Hari ini meruapakan hari paling menyebalkan buat Eri, gadis
yang bernama lengkap Erina Prasetya itu harus mengalami ribuah kendala yang tak
pernah diduganya. Hari ini aja dia telat datang ke sekolah, soalnya bangunnya
kesiangan. Gimana enggak, gara-gara ketemu Dong Hae salah satu member boy band
besar asal Korea Super Junior, dia jadi lupa waktu. Kalau ini sih buat dia
bukan kemalangan, tapi mukzizat.(sebenarnya sih Dong Hae idola penulis sendiri...heheheheheeh)
Dia benar-benar kaget bukan kepalang
ketika cowok kren itu datang di hadapannya bak seorang Pangeran kren dengan
setangkai bunga mawar ditangan, mirip seperti adegan yang dilakukannya di video
klip No Other. Dengan semangat ’45 dia mengambil bunga itu dan segera berusaha
ngeberiin ciuman manis diwajah cowok idolanya itu. Namun dia merasa heran
ketika bibirnya terasa dingin. Dengan sangat terpaksa dia membuka matanya dan
terkejut begitu mendapati dirinya telah berada di lantai, dan yang paling
menyebalkan lagi bibirnya yang seksi seperti bibir Angelina Jolie itu harus
nemplok di lantai kamarnya.
“Huh Tuhan dalam mimpi aja Engkau pun tak
mau membiarkan aku mencium Dong Hae????????” keluhnya kesal. Sebenarnya dia
ingin melanjutkan lagi keluhannya, tapi ketika matanya bertemu dengan jam
bekernya yang sebenarnya udah menjerit dari setengah jam yang lalu, dia lalu
berteriak histeris seperti orang kerasukan..untung aja gak ada Uztad, kalau ada pasti
bakalan langsung dirukiayah kali ya….
Dia lalu bergegas mandi dan berniat ke
sekolah, tapi hari ini dia harus ke sekolah dengan naik bus umum, soalnya mobil
yang biasa ditumpanginya sedang ngadat dan harus ngejongkrok di bengkel.
“Huh
beteeeee…..mana panas, penumpangnya padet pula” keluhnya dalam hati.
Entah mengapa macet yang gak biasanya
selama hari itu, juga turut menambah daftar ke sialan yang dialaminya… untung
aja hari itu kamis,jadi sekolah mereka lagi mengalami jam kosong pada jam
pertamanya. “Lumayan lah…”
Setelah menempuh perlajalanan yang memakan
waktu hampir 45 menit, akhirnya dia sampai juga di SMA Harapan, sekolah pujaan
hati.
Dia sangat terkejut melihat kerumunan
orang dilapangan basket. Namun dia tidak mempedulikan hal itu. Dia lalu menuju
ke kelasnya XI IPA5 yang berada di lantai 2, katanya mau
ngurangin lelah sejenak
“Duk” Eri terjatuh saat ada seseorang yang
menabraknya
“Ginaaaaaaaaaaaaaaaaaa pelan-pelan
dong…sakit nih” teriaknya kesel pada sahabatnya yang udah berlalu
meninggalkannya. “Maaf ya Ri” teriak cewek itu tanpa menoleh pada Eri.
“Huh apes banget sih gue” gerutunya
dongkol berusaha bangkit dan berjalan. Dia begitu terkejut mendapati suasana
kelasnya yang sunyi senyap seperti dikuburan. Dia lalu berlari menoleh kearah
lapangan basket.
“Oh itu toh yang lagi diributkan
anak-anak” gerutunya
Ternyata di lapangan basket ada geng Mars,
geng cowok-cowok kren yang beranggotakan Rico, Dimas, Kevin, Angga dan Alan.
Mereka semua menjadi idola cewek-cewek seantero sekolahan. Semua ngefans berat
ama mereka. Semua hal yang mereka lakukan selalu menarik minat anak-anak satu
sekolahan. Apalagi saat mereka sedang bermain basket kaya gitu semua pada berlomba untuk
bisa menjadi pendukung geng mars ini, bahkan mereka rela walau sekedar
ngambilin handuk dan minum doang.
