Kamis, 12 April 2012

I HATE U, BUT I LOVE U Part 1

Hari ini meruapakan hari paling menyebalkan buat Eri, gadis yang bernama lengkap Erina Prasetya itu harus mengalami ribuah kendala yang tak pernah diduganya. Hari ini aja dia telat datang ke sekolah, soalnya bangunnya kesiangan. Gimana enggak, gara-gara ketemu Dong Hae salah satu member boy band besar asal Korea Super Junior, dia jadi lupa waktu. Kalau ini sih buat dia bukan kemalangan, tapi mukzizat.(sebenarnya sih Dong Hae idola penulis sendiri...heheheheheeh)
Dia benar-benar kaget bukan kepalang ketika cowok kren itu datang di hadapannya bak seorang Pangeran kren dengan setangkai bunga mawar ditangan, mirip seperti adegan yang dilakukannya di video klip No Other. Dengan semangat ’45 dia mengambil bunga itu dan segera berusaha ngeberiin ciuman manis diwajah cowok idolanya itu. Namun dia merasa heran ketika bibirnya terasa dingin. Dengan sangat terpaksa dia membuka matanya dan terkejut begitu mendapati dirinya telah berada di lantai, dan yang paling menyebalkan lagi bibirnya yang seksi seperti bibir Angelina Jolie itu harus nemplok di lantai kamarnya.
“Huh Tuhan dalam mimpi aja Engkau pun tak mau membiarkan aku mencium Dong Hae????????” keluhnya kesal. Sebenarnya dia ingin melanjutkan lagi keluhannya, tapi ketika matanya bertemu dengan jam bekernya yang sebenarnya udah menjerit dari setengah jam yang lalu, dia lalu berteriak histeris seperti orang kerasukan..untung aja gak ada Uztad, kalau ada pasti bakalan langsung dirukiayah kali ya….
Dia lalu bergegas mandi dan berniat ke sekolah, tapi hari ini dia harus ke sekolah dengan naik bus umum, soalnya mobil yang biasa ditumpanginya sedang ngadat dan harus ngejongkrok di bengkel.
Huh beteeeee…..mana panas, penumpangnya padet pula” keluhnya dalam hati.
Entah mengapa macet yang gak biasanya selama hari itu, juga turut menambah daftar ke sialan yang dialaminya… untung aja hari itu kamis,jadi sekolah mereka lagi mengalami jam kosong pada jam pertamanya. “Lumayan lah…”
Setelah menempuh perlajalanan yang memakan waktu hampir 45 menit, akhirnya dia sampai juga di SMA Harapan, sekolah pujaan hati.
Dia sangat terkejut melihat kerumunan orang dilapangan basket. Namun dia tidak mempedulikan hal itu. Dia lalu menuju ke kelasnya XI IPA5 yang berada di lantai 2­, katanya mau ngurangin lelah sejenak
“Duk” Eri terjatuh saat ada seseorang yang menabraknya
“Ginaaaaaaaaaaaaaaaaaa pelan-pelan dong…sakit nih” teriaknya kesel pada sahabatnya yang udah berlalu meninggalkannya. “Maaf ya Ri” teriak cewek itu tanpa menoleh pada Eri.
“Huh apes banget sih gue” gerutunya dongkol berusaha bangkit dan berjalan. Dia begitu terkejut mendapati suasana kelasnya yang sunyi senyap seperti dikuburan. Dia lalu berlari menoleh kearah lapangan basket.
“Oh itu toh yang lagi diributkan anak-anak” gerutunya
Ternyata di lapangan basket ada geng Mars, geng cowok-cowok kren yang beranggotakan Rico, Dimas, Kevin, Angga dan Alan. Mereka semua menjadi idola cewek-cewek seantero sekolahan. Semua ngefans berat ama mereka. Semua hal yang mereka lakukan selalu menarik minat anak-anak satu sekolahan. Apalagi saat mereka sedang bermain basket kaya gitu semua pada berlomba untuk bisa menjadi pendukung geng mars ini, bahkan mereka rela walau sekedar ngambilin handuk dan minum doang.
