yang di hapalnya. Begitu melihat sesosok manusia yang duduk-duduk di bawah pohoh kelapa depan teras yang hanya disinari lampu 5 watt…dia segera memejamkan matanya sambil tetap berdoa dalam hati
“astaga itu mahkluk halus apa mahkluk kasar ya…duh celo santai aja…loe ngak ngeliat apa-apa kok..duh numpang..numpang..numpang”katanya gemetaran sambil ngucapin kalimat itu dengan suara yang walaupun pelan dapat terdengar jelas karena udah sangat larut. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya
“ampuuh..hantu jangan makan saya..maaf,…”katanya sambil histeris
“woi ngapain sih loe”bentak seorang cowok yang ternyata raka.
Melihat raka dia lalu melihat kakinya, mencubit tangannya
“aw..ngapain loe nyubitin gue”
‘”mau ngebuktiin loe hantu apa orang”
“huh dasar stress. Mau ngapain sih malam-malam gini..udah tau penakut ngapain juga keluar”
“takut?? Siapa juga yang takut…gue hanya kaget tau”
“owh gitu..harga diri loe tinggi juga ya..btw mau ngapain loe”
“gue mau pipis”katanya pelan
“owh..loe tau toiletnya kan”
“hum…tapiiii”
“tapi apa?? Loe ngak takut kan?”
“hah ngak lah”katanya mencoba berani
“ya udah gue masuk dulu ya..hati-hati loh..”
Belum ada selangkah Raka berjalan tiba-tiba cello menahan tangannya dengan wajah memelas dia memohon kepada raka untuk menemanimanya. Dia pun mau menemanni Celo
“raka…loe masih disitu kan”
“bawel deh..berisik amat sih loe”
“loe jangan kemana-mana ya…”
“ekh kalau loe berisik bakalan datang..datang..”raka sengaja menggantungkan kata-katanya, tidak cukup 2 detik Celo segera keluar dari toilet
‘’datang apa?”Tanyanya penasaran tapi lebih tepatnya takut
“datang perampok”katanya sambil tersenyum melihat wajah cello yang benar-benar ketakutan.
Esoknya mereka semua lalu berenang di pantai.tidak lupa mereka menyiapkan kamera untuk menyimpan kenang-kenangan mereka. Raka yang bertugas untuk ngambilin foto.
******************************************************************************
Mereka semua kembali bergulat dengan aktifitas kampus yang seabrek. Matakuliah hari itu diawali dengan bahasa inggris,,jika matakuliah yang lain celo paling lemot,maka untuk yang satu ini dialah masternya. Baginya bahasa inggris seperti makan permen karet…
“itu mah gampang”katanya sambil menjentikan jarinya.
Maka setiap kali pembuatan tugas rata-rata mahasiswa meminta jawaban darinya..terkadang pula vivian atau rere meminta beberapa contekan.
“wah…liat tuh vivian aja nyontek ama gue.lumayan lah ternyata gini..gini gue berguna juga”katanya bangga kalau melihat banyak mahasiswa menyontek jawaban darinya.
Saat ini pak Edi memerintahkan mereka untuk membuat sebuah makalah dengan tema bebas yang dikerjakan secara berkelompok. Kebetulan cello berkelompok ama raka, Mery dan juga dino.
“wah enak banget tuh kelompok…udah ada Raka tambah lagi ama cello, lagian dino ama merykan pintar pula…”gerutu sebagian mahasiswa yang merasa tertindas ama pembagian kelompok itu.
Namun ketika palu sidang udah dijatuhkan maka tidak ada lagi ba..bi..maupun bu untuk memprotes keputusan sidang. Artinya mereka harus terima kaputusan pak Edi.
“besok kita ngadain pertemuan ”terang raka pada mereka
“buat apaan Ka”tanya cello bingung
“ya ngebahas soal tugas kita lah..emang mau ngapain lagi”
“oooooo”jawabnya singkat.
Mereka lalu nentuin waktu dan tempat
“interupsi”kata celo tiba-tiba
“apa lagi”tanya raka kesel
“besok gue ngak bisa”
“kenapa kucing loe mati”
“apaan sih..ngapain juga bawa-bawa kucing…gue udah ada planing mau jalan ama Bryan besok”
Mendadak wajah Raka berubah menjadi begitu ketusnya
“penting mana loe pacaran atau ngerjain tugas??”