Tapi tidak dengan Eri, dia benar-benar
tidak tertarik ama geng mars ini. Dimatanya geng ini hanya sekelompok anak
sekolahan yang kerjanya hanya menyusahkan para guru aja. Lagian pertemuannya
juga dengan Rico benar-benar bukan pertemuan yang menyenangkan untuk dikenang.
Dia harus dijorok-jorik di dalam got pada waktu OSPEK. Karena hal itu ribuan
makian, cacian, bahkan sumpah serapah keluar dari mulutnya. Untung aja sumpah
dia gak pernah terjadi, kalau enggak sekolah bakalan kehilangan cowok idola
mereka, soalnya Eri sering menyumpahi Rico menjadi Kecebong penghuni got yang
diamsukinya pada waktu OSPEK dulu. Hal itu tidak akan pernah dilupakannya.
*********************************************************************
“Nih Gin..es krim loe” tawar Eri pada
sobatnya itu saat mereka nongkrong di taman belakang kelas mereka.
“thak you.. eh Ri, tadi loe liat Rico kan”
“Ya…trus??”
“Hebat banget kan dia..udah gitu ganteng
pula…….pangeran idola gue dah” kata Gina dengan mata yang berbinar-binar
seperti melihat mutiara.
“Yaaa trus”
“Loe nih dari tadi tras..trus..tras..trus
mulu ikh menyebalkan” gerutu Gina kesel.”
“Nyantai dong Gin…lagian ya menurut gue
mereka itu hanya tumpukan cucian ekh maksud gue tumpukan orang-orang nyebelin
yang menyusahkan aa, apalagi noh si Rico….kalau gue mah ogah banget
kaleeeeeeeeee”
“Eh..Ri loe itu benar-benar”
Tiba-tiba kata-kata Gina terhenti.
Ternyata dia lagi terpukau menatap geng Mars, sampai-sampai dia tidak menyadari
es krimnya udah lumer dan tumpah mengenai sepatunya
“Akhhhhhhhhh” teriak Gina histeris
Ternyata dia gak stresin sepatu yang
kotor, tapi dia lagi ngesetresin geng mars yang berjalan ke arah mereka.
“Ada apaan sih?” tanya Eri kaget
“Ri lihat deh Rico cs ke arah kita” kata
Gina centil sambil mengeluarkan tisu dari tasnya untuk ngelap sepatunya yang
kotor
“Hay ladies” sapa Rico cs kompak
“Hay guys” balas Gina dengan wajah yang
manis….yaaa gak tau juga manis benaran apa gak, soalnya gak pernah tuh
ngerasain wajahnya dia.
Tapi sebenarnya sapaan itu ditunjukin buat
Prisil, ketua geng The Beauty, geng yang beranggotakan cewek-cewek cantik dan
parlente yaitu Prisil, Natasya, dan Mesya. Mereka ini sering dianggap sebagai
pasangan dari geng mars. Tapi sebenarnya Rico itu sangat dingin terhadap cewek,
termasuk ama Prisil. Makanya Eri sering bilang Rico itu perlu disiram air
panas, biar mendidih sekalian.
Karena sebenarnya yang ditemui geng mars itu
Prisil, maka Rico cs bukan ke arah Gina maupun Eri melainkan hanya melewati
mereka bahkan tanpa menoleh sedikitpun
“hahahahhahahahahahaa liat tuh orang kaya
mereka gak mungkin bakalan ngeliatin loe deh. Pesona loe itu masih ketutupan
ama pesona mak lampir” gelar yang mereka beriin buat Prisil..’ngerti jadi
jangan banyak ngayal deh”
“biarin” celetuk Gina dengan bibir yang
mulai di monyongkan..ya hampir ngalahin bibir seksi mpok Ati lah.