Tapi tidak dengan Eri, dia benar-benar tidak tertarik ama geng mars ini. Dimatanya geng ini hanya sekelompok anak sekolahan yang kerjanya hanya menyusahkan para guru aja. Lagian pertemuannya juga dengan Rico benar-benar bukan pertemuan yang menyenangkan untuk dikenang. Dia harus dijorok-jorik di dalam got pada waktu OSPEK. Karena hal itu ribuan makian, cacian, bahkan sumpah serapah keluar dari mulutnya. Untung aja sumpah dia gak pernah terjadi, kalau enggak sekolah bakalan kehilangan cowok idola mereka, soalnya Eri sering menyumpahi Rico menjadi Kecebong penghuni got yang diamsukinya pada waktu OSPEK dulu. Hal itu tidak akan pernah dilupakannya.
*********************************************************************
“Nih Gin..es krim loe” tawar Eri pada sobatnya itu saat mereka nongkrong di taman belakang kelas mereka.
“thak you.. eh Ri, tadi loe liat Rico kan”
“Ya…trus??”
“Hebat banget kan dia..udah gitu ganteng pula…….pangeran idola gue dah” kata Gina dengan mata yang berbinar-binar seperti melihat mutiara.
“Yaaa trus”
“Loe nih dari tadi tras..trus..tras..trus mulu ikh menyebalkan” gerutu Gina kesel.”
“Nyantai dong Gin…lagian ya menurut gue mereka itu hanya tumpukan cucian ekh maksud gue tumpukan orang-orang nyebelin yang menyusahkan aa, apalagi noh si Rico….kalau gue mah ogah banget kaleeeeeeeeee”
“Eh..Ri loe itu benar-benar”
Tiba-tiba kata-kata Gina terhenti. Ternyata dia lagi terpukau menatap geng Mars, sampai-sampai dia tidak menyadari es krimnya udah lumer dan tumpah mengenai sepatunya
“Akhhhhhhhhh” teriak Gina histeris
Ternyata dia gak stresin sepatu yang kotor, tapi dia lagi ngesetresin geng mars yang berjalan ke arah mereka.
“Ada apaan sih?” tanya Eri kaget
“Ri lihat deh Rico cs ke arah kita” kata Gina centil sambil mengeluarkan tisu dari tasnya untuk ngelap sepatunya yang kotor
“Hay ladies” sapa Rico cs kompak
“Hay guys” balas Gina dengan wajah yang manis….yaaa gak tau juga manis benaran apa gak, soalnya gak pernah tuh ngerasain wajahnya dia.
Tapi sebenarnya sapaan itu ditunjukin buat Prisil, ketua geng The Beauty, geng yang beranggotakan cewek-cewek cantik dan parlente yaitu Prisil, Natasya, dan Mesya. Mereka ini sering dianggap sebagai pasangan dari geng mars. Tapi sebenarnya Rico itu sangat dingin terhadap cewek, termasuk ama Prisil. Makanya Eri sering bilang Rico itu perlu disiram air panas, biar mendidih sekalian.
Karena sebenarnya yang ditemui geng mars itu Prisil, maka Rico cs bukan ke arah Gina maupun Eri melainkan hanya melewati mereka bahkan tanpa menoleh sedikitpun
“hahahahhahahahahahaa liat tuh orang kaya mereka gak mungkin bakalan ngeliatin loe deh. Pesona loe itu masih ketutupan ama pesona mak lampir” gelar yang mereka beriin buat Prisil..’ngerti jadi jangan banyak ngayal deh”
“biarin” celetuk Gina dengan bibir yang mulai di monyongkan..ya hampir ngalahin bibir seksi mpok Ati lah.
*********************************************************************
Pagi itu pelajaran dimulai dengan bahasa inggris, pelajaran paling menyebalkan dengan guru terkiller Bu Margaret. Entah kemalangan apa lagi yang dialaminya..saat sedang asik-asiknya ngelamun tiba-tiba bu Margaret menunjuknya untuk mengerjakan soal di papan tulis tentang Grammer..materi yang paling dibencinya. Dengan takut-takut dia menoleh ke arah gina. Untungnya sahabatnya yang satu ini selalu menjadi malaikat penolong baginya, dengan perlahan gina menggerakan bibirnya dan memberikan jawaban pada Eri. Dengan tenang diapun maju ke papan tulis.
“Huhh…untuglah thaks ya Gin..”
“oke…..”