“pacaran..Ekh maksud gue tugas”jawabnya malu
“kalau gitu ngak ada lagi protes besok kita kerja..”
Begitu hendak lagi membuka mulut, tiba-tiba mery menendang kakinya dan memberikan sinyal untuk diam dan mengikuti aja apa kata Raka.
“ikh nyebelin banget sih dia..gue kan udah janjian ama Bryan”keluh celo pada mery begitu tinggal mereka berdua aja
“sekali-kali ngak jalan boleh dong”
“tapi kan gue udah janjian..lagian kan bisa kapan-kapan aja kerjanya”
“cel..udah lah ngalah dulu ama raka ngak apa kan”
“kenapa bukan dia aja yang ngalah ama gue”
“loe kan bisa janjian lagi ama Bryan sementara tugas ini gak bisa pake acara janjian ama pak edi buat ngumpulnya..loe mau nilai loe juga pake acara janjian dulu baru dikeluarin”
“ya ngak lah”gerutunya kesel
“ya udah kita kerja aja besok”
Mau ngak mau dia akhirnya setuju juga buat ngerjain tugas.
Mereka semua udah ngumpul ditemapat yang udah ditentuin..kecuali Celo yang belum juga nongol batang hidungnya. Entah apa yang terjadi tapi saat itu bisa dipastikan kalau Raka bener-bener kesal dibuatnya. Dia terkenal sebagai orang paling ontime dan paling kesel ama orang yang paling lelet.
duh cel loe kemana sih..kok nekat banget buat telat..mati loe hari ini..loe kayak ngak kenal raka aja”kiriman sms mery pada celo
“ada apa sih”jawaban sms celo
“loe gimana sih hari inikan kita bakalan ngerjain tugas dari pak edi…udah tau raka benci orang lelet loe masih juga nekat..loe dimana”
‘”mati gue..gue lupa mer,,sekarang gue lagi jalan ama bryan di tempat dia latihan basket”
“gila loe..cepat kemari”
“ok..ok”
Dalam hitungan 15 menit celo udah sampai ditempat yang dimaksud. Dia tidak datang dengan tangan kosong, tidak lupa dia membawa sekotak jumbo martabat dengan niat untuk meredam kemarahan raka. Namun begitu melihat celo raka segera memalingkan wajahnya dan mulai memfokuskan dirinya pada leptop yang ada di depannya menulis serangkain kalimat.
mati gue…”pikirnya dalam hati sambil melirik ke arah mery
Seolah tau isi hati celo, mery hanya mengangkat bahu tanda tak tahu menahu masalah yang dihadapi temannya itu
“sory gue telat”kata celo takut-takut. Namun tidak ada jawaban entah itu dari mery, dino apalagi raka
“gue ngak inget ama janjian kita hari ini”lanjutnya lagi masih dengan takut-takut.
“kalau janjian ama bryan loe bisa ingat ya??”kata raka dengan suaranya yang super duper dingin
“yaa maaf..aku ngak sengaja..lagian kan gue udah disini”
“ini bukan soal loe disini atau disana..tapi soal komitmen janji loe sendiri…”kata raka lagi dengan suara yang benar-benar pelan tapi sangat tegas
“orang tua loe ngak pernah ngajarin loe soal ini ya…??? Huh ngeliat sikap loe yang selalu masa bodoh gue yakin loe ngak pernah ngedapetin pengajaran yang baik”
Mendengar perkataan raka itu mendadak wajah celo berubah menjadi begitu pucat dan ada sedikit genangan air mata disudut matanya. Tidak hanya dia, bahkan mery pun menjadi benar-benar gak enak hati. Tiba-tiba celo meletakan martabat itu dan segera berlalu meninggalkan tempat itu. Mery yang beruaha mengejarnya ditahan oleh raka
“gak usah dikejar..dia emang gak pernag mau peduliin orang lain”kata raka lagi
“kok loe tega sih ka”kata Mery dengan suara yang juga mulai meninggi
“udah deh mer dia emang gak peduli ama tugas ini..dia hanya peduliin dirinya sendiri. Dasar cewek egois”
“ok dia emang salah..tapi loe ngak perlu ngucapin soal orang tua kan”
“emang kenapa?bukannya anak itu ngedapetin pengajaran dari orang tuanya..kalau ngelihat sikapnya kaya gitu pastilah orang tuanya gak becus ngajarin dia”
“bukannya ngak becus ka, hanya saja??”
“hanya saja apa”
“dia ngak sempat ngedapetin pengajaran itu..soalnya orang tuanya keburu meninggal saat umurnya 8 tahun…”kata mery lagi ketus
Mendengar hal itu air muka raka berubah menjadii sangat menyesal
“dia kehilangan orang tuanya karena kecelakaan mobil…loe tau dia hanya hidup bareng kakek dan neneknya bahkan sekarang dia hanya hidup berdua ama kakaknya..loe tega banget ya ngomong kaya gitu..gue tau ka loe benci banget ama dia,,,tapi loe juga ngak pantas ngomong kaya gitu..loe ngak pernah kan ngerasain jadi dia.”terang mery lagi dengan geramnya.
Dia kemudian meninggalkan raka yang disusul oleh dino
kok gue ngomong gitu sih”pikirnya sedih.
Dia merasa bersalah ama Celo, bahkan dia ngak berani buat ngedeketin raka apalagi buat minta maaf dan ngajakin dia ngomong.
“nih bagian gue..udah gue susun”terang celo memberikan nbagian tugas yang diberikannya pada raka
Raka tidak langsung mengambil tugas itu. Namun celo langsung aja membanting tugas itu di meja. Belum sempat raka mengeluarka sepatah kata celo udah keburu kabur. Dia segera keluar kelas dan menemui Bryan. Melihat bryan yang datang wajah Raka menjadi kecut etengah ampun.
“kenapa loe ngak minta maaf”tanya dino
“takut”
“dia bukan macan yang suka makan orang kan”
“gue bener-bener nyesel..gue ngak tau soal orang tua dia”
“gue ngerti…tapi loe harus berani minta maaf..ok bro..jangan jadi pengecutlah…yang gentle dong”
******************************************************************************
Ketika sedang asik-asiknya nyaksiin drama korea favoritnya dia menjadi terganggu begitu mendengar suara ketukan pintu. Mau ngak mau dia juga harus bangkit dan membuka pintu rumahnya.
“tamu adalah raja…jangan biarkan mereka menunggu lama”inilah pesan kakek dan neneknya
“ngapain loe disini”tanya celo ketus begitu melihat sosok raka di depan pintu rumahnya
“ehm gue nyesel ama perkataan gue kemarin”
“ok gue maafin..hanya itukan”lanjut celo lagi masih dengan muka ketus
“siapa cel..kok tamunya ngak disuruh masuk”tanya jeremy dari ruang dapur
“bukan siapa-siapa lagian tamunya juga udah mau pulang kok..ngak usah repot nyiapin minum kak”teriak celo lagi
“bener kan loe mau pulang”
“gue mau minta maaf cel soal kemarin”
“gue udah maagin..jadi sekarang loe bisa pulang…”
“gue tau loe masi belum ikhlaskan loe masih marah..jadi sebelum loe maafin gue dengen ikhlas gue ngak bakalan pulang”
“ya ampun..terserah loe aja deh”kata celo lagi sambil menutup pintunya,,,tapi tepatnya membanting pintunya.
Dia pikir raka bakalan ninggalin rumahnya…ternyata raka menepati perkataannya untuk ngak pergi sebelum celo bener-bener maafin dia
mau jadi satpam tuh anak..lumayan deh punya satpam gratis
Namun kasian melihat raka akhirnya dia juga harus nemuin raka lagi dan menyatakan dengan ikhlas telah memaafkan segala dosa-dosa raka…semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT…loh emangnya raka udah mati. Tapi raka juga seneng dan segera masuk ke mobilnya soalnya kakinya udah pegel dari tadi berdiri.
********************************************************************************
Seminggu juga kejadian itu udah berlalu, raka dan celo pun menjadi lumayan akrab
“gue udah bilangkan gue ngak suka loe deket-deket ama raka”kata bryan kesel begitu bertemu celo
“kan gue udah bilang gue ngak ada hubungan apa-apa ama dia..lagian kami hanya temen kok…loe ngak perlu marahkan”
“pokoknya gue ngak suka”kata bryan lagi kesel dengan memegang kedua lengan celo
“bryan lepasin sakit tau”gerutu celo.
“awas aja kalau loe berani ngedeketin raka…”ancam bryan kesel sambil ninggalin celo yang masih meringis kesakitan.
“ada apa sih ama bryan ngak biasanya dia marah kaya gitu…”
Semenjak kejadian itu celo mulai berusaha menjaga jarak ama raka..

Suasana hati celo saat itu benar-benar sangat panik…dia membongkar semua isi tasnya seolah mencari harta karun bersejarah yang telah hilang..tapi itu lebih dari harta karun..soalnya itu uang yang bakalan digunain buat bayar spp nya..kalau ngak bayar dia ngak bakalan bisa ngikutin ujian semester yang artinya dia bakalan ngulangin lagi tahun depannya
“duh dimana sih…kok ngak ada”katanya cemas..
“ada apa sih??”tanya mery
“uang bayaran spp gue kok ngak ada ya”
“masa sih…kelupaan dirumah kali”
“gue masukin ke tas kok tadi…duh mer gimana dong”
“renang..cari yang tenang dong..gue bantuin cari ya”
Mereka kemudian mencari ke segala penjuru tempat yang di datangi oleg celo hari itu, sapa tau aja jatuh di jalan. Ternyata hasilnya nihil..
“udah lah mer..ngak usah dicari”kata celo lagi cemas
“tapi kalai ngak bayar..loe ngak bakalan bisa ikut ujian kan”
“kan masih ada besok..gue coba nyari dulu deh dirumah sapa tau ketinggalan”
“ok deh..”
Dengan sigap dia segera pulang ke rumahnya..gak dihiraukannya teriakan bryan yang memanggil namanya. Ternyata hasilnya juga nihil. Dengan perasaan kecut dan tak tau berbuat apa..dia hanya terdiam dan menyembunyikan masalah ini dari jeremy. Soalnya uang kiriman itu pas banget buat biaya perkuliahan dia. Kakek dan neneknya bukan termasuk golongan orang berada. Dia masih berusaha mengingat-ngingat dimana dia meletakkan uang itu ternyata ngak ada.
Keesokan harinya dia lalu menghadap ke ruangan tempat pembayaran spp
‘’maaf pak bisa ngasih aku waktu seminggu buat bayar spp??”tanya celo harap-harap cemas
‘”emang ada masalah apa”
“uang saya hilang pak”
“atas nama siapa”tanya bapak itu siap mencari data pribadi celo
“shelomita”jawabnya pelan
“shelomita??”tanya bapak itu mengulang nama dia
“ya pak”
“loh udah lunas kok…”
‘’hah..kok bisa tapi saya kan belum bayar pak..bapak salah liat kali..cek ulang deh”katanya gak percaya
Bapak itu menceknya berkali-kali bahkan meperlihatkan daftar itu padanya. Dia begitu terkejut teryata bener bahwa dirinya udah melunasi bayaran spp nya
kapan bayarnya..apa gue bayar lewat mimpi ya…apa mungkin mery..akh ngak mungkin…tapi yang tau soal itu kan hanya dia…bryan???gak mungkin??lantas siapa dong?? ”pikirnya bingung sambil menggeleng-gelengka kepalanya
“ngapain loe”tanya mery
“mer..loe tau ternyata spp gue udah lunas”
“loe udah nemuin uangnya??”
“siapa yang bilang”
“kan loe udah bayar spp”
“itulah masalahnya…gue ngak nemu uangnya..pas tadi ngecek ternyata udah lunas..loe yang..”
“ngak lah”potong mery seolah tau kalau celo ingin bertanya apa dia yang bayarin atau bukan
“lantas siapa dong”
“gak tau..wah cel..diam-diam loe punya pangeran penelamat ya..”
“apaan sil mer..hari gini masih percaya ama pangeran…nih bukan dunia dongeng tau..tapi dunia nyata..tapi gimana pun juga gue sangat berterimakasih ama orang itu. ”
Akhirnya dia bisa juga ngikutin ujian dengan tenang. Tapi dia masih selalu aja penaaran ama orang baik yang rela ngebayarin uang sppnya yang mahal itu.