*********************************************************************
Pagi itu pelajaran dimulai dengan bahasa
inggris, pelajaran paling menyebalkan dengan guru terkiller Bu Margaret. Entah
kemalangan apa lagi yang dialaminya..saat sedang asik-asiknya ngelamun
tiba-tiba bu Margaret menunjuknya untuk mengerjakan soal di papan tulis tentang
Grammer..materi yang paling dibencinya. Dengan takut-takut dia menoleh ke arah
gina. Untungnya sahabatnya yang satu ini selalu menjadi malaikat penolong
baginya, dengan perlahan gina menggerakan bibirnya dan memberikan jawaban pada
Eri. Dengan tenang diapun maju ke papan tulis.
“Huhh…untuglah thaks ya Gin..”
“oke…..”
Eri paling benci sama bahasa Ingrris bukan
hanya pada pelajaran dan gurunya yang membosankan, tapi bagi dia bahasa Inggris
itu penipuan, gimana enggak lain tulisan lain bacaan (tapii bener juga ya). Dia
juga gak mau belajar bahasa Inggris sih katanya karena dia kesel ama bangsa
Inggris yang pernah menjajah Indonesia selama tiga setengah abad. Tapi alasan
yang paling tepat dia ngak suka bahasa Inggris ya karena modal utamanya
ngikutin pelajaran itu ya hanya yes ama no doang, ditambah lagi tiga kata
terampuh di dunia I LOVE YOU..ini nih pujaan semua orang kaleeeeeee.
Hari ini dia berniat ke perpustakaan buat
ngerjain tugas matematik yang diberiin ama Pak Siregar,,,guru aneh dengan logat
bataknya yang masihh kental, ditambah cambang dan kumis yang lebat menjadikan
guru ini lebih mirip mafia ketimbang guru.
“Mau kemana loe?? ” tanya Gina
“Perpus. Mau ikut??”
“Ngapain disana??”
“Nyuci……………….nyari tugas lah Gin” kata Eri
kesel
“Ooooooo” tambah Gina dengan mulut yang
berbentuk bulat mirip donat
“Eh mau ngerjain tugas atau mau ketemu ama
kak Denis????” tanya Gina penuh selidik
Eri tertegun sejenak mendengar nama Kak
Denis. Kakak satu ini merupakan cowok idola dari Eri..emang sih gak sekren
Rico, cowok idola sekolah. Tapi buat Eri ketulusan dan kebaikan Denis yang
terpancar dari matanya memberikan ketenangan tersendiri baginya. Lagian
pertemuannya dengan kak Denis sangat menyenangkan untuk diingat. Pertemuan
mereka juga bermula pada waktu OSPEK. Saat itu melihat Eri yang belepotan habis
masuk got karena di suruh ama Rico, Denis tiba-tiba nongol dan memberikannya
sapu tangan untuk membersihkan wajahnya terlebih dahulu. Dengan penuh perhatian
dia mengajak Eri untuk membersihkan pakian putihnya yang berubah menjadi
kecoklatan. Sejak hari itu Eri menjadi barisan pendukung Denis, dan berdiri di
barisan paling depan sebagai ketua kelompok anti Rico cs, tapi sebenarnya
kelompok itu gak pernah ada dan gak bakalan pernah terbentuk.
Saat melewati Rico cs Eri hanya
memalingkan wajahnya dan tak menoleh sedikutpun ke kumpulan cowok-cowok kren
itu.
“Itu siapa???” tanya Angga penasaran
“yang mana??” tanya Dimas yang juga turut
penasaran
“cewek yang baru lewat tadi”
“Eri…Erina Prasetya”
“Emang kenapa sih Nga” Tanya Alan penasaran
melihat wajah Angga yang begitu antusias pengen tau soal cewek yang bisa dibilang
lumayan manis juga itu.
“Gak..penasaran aja….tapi kayanya gue
pernah lihat deh, tapi dimana yah”..kata Angga kembali coba mengingat.
“Akh diakan yang kemarin waktu OSPEK
maki-maki Rico di depan semua panitia..loe ingat ngak” kata Kevin yang dari
tadi hanya sibuk menyetel gitarnya.
“Owh loe bener diakan yang kemarin di
masukin ke got..wah gue ingat banget nekatnya tuh anak ngamukin si Rico, bahkan
dia berani ngempesin ban mobil Rico pula..gue salut deh ama dia” kata Alan
lagi.
Dari tadi Rico hanya diam tanpa
mengucapkan sepatah katapun. Mungkin pengaruh sikap dinginnya kali ye….
“Eh tapi dia deket loh ama Denis” kata
Alan lagi
“Tau dari mana loe” tanya Kevin, Angga dan
Dimas kompak
“Soalnya aku sering ngeliat mereka ngobrol
bareng di taman belakang”
“Ngapain sih ngurusin orang” kata Rico
yang akhirnya mulai juga membuka mulut tapi masih dengan sikap jaimnya.
“tapi gue heran kok dia aneh sih??” tanya
Angga lagi
“Aneh?? Aneh gimana” tanya Dimas penasaran
“Yaiyalah saat semua orang memperebutkan
untuk menjadi pendamping geng mars, apa lagi Rico, kok dia malah lebih tertarik
ama Denis ya…”
“Bener juga lo” timpal mereka semua
kecuali Rico yang masih juga termenung entah mikirin apa.
**********************************************************************
Eri begitu senang menceritakan kisah
pertemuannya kali itu dengan Denis pada gina saat mereka nongkrong di kantin.
Namun tiba-tiba ceritanya terhenti begitu melihat Prisil bersama dayang-dayang
setianya Natsya dan Meisya yang kemudian disusul dengan geng mars.
“Ikh nyebelin banget tuh si Prisil sok
manis banget sih” keluh Gina kesel karena melihat Prisil menggandeng tangan
pangeran pujaannnya Rico.
“Gin..Gin kasian banget sih loe, disini
loe capek ngomel, mereka malah gak pernah tau kalau loe itu hidup apa ngak” goda
Eri kesal sambil tertawa.
Mendengar suara cekikikan dari cewek yang
hanya dipisahkan satu deret dari tempat duduk mereka, Rico menoleh kearah
mereka. Namun mereka sama sekali tidak memperhatikan adanya orang yang
memperhatikan tingkah mereka dengan santainya. Selesai makan mereka lalu
keluar, ketika melewati sekumpulan orang-orang kren Eri hanya berjalan lurus,
seolah-olah disitu tidak ada siapa-siapa.
*********************************************************************
Pukul 12.30, pelajaran matematik 3 jam
penuh bersama pak siregar akhirnya berakhir juga. Menurut Eri pelajaran
hitung-hitungan ini paling tepat diberi nama matematika, karena bisa nyebabin
semua anak apalagi dia mati muda dibuatnya.
Akhirnya mobil pujaan juga udah keluar
dari bengkel, jadi dia udah ngak perlu ngerepotin diri lagi buat naik bus yang
padet dan panasnya minta ampun daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.
“Bareng aja yuk Gin” tawar Eri pada Gina
“Gak lah aku bakalan dijemput ama kak Reza
kok”
Oh ya Reza ini kakak Gina sematawayang,
dia juga sangat ganteng dan kren, bahkan Eri sempat menaruh hati padanya. Tapi
ngak pernah diutaraiin ama siapa-siapa termasuk Gina apa lagi Reza. Katanya
malu…
Eri begitu stres ngeliat mobilnya yang
ditutupi oleh motor-motor siswa laen yang belum pada mau pulang..
“Duuuh nih anak-anak pada ngapaen dulu
sih…kok belum pada pulang. Kalau gini gimana caranya aku ngeluarin mobil
coba…aduh kalau tau mending juga naek bus lagi dah… duh lapeeeeeer” teriaknya
kesal sambil memegang perutnya dengan cacing-cacing yang udah mulai konser
hebat di dalam.
“ada apa Eri??” tanya seseorang padanya
“Hah kak Denis, ngak kok, cuman mobilnya
gak bisa dikeluarin aja, soalnya masih banyak motor yang ngalangin”
“Owhhh..yaudah kakak temanin ya“
“hah
gak salah denger nih gue, kak denis mau nemenin gua…ya ampun kalu gini sih
seminggupun juga rela nunggunya kaliii…aduh rejeki nomplok banget nih”
“kalau kakak ngak keberatan oke lah..(basa
basi banget sih)”
Mereka kemudian asik ngobrol diparkiran. Andaikan
saat itu dia doraemon pasti udah
dikeluarinnya alat yang bisa ngentiin waktu sejenak, saking senengnya bisa
ngobrol lama-lama ama kak denis.
“Ya
Tuhan jauhkan mereka dari sini…ngapain sih mereka pada dateng….” Pikir eri
dalam hati karena melihat siswa yang udah pada berjalan menuju keparkiran
hendak pulang ngambil kendaraan masing-masing.
Begitu melihat para siswa yang udah nongol
di parkiran dan hendak mengambil kendaraan masing-masing Denis akhirnya senang,
tapi mestinya dia bisa melihat wajah Eri yang berubah seperti teroris yang
pengen ngehujanin siswa-siswa nyebelin itu dengan bom, soalnya udah ngacauin
waktu nya dengan Denis. Tapi mau gak mau dia juga harus pulang dan ngisi
lambung yang benarnya udah kosong dari tadi...........
**********************************************************************
Hari itu lapangan basket udah kembali
penuh dengan ribuan orang yang memenuhi pinggir lapangan. Dari lantai 2
kelasnya, eri bisa melihat Rico cs yang udah mulai pemanasan siap untuk
bertanding baket.
‘Rico..Rico..Rico’ teriak cewek-cewek itu
kompak meneriakan nama Rico
Yang lain juga neriakin nama anggota geng
mars yang lainnya. Tapi Eri begitu terkejut ketika melihat lawan main mereka
Aswin, Jono, Tomi, kiki dan Dion. Ternyata itu kumpulan anak-anak jago basket
dari kelasnya.
“Hah bego banget sih mereka mau ngelawan
geng mars” celetuk Gina
“Ekh loe itu anak kelas kita atau personil
geng mars sih” tanya Eri kesel
“ya kelas kita lah, tapi ngelawan mereka
ampuuuun cari mati aja deh mereka..tanpa nontonpun udah bakalan ditau hasilnya
kaliii”
Eri sebenarnya ngerasa pesimis juga,,,ya
walau teman-temannya itu jago basket, tapi jika dibandingkan ama geng mars yang
selalu tapil sebagai juara basket tiap tanding basket, maka sama aja mengharap
bulan jatuh dari langit untuk kemenangan mereka.
Tapi kenapa mereka bisa ngelawan geng mars
ya….
Flas back
Seminggu yang lalu saat anak-anak kelas
Eri sedang pelajaran olahraga dan asik bermain basket, tanpa sadar bola yang
dilempar Eri terpelanting dan jatuh tepat dikepala Rico. Saat itu geng mars
yang sedang nongkrong bersama geng beauty begitu terkejut ketika melihat hal
itu.
“maaf..maaf..gak sengaja” kata Eri
hati-hati
“ekh kalau bego ya bego aja gak usah sok
maen…”kata Rico kesal sambil memegang kepalanya yang sakit. Untung aja gak
geger otak anak orang.
“yaa maaaf” kata Eri lagi
“maaf?? Ekh denger ya kalian itu hanya
sekumpulan anak-anak bego yang sok pandai tau. Mending kalian keluar sekarang
juga dari lapangan” perintah Rico dengan bentakan yang mengagetkan Eri bahkan
terdengar oleh semua anak.
Aswin yang juga ketua kelas mereka maju ke
depan dan berusaha ngebelain temantemannnya
“apa loe bilang, kumpulan orangorang
bego??? Ekh emang loe sehebat apa sih…..” tantang Aswin sok pahlawan
Kini semua geng mars maju berperang
ngalahin mereka,teman teman eripun tidak mau kalah.
“apa loe ngomong” celetuk Dimas kesel
“kalian gak ada apa-apanya, hanya
sekumpulan orangorang sok kren” kata Aswin lagi sinis
Sekarang darah semua personil geng mars kaya
mendidih udah nyampai ubun-ubun,
“oke gue pengen buktiin seberapa hebat sih
kalian” kata Aswin lagi dengan penuh keyakinan
“nantang maksud loe??” tanya semua orang
yang ada dilapangan dengan kekagetan yang tak bisa dilukiskan dengan katakata.
“oke” kata Rico “apa mau loe” tantang Rico
kesal
“kita adu maen basket” tantang Aswin gak
mau kalah.
“Baskeeeet???” teriak semuanya kaget. Mendengar
hal itu semua anak jadi semakin menciut. Tidak tau harus berbuat apa.
“oke..tapi gue gak mau maen hanya
segini-gini aja.kalau gue menang apa imbalan buat gue”tanya Rico lagi
Sejenak Aswin bingung dan gak tau mau
ngapain.
“Neh..dia bakalan jadi pembantu loe yang
secara suka rela selama 3 bulan penuh“
kata Aswin mantap sambil mendorong Eri yang seolah-olah dijadikan piala
perlombaan
“Umm. Ekh WHAAAAAAT… ASWIN LOE GILA YA”
teriak Eri histeris
Tapi aswin berusaha menenangkannya. dengan
raut wajah yang kecutnya minta ampun dia terpaksa menyetujui hal itu. Soalnya
aswin bilang semua hal itu dilakukan untuk ngebelian harga diri kelas mereka
dihadapan geng Maras, lagian hal itu bermula karena dirinya. Dengan sangat
terpaksa dia menyetujuinya
“oke..dan jika gue menang gue mau semua
geng loe jadi pembantu seluruh siswa di kelas gue selama 3 bulan” tantang Aswin
gak kalah PDnya.
Semenjak hal itu perbincangan di sekolah
hanya membahas mengenai kenekatan Aswin cs menantang geng Mars tanding basket.
Eri gak mau nyerah gitu aja. Dia minta tolong pada Romi, kakaknya sematawayang yang jago basket untuk ngajarin Aswin cs, yaa
walau di kelas merekalah yang terbaik, tapi ama geng maras oh
nooooooooooooooooooooooooooooooo. Eri ngelakuin itu sebenarnya bukan mikirin
nasib dan harga diri kelasnya…tapi lebih mikirin nasibnya seandainya aswin
kalah dan harus jadi pembantu Rico
selama 3 bulan. Ampun sehari aja udah mau mati kalau dibayangin.
Dan hari inilah pertandingan terbesar
dalam sejarah akan dimulai. Dengan keyakinan yang dibuat-buat Eri berusaha
turun lapangan dan menonton pertandingan.
“yaampun Ri loe bego amat sih mau aja
ngerelain diri loe jadi umpan..udah pasti loe bakalan berakhir jadi pembantunya
tau” kata Gina khawatir
“tenang aja gin kemungkinan itu selalu
ada, kali aja saat pertandigan bentar tangan Rico patah, atau kakinya yang
patah…jadi kan masih ada kemungkinan” terang Eri sok yakin, tapi sebenarnya dia
sangat khawatir.
Pertandingan pun sangat seru ketika hasil
akhir muncul 65-10 Eri jatuh pingsan. Terbayang sudah nasibnya untuk jadi
pembantu selama 3 bulan. Begitu tersadar dari pingsan, bak HP yang baru selesai
di cas dengan tenaga penuh dia datang mencari Aswin. Aswin yang mengetahui
nasibnya bakalan malang karena berurusan dengan cewek manis yang kini memegang
sabuk hitam pada kejuaraan karate, segera mengumpetkan dirinya baik-baik. Tapi
Eri pantang menyerah, bahkan ampe lubang semutpun dibobol hanya untuk nemuin
Aswin....
to be continue
ukh..udah dulu ya...ntar sambung lagi kalau udah dapet ide..oke tunggu kelanjutannya ya....
0 komentar:
Posting Komentar