Eri paling benci sama bahasa Ingrris bukan hanya pada pelajaran dan gurunya yang membosankan, tapi bagi dia bahasa Inggris itu penipuan, gimana enggak lain tulisan lain bacaan (tapii bener juga ya). Dia juga gak mau belajar bahasa Inggris sih katanya karena dia kesel ama bangsa Inggris yang pernah menjajah Indonesia selama tiga setengah abad. Tapi alasan yang paling tepat dia ngak suka bahasa Inggris ya karena modal utamanya ngikutin pelajaran itu ya hanya yes ama no doang, ditambah lagi tiga kata terampuh di dunia I LOVE YOU..ini nih pujaan semua orang kaleeeeeee.
Hari ini dia berniat ke perpustakaan buat ngerjain tugas matematik yang diberiin ama Pak Siregar,,,guru aneh dengan logat bataknya yang masihh kental, ditambah cambang dan kumis yang lebat menjadikan guru ini lebih mirip mafia ketimbang guru.
“Mau kemana loe?? ” tanya Gina
“Perpus. Mau ikut??”
“Ngapain disana??”
“Nyuci……………….nyari tugas lah Gin” kata Eri kesel
“Ooooooo” tambah Gina dengan mulut yang berbentuk bulat mirip donat
“Eh mau ngerjain tugas atau mau ketemu ama kak Denis????” tanya Gina penuh selidik
Eri tertegun sejenak mendengar nama Kak Denis. Kakak satu ini merupakan cowok idola dari Eri..emang sih gak sekren Rico, cowok idola sekolah. Tapi buat Eri ketulusan dan kebaikan Denis yang terpancar dari matanya memberikan ketenangan tersendiri baginya. Lagian pertemuannya dengan kak Denis sangat menyenangkan untuk diingat. Pertemuan mereka juga bermula pada waktu OSPEK. Saat itu melihat Eri yang belepotan habis masuk got karena di suruh ama Rico, Denis tiba-tiba nongol dan memberikannya sapu tangan untuk membersihkan wajahnya terlebih dahulu. Dengan penuh perhatian dia mengajak Eri untuk membersihkan pakian putihnya yang berubah menjadi kecoklatan. Sejak hari itu Eri menjadi barisan pendukung Denis, dan berdiri di barisan paling depan sebagai ketua kelompok anti Rico cs, tapi sebenarnya kelompok itu gak pernah ada dan gak bakalan pernah terbentuk.
Saat melewati Rico cs Eri hanya memalingkan wajahnya dan tak menoleh sedikutpun ke kumpulan cowok-cowok kren itu.
“Itu siapa???” tanya Angga penasaran
“yang mana??” tanya Dimas yang juga turut penasaran
“cewek yang baru lewat tadi”
“Eri…Erina Prasetya”
“Emang kenapa sih Nga” Tanya Alan penasaran melihat wajah Angga yang begitu antusias pengen tau soal cewek yang bisa dibilang lumayan manis juga itu.
“Gak..penasaran aja….tapi kayanya gue pernah lihat deh, tapi dimana yah”..kata Angga kembali coba mengingat.
“Akh diakan yang kemarin waktu OSPEK maki-maki Rico di depan semua panitia..loe ingat ngak” kata Kevin yang dari tadi hanya sibuk menyetel gitarnya.
“Owh loe bener diakan yang kemarin di masukin ke got..wah gue ingat banget nekatnya tuh anak ngamukin si Rico, bahkan dia berani ngempesin ban mobil Rico pula..gue salut deh ama dia” kata Alan lagi.
Dari tadi Rico hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mungkin pengaruh sikap dinginnya kali ye….
“Eh tapi dia deket loh ama Denis” kata Alan lagi
“Tau dari mana loe” tanya Kevin, Angga dan Dimas kompak
“Soalnya aku sering ngeliat mereka ngobrol bareng di taman belakang”
“Ngapain sih ngurusin orang” kata Rico yang akhirnya mulai juga membuka mulut tapi masih dengan sikap jaimnya.  
“tapi gue heran kok dia aneh sih??” tanya Angga lagi
“Aneh?? Aneh gimana” tanya Dimas penasaran
“Yaiyalah saat semua orang memperebutkan untuk menjadi pendamping geng mars, apa lagi Rico, kok dia malah lebih tertarik ama Denis ya…”
“Bener juga lo” timpal mereka semua kecuali Rico yang masih juga termenung entah mikirin apa.
**********************************************************************
Eri begitu senang menceritakan kisah pertemuannya kali itu dengan Denis pada gina saat mereka nongkrong di kantin. Namun tiba-tiba ceritanya terhenti begitu melihat Prisil bersama dayang-dayang setianya Natsya dan Meisya yang kemudian disusul dengan geng mars.
“Ikh nyebelin banget tuh si Prisil sok manis banget sih” keluh Gina kesel karena melihat Prisil menggandeng tangan pangeran pujaannnya Rico.
“Gin..Gin kasian banget sih loe, disini loe capek ngomel, mereka malah gak pernah tau kalau loe itu hidup apa ngak” goda Eri kesal sambil tertawa.
Mendengar suara cekikikan dari cewek yang hanya dipisahkan satu deret dari tempat duduk mereka, Rico menoleh kearah mereka. Namun mereka sama sekali tidak memperhatikan adanya orang yang memperhatikan tingkah mereka dengan santainya. Selesai makan mereka lalu keluar, ketika melewati sekumpulan orang-orang kren Eri hanya berjalan lurus, seolah-olah disitu tidak ada siapa-siapa.
*********************************************************************
Pukul 12.30, pelajaran matematik 3 jam penuh bersama pak siregar akhirnya berakhir juga. Menurut Eri pelajaran hitung-hitungan ini paling tepat diberi nama matematika, karena bisa nyebabin semua anak apalagi dia mati muda dibuatnya.
Akhirnya mobil pujaan juga udah keluar dari bengkel, jadi dia udah ngak perlu ngerepotin diri lagi buat naik bus yang padet dan panasnya minta ampun daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.
“Bareng aja yuk Gin” tawar Eri pada Gina
“Gak lah aku bakalan dijemput ama kak Reza kok”
Oh ya Reza ini kakak Gina sematawayang, dia juga sangat ganteng dan kren, bahkan Eri sempat menaruh hati padanya. Tapi ngak pernah diutaraiin ama siapa-siapa termasuk Gina apa lagi Reza. Katanya malu…
Eri begitu stres ngeliat mobilnya yang ditutupi oleh motor-motor siswa laen yang belum pada mau pulang..
“Duuuh nih anak-anak pada ngapaen dulu sih…kok belum pada pulang. Kalau gini gimana caranya aku ngeluarin mobil coba…aduh kalau tau mending juga naek bus lagi dah… duh lapeeeeeer” teriaknya kesal sambil memegang perutnya dengan cacing-cacing yang udah mulai konser hebat di dalam.
“ada apa Eri??” tanya seseorang padanya
“Hah kak Denis, ngak kok, cuman mobilnya gak bisa dikeluarin aja, soalnya masih banyak motor yang ngalangin”
“Owhhh..yaudah kakak temanin ya“
hah gak salah denger nih gue, kak denis mau nemenin gua…ya ampun kalu gini sih seminggupun juga rela nunggunya kaliii…aduh rejeki nomplok banget nih
“kalau kakak ngak keberatan oke lah..(basa basi banget sih)”
Mereka kemudian asik ngobrol diparkiran. Andaikan saat itu dia  doraemon pasti udah dikeluarinnya alat yang bisa ngentiin waktu sejenak, saking senengnya bisa ngobrol lama-lama ama kak denis.
Ya Tuhan jauhkan mereka dari sini…ngapain sih mereka pada dateng….” Pikir eri dalam hati karena melihat siswa yang udah pada berjalan menuju keparkiran hendak pulang ngambil kendaraan masing-masing.
Begitu melihat para siswa yang udah nongol di parkiran dan hendak mengambil kendaraan masing-masing Denis akhirnya senang, tapi mestinya dia bisa melihat wajah Eri yang berubah seperti teroris yang pengen ngehujanin siswa-siswa nyebelin itu dengan bom, soalnya udah ngacauin waktu nya dengan Denis. Tapi mau gak mau dia juga harus pulang dan ngisi lambung yang benarnya udah kosong dari tadi...........
**********************************************************************
Hari itu lapangan basket udah kembali penuh dengan ribuan orang yang memenuhi pinggir lapangan. Dari lantai 2 kelasnya, eri bisa melihat Rico cs yang udah mulai pemanasan siap untuk bertanding baket.
‘Rico..Rico..Rico’ teriak cewek-cewek itu kompak meneriakan nama Rico
Yang lain juga neriakin nama anggota geng mars yang lainnya. Tapi Eri begitu terkejut ketika melihat lawan main mereka Aswin, Jono, Tomi, kiki dan Dion. Ternyata itu kumpulan anak-anak jago basket dari kelasnya.
“Hah bego banget sih mereka mau ngelawan geng mars” celetuk Gina
“Ekh loe itu anak kelas kita atau personil geng mars sih” tanya Eri kesel
“ya kelas kita lah, tapi ngelawan mereka ampuuuun cari mati aja deh mereka..tanpa nontonpun udah bakalan ditau hasilnya kaliii”
Eri sebenarnya ngerasa pesimis juga,,,ya walau teman-temannya itu jago basket, tapi jika dibandingkan ama geng mars yang selalu tapil sebagai juara basket tiap tanding basket, maka sama aja mengharap bulan jatuh dari langit untuk kemenangan mereka.
Tapi kenapa mereka bisa ngelawan geng mars ya….
Flas back
Seminggu yang lalu saat anak-anak kelas Eri sedang pelajaran olahraga dan asik bermain basket, tanpa sadar bola yang dilempar Eri terpelanting dan jatuh tepat dikepala Rico. Saat itu geng mars yang sedang nongkrong bersama geng beauty begitu terkejut ketika melihat hal itu.
“maaf..maaf..gak sengaja” kata Eri hati-hati
“ekh kalau bego ya bego aja gak usah sok maen…”kata Rico kesal sambil memegang kepalanya yang sakit. Untung aja gak geger otak anak orang.
“yaa maaaf” kata Eri lagi
“maaf?? Ekh denger ya kalian itu hanya sekumpulan anak-anak bego yang sok pandai tau. Mending kalian keluar sekarang juga dari lapangan” perintah Rico dengan bentakan yang mengagetkan Eri bahkan terdengar oleh semua anak.
Aswin yang juga ketua kelas mereka maju ke depan dan berusaha ngebelain temantemannnya
“apa loe bilang, kumpulan orangorang bego??? Ekh emang loe sehebat apa sih…..” tantang Aswin sok pahlawan
Kini semua geng mars maju berperang ngalahin mereka,teman teman eripun tidak mau kalah.
“apa loe ngomong” celetuk Dimas kesel
“kalian gak ada apa-apanya, hanya sekumpulan orangorang sok kren” kata Aswin lagi sinis
Sekarang darah semua personil geng mars kaya mendidih udah nyampai ubun-ubun,
“oke gue pengen buktiin seberapa hebat sih kalian” kata Aswin lagi dengan penuh keyakinan
“nantang maksud loe??” tanya semua orang yang ada dilapangan dengan kekagetan yang tak bisa dilukiskan dengan katakata.
“oke” kata Rico “apa mau loe” tantang Rico kesal
“kita adu maen basket” tantang Aswin gak mau kalah.
“Baskeeeet???” teriak semuanya kaget. Mendengar hal itu semua anak jadi semakin menciut. Tidak tau harus berbuat apa.
“oke..tapi gue gak mau maen hanya segini-gini aja.kalau gue menang apa imbalan buat gue”tanya Rico lagi
Sejenak Aswin bingung dan gak tau mau ngapain.
“Neh..dia bakalan jadi pembantu loe yang secara suka rela selama 3 bulan penuh“  kata Aswin mantap sambil mendorong Eri yang seolah-olah dijadikan piala perlombaan
“Umm. Ekh WHAAAAAAT… ASWIN LOE GILA YA” teriak Eri histeris
Tapi aswin berusaha menenangkannya. dengan raut wajah yang kecutnya minta ampun dia terpaksa menyetujui hal itu. Soalnya aswin bilang semua hal itu dilakukan untuk ngebelian harga diri kelas mereka dihadapan geng Maras, lagian hal itu bermula karena dirinya. Dengan sangat terpaksa dia menyetujuinya
“oke..dan jika gue menang gue mau semua geng loe jadi pembantu seluruh siswa di kelas gue selama 3 bulan” tantang Aswin gak kalah PDnya.
Semenjak hal itu perbincangan di sekolah hanya