********************************************************************************
Untuk ngerayaiin itu mereka lalu ngadain pesta syukuran di salah satu kafe yang bernuansa pantai dan sangat nyaman. Celo datang bareng bryan. Bryan juga ikut terlibat dalam kegiatan party yang dirayain ama junior-juniornya itu. Tapi suaana pesta yang meriah tiba-tiba menjadi begitu heboh ketika tiba-tiba
“duk”satu pukulan telak mengenai wajah bryan
“apaan sih raka”teriak celo histeris mendapati raka yang memukul bryan
Tanpa babibu raka kembali menghujani bryan dengan pukulan telak yang membuat wajahnya memar-memar
“stoooooooooooooop”teriak celo lagi yang tiba-tiba berdiri diantara raka dan bryan. Kepalan tinju raka langsung aja terhenti begitu mendapati celo yang berdiri tepat dihadapannya.
“ngapain sih loe ka..kok loe mukul bryan..apa salah dia ama loe”terang celo lagi dengan suara isak tangis yang tak terbendung begitu mendapati wajah pacarnya udah berlumuran darah
“loe bego banget sih..dia itu cowok bangsat tau”teriak raka ngak kalah ketusnya
“maksud loe apa”bentak bryan ditengah suara napanya yang ngos-ngosan
“udah deh..loe selingkuhkan ama anak psikologi yang namanya Rara”
“jangan sembarang nuduh deh”terang celo kaget
“loe yang bego cel..loe itu udah diboogin ama dia”
“apa makud loe..selingkuh?gue? ngak salah? Lagian gue ngak kena ama yang namanya Rara…”terang bryan membela diri.
“loe boongkan,,itu ngak benerkan bryan”terang celo lagi
“ya ngak lah sayang..loe percaya gue atau dia sih”
“udah deh ngak usah boong. Dihari loe janjian ama celo untuk nonton bareng sebenarnya loe bukannya latihan basketkan tapi loe sedang jalan ama rara”
“ngarang loe”
“udah deh..gue liat dengan mata kepala gue sendiri…loe ngebatalin janji ama celo karena loe jalan ama rara kan”
“ekh oe udah puas fitnah gue”
“fitnah?? Ngapain gue mesti fitnah loe”
“karena loe seka kan ama celo”kata bryan telak
“huh..loe berusaha ngaliin keadaan kan..loe emang jalan ama cewek lain dan sekarang loe ngomong kaya gitu,.benar-benar pengecut loe”timpal raka lagi
Tiba-tiba hp bryan berdering…tiba-tiba nama Rara muncul di layar kaca
“halo sayang loe lagi dimana sih..kok loe ngak ngapelin gue..bete nih di rumah,,jalan yuk”suara cewek di sebrang sana yang udah pasti rara. Yaiyalah masa anton..kan nama yang tertulis di layar rara.
“halo..halo…sayang..loe ama cewek bloon itu ya”
Mendadak celo kaget dan segera memberikan hp itu pada bryan. Belum sempat bryan menjelskan atu tamparan telak mengenai wajah cowok kren itu. Dia segera meninggalkan pesta dan pulang kerumah
”loe benar jer” tangis celo pecah dipelukan kakaknya
“loe kenapa sih cel..ada masalah apa??”
“loe bener…bryan emang cowok brengsek….”
“bryan? Emang dia ngapain loe?”tanya jeremy cemes
“ternyata selama ini dia selingkuh ama cewek lain”tangis celo kembali pecah.
Dengan sangat bijaksana dia berusaha menenangkan hati adiknya itu. Jika melihat keakraban mereka..pastilah banyak yang bakalan cemburu jika ngak tau kalau mereka kakak-adik. Jeremy paling kesel melihat air mata celo. Sebisa mungkin dia selalu ngebuat celo bahagia. Dan hari ini bryan cowok brengsek itu udah berani ngebuat adiknya menangis
awas loe bryan”pikirnya geram
“jangan ngelakuin yang macam-macam”kata celo eolah bisa menebak isi hati kakaknya. Dan jeremy hanya menuruti permintaan adiknya itu.
******************************************************************************
Semenjak hari itu hubungan dia dan bryan pun THE END.
“loe ngak papakan”tanya mery khawatir
“emang gue kelihatan ada masalah ya..”tanyanya santai
“loe kan baru pu..tu..s”katanya pelan
“mer..hanya putus gak berarti dunia gue bakalan kiamat kan..udah lah,,nyantai aja..lagian dia bukan uami gue..hanya pacarkan..jadi kalau putus wajar dong”
“loe ngak sakit hati??”
“siapa sih yang ngak sakit hati diselingkuhin…tapi mau diapain lagi udah kaya gini..tapi gue puas udah nampar wajahnya”
“iya sih..tapi kok raka bisa tau soal itu ya”
“iya juga..gue baru inget…ternyata dia yang ngebogkar perselingkuhan bryan..gue mesti berterimakasih nih ama dia”
“dia peduli banget ama loe…”
‘dia temen yang baik..”
“cel..loe ngak ngerasa perkataan bryan ada benernya”
“perkataan yang mana?”tanyanya bingung
“soal raka yang mungkin aja suka ama loe”
“hahahahahahahhahahahahhahahha..ya ngak mungkinlah..bukannya dia deket ama vivian”
“iya juga sih..tapi siapa tau juga kan”
“akh ngaco loe.udah sana pulang gih..jemputan loe udah dateng”kata celo begitu melihat dino
Mereka lalu ninggalin cewek manis itu seorang diri.
Hasil foto mereka ketika liburan di pantai udah kelar
“siapa nih yang bertugas memotret”tanya modi kesel
“emang kenapa sih di”tanya Rere penasaran
“liat nih kok kebanyakan fotonya Celo sih..wajah kita-kita dikit banget”
“mana-mana”tanya yang lainnya penasaran
Ternyata hasil foto kemarin kebanyakn wajah celo
“yang motret kemarin kan raka??”timpal simon alah satu teman mereka
Tiba-tiba raka nongol
“nah tuh anaknya”kata simon menunjuk ke rah raka
“ada apa sih”tanya raka bingung
“kok hasil fotonya kebanyakan wajah celo sih”tanya mereka kompak.
Menyadari hal itu wajah raka menjadi memerah.
Mendengar namanya disebut-sebut celo yang baru datang bareng ama mery menjadi kaget
‘’ngapain loe nyebut-nyebut gue..akh emang sih arti selalu aja disebut-sebut”
“artis dari hongkong ”timpal renita
“loe emang artis..tapi buat raka aja”kata yang lainnya
‘hah..maksudnya apa”tanya celo kaget
“nih liat”kata simon menunjukan foto yang hampir semuanya gambar dirinya.
“waw kok gue semua…mungkin karena gue cantik. Tapi siapa yang motret”
“rakaa”teriak mereka kompak
Wajah raka menjadi sangat merah karena menahan malu
“wah ka..loe ngefans ya ama gue..kok loe ngak ngomong sih..padahalkan gue bisa ngasiin loe foto gue dalam berbagai ukuran”timpalnya lagi antai
“ngefans?? Malas banget”
“lantas ngapain loe ngjepret segitu banyaknya wajah gue”
“itu gak sengaja ke jepret..loenya aja kali yang doyan kamera”
“huh”kata celo kesel sambil memonyongkan mulutnya.

“loe suka ama celo kan”tanya dino
“kok loe tau”
“tatapan loe itu..semua juga bisa ngeliat kali bro”
“tapi kok dia ngak nyadar ya”
“seperti yang loe bilang dia itu orang yang cuek dan ngak peduliin lingkungan sekitar…jadi wajar aja kalau dia ngak nyadar. Lagian pesona loe masih kala jauh ama bryan..orang kaya celo itu blak-balakan..jadi untuk ngutarain sesuatu loe juga harus blak-blakan”
“hah..yang bener aja..mestinya kan dia bisa nyadarin semua perhatian gue”
“emang loe pernah perhatian ama dia..kan selama ini loe ngejutekin dia mulu”
“entah lah gue juga bingung..di dekat dia gue selalu meenjadi orang lain..bahkan gue ngak bisa sedikitpun bersikap lembut terhadapnya”
“udahlah nanti juga dia bakalan tau kok”
******************************************************************************
“cel loe udah tau siapa yang bayarin spp loe”tanya mery
“ngak tau’
“loe ngak curiga ama siapapun gitu”
“ngak..satu-satunya yang gue curigain sih bryan..tapi kalau ngeliat dia selingkuh udah pasti mustahil dia bakalan ngelakuin perbuatan amal”
“iya juga sih”
“gimana hubungan loe am ino”
“baik..baik banget malah…”
“hati-hati loh..orang yang baik juga bisa selingkuh”
“kalau dia berani selingkuh ge patahin lehernya”
“iya yang juara karate ngancamnya matahin leher”kata celo ambil tertawa..mereka pun mulai tertawa berdua.

Hari itu dengan bantuan teman sekelasnya raka mnegumpulkan lembaran mahkota bunga mawar putih kesukaan celo dan menyusunnya menjadi bentuk hati di meja celo. Hari ini dia nekat ngutarain semua perasaannya buat celo
“terima ngak terima itu urusan nanti”katanya pada dino
Semua turut nyumbangin setangka mawar buat dia. Bahkan simon yang paling sayang pada mawar putih harus ngerelain setangkai bunga itu but kesuksesan temannya.
Sementara itu celo yang tengah asik nongkrong bareng mery dikanting masih sibuk ngisi kampung tengah dengan semangkuk bakso tenes dan segelas es jeruk
“cel gue punya rahasia besar”
“apaan??loe selingkuh dari dino”
“sialan loe..ya ngak lah”
“trus apaan dong”lanjut celo tanpa memalingkan wajahnya dari mangkuk baksonya
“raka suka sama loe”
“whaaaat”teriaknya kaget dengan mata yang dibesarkan seukuran bakso tenes yang sedang tertusuk digarpunya
“hmhm”
“ngarang loe..ngak percaya gue”
‘”yeee nie anak..dikasih tau ngak percaya…loe tau ngak yang bayarin spp loe siapa”
“ya elah mer..kan gue udah bilang ngak tau…jangan bilang”
“yaps raka..dia yang ngebayarin”
“tapi dia kan ngak tau masalah gue”
“dia tau saat ngeliat loe stres nyari sesuatu di tas loe…kemudian dia ngedenger kalau ternyata loe kehilangan uang loe itu”
“tapi loe tau dari mana kalau itu dia yang bayar”
“pas mau ngebayar uang spp di hari yang saat loe kehilangan uang..gue ketemu ama raka..gue nanya dia lagi ngapain. Katanya lagi bayar uang sppnya. Tapi seingat gue dia udah ngebayar uang sppnya bareng dino. Nah pa loe cerita spp loe udah luna,,gue tau deh kalau sebenernya dia datang bayarin spp loe.”
“akh bisa jadi hanya kebetulan”
“ada lagi..artikel tentang tugas loe dari bu matilda itu bukan dari gue…tapi dari raka..dia yang nyariin loe. Waktu loe telat gara-gara jalan ama bryan..sebenarnya raka udah berencana ngambil alih tugas loe..karena dia tau loe lagi jalan ama bryan.dia ngak mau ngeruak suasana hati loe”
“tapi dia selalu ketus ama gue”
“itulah raka. Dia ngak tau cara ngungkapin rasanya pada cewek yang disukainya..tapi dia sayang kok ama elo. Makanya begitu tau bryan selingkuh dia ngak tega ngeliat loe tersakiti lagi”
“gue mesti tanya ama raka”katanya sambil berlalu meninggalkan mery yang masih terbengong-bengong. Namun akhirnya dia mengejar juga mery.
Begitu sampai diruangan dia terkejut tidak mendapati siapun disana..tapi banyak tas ditiap kursi…tandanya mereka lagi nongkrong ditempat nongkrong mereka masing-masing. Begitu hendak meninggalkan kelas matanya terpaku pada tumpukan mawar putih yang tepat diatas mejanya
“inikan meja guea” katanya meyakinkan
“kok bisa ada ini sih..siapa yang naruh ya…”
“gue…”kata seorang cowok yang ternyata raka
Mendapati raka dan rangkaian bentuk hati itu..tanpa harus bertanya lagi celo udah bisa mastiin perkataan mery itu benar.
“loe ngapain masang itu disitu”tanyanya sok bego
“buat pajangan aja..ya ngaklah itu ungkapan hati gue”
“maksud loe”tanyanya lagi dengan wajah yang kembali dipoloskan
“loe mau ngak jadi pacar gue”
“pacar???hum..hum..”kata-kata celo sengaja digantugkan persis seperti saat raka menakut-nakutinnya saat liburan dipantai
“gimana”tanya raka lagi cemas
Sebenarnya celo hanya mempermainkan raka. Dia hanya pengen ngelihat wajah raka yang tegang…
“terima-terima…terima..terima”teriak seluruh mahasiswa
Sejenak suaana menjadi hening begitu celo akan membuka mulutnya
“gue..gue mau”jawabnya manis
Rasanya raka pengen pingsan mendengar jawaban itu. Kemudian suasana kelas menjadi riuh karena hal itu. Akhirnya tom and jerry bisa akur juga…

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates