Kamis, 26 April 2012

LApORAN STUDI KOMUNITAS


Judul                               :  Studi Komunitas           
Tujuan                            :  1. Melakukan Analisis Vegetasi dengan Menggunakan
Berbagai Teknik Pengambilan Data (dengan Plot
dan Tanpa PLot)      
2. Menghitung Parameter Vegetasi yang Dianalisis
Yaitu Kerapatan, Frekuensi, Penutupan, Dominansi, Indeks Nilai Penting, dan Indeks Keragaman.
Tempat / Tanggal         :  Hutan Belakang Perpustakaan Universitas Haluoleo/
Minggu 11 Desember 2011
Nama / Stambuk          :  Martini/ A1C2 08 031
A.    Kajian Pustaka
Berbagai spesies tanaman dalam suatu komunitas terdapat dalam jumlah yang tidak sama. Berdasarkan produktivitas atau biomassa, seringkali dijumpai ada beberapa spesies tanaman yang dominan. Pada komunitas yang kopleks pola yang umum adalah beberapa spesies yang nyata dominan, banyak yang setengah dominan dan sedikit yang tidak dominan (Soekartomo, Soemitro dan Heddy, 1989; 83. Pengantar ekologi). 
Suatu komposisi suatu komunitas ditentukan oleh seleksi tumbuhan dan hewan yang kebetulan mencapai dan mampu hidup ditempat tersebut dalam kegiatan anggota-anggota komunitas ini bergantung pada penyesuaian dari setiap individu terhadapfaktor-faktor fisik dan biologi yang ada ditempat tersebut (Soedjiran, R.1988. Pengantar Ekologi).
Makhluk hidup dari berbagai jenis yang hidup secara alami di suatu tempat membentuk kumpulan yang di dalamnya setiap individu menemukan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kelompok yang hidup secara bersama telah menyesuaikan diri dan menghuni suatu tempat alami disebut komunitas.  Karakteristik komunitas pada suatu lingkungan adalah keanekaragaman. Makin beranekaragam komponen biotik (biodiversitas), maka makin tinggi keanekaragaman. Sebaliknya makin kurang beranekaragaman maka dikatakan keanekaragaman rendah (Riberu, Paskalis 2002. Jurnal Pembelajaran Ekologi : 7).
B.     Prosedur Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Memilih lokasi pengamatan
3.      Membuat transek pengamatan dengan ukuran 40 m x 40 m.
4.      Membuat plot pengamatan dengan ukuran 20 m x 20 m, didalam ukuran itu dibuat lagi plot dengan ukuran 10 m x 10 m, selanjutnya dibuat lagi plot 5 m x 5 m dan plot 1 m x 1m.
5.      Mengukur keliling batang pohon yang ditemukan pada ukuran plot 20 m x   20 m
6.      Mengukur keliling batang tihang yang ditemukan pada ukuran plot 10 m x   10 m
7.      Mengukur keliling batang sapihanyang ditemukan pada ukuran plot 5 m x     5 m
8.      Menghitung jumlah anakan yang ditemukan pada plot 1 x 1 m.
9.      Membuat data hasil pengamatan
10.  Membuat plot hingga 10 dan melakukan langkah-langkah yang sama seperti pembuatan plot pertama.     
C. Data dan Pengolahan Data
1. Tabel Konversi d dan L
NO
Nama Spesies
Plot 1

Sapihan
Tihang
Pohon

∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei



1
15,22
181,84
3
10,46
0,0085







9,03
0,0064







10,19
0,0081
2
Kayu putih
1
15,03
0,0177
1
10,19
81,51
1
5,85
0,0026


















3
Puta
1
10,19
0,0081















4
Manggopa hutan
1
15,66
0,0192















5
Ruruhi
4
12,73
0,0127







14,01
0,0154







15,03
0,0177







14,01
0,0154









NO
Nama Spesies
Plot 2
Sapihan
Tihang
Pohon
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei
2
17,19
0,0231
2
14,17
157,61
1
7,68
0,0046

10,19
0,0081

12,96
13,18












2
Kayu putih
1
13,12
0,0135



2
5,93
0,0027







7,46
0,0043









3
Puta



1
16,94
225,26
1
7,05
0,0039









4
Manggopa hutan
2
11,84
0,011







20,89
0,0342






5
Ruruhi






































 
NO
Nama Spesies
Plot 3
Sapihan
Tihang
Pohon
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei
2
25,60
0,0514
2
13,43
141,58
1
11,60
0,0105

23,56
0,0435

11,21
98,64












2
Kayu putih
1
21,27
0,0355
1
15,06
178,04
2
5,98
0,0028







5,58
0,0024









3
Puta






2
6,003
0,0028







6,38
0,0031
4
Manggopa hutan
2
12,99
0,0132
2
14,17
157,61




11,46
0,0103

17,26
233,85



5
Ruruhi
1
19,49
0,0298
1
15,61
191,28
































 
NO
Nama Spesies
Plot 4
Sapihan
Tihang
Pohon
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei
2
32,48
0,0828
1
18,37
0,0264
1
5,37
0,0022

18,98
0,0282















2
Kayu putih



























3
Puta
1
24,84
0,048
2
16,31
0,0208
1
5,77
0,0026




14,81
0,0172



4
Manggopa hutan
1
8,91
0,0062



1
6,28
0,0031









5
Ruruhi
2
10,19
0,0081
1
15,28
0,0183




16,31
0,0208

























NO
Nama Spesies
Plot 5
Sapihan
Tihang
Pohon
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei



2
13,69
0,0147
1
9,57
0,0071




11,87
0,0111



2
Kayu putih
3
23,18
0,0421



2
6,41
0,0032

11,46
0,0103




5,81
0,0026

17,96
0,0253






3
Puta
2
20
0,0031
1
16,11
0,0204




27,01
0,0572






4
Manggopa hutan



2
13,56
0,0144







16,11
0,0204



5
Ruruhi





































 
NO
Nama Spesies
Plot 6
Sapihan
Tihang
Pohon
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
∑ Ind
d (cm)
L (m2)
1
Rumbei
1
34,63
0,0941
2
14,33
0,0161
1
11,56
0,0104




14,29
0,0160












2
Kayu putih






3
6,97
0,0038







7,53
0,0044







8,75
0,0060
3
Puta



3
18,41
0,0266
1
5,93
0,0027




13,69
0,0147







16,56
0,0215



4
Manggopa hutan
2
15,54
0,0189
2
12,92
0,0131




11,59
0,0105

14,29
0,0160



5
Ruruhi


















0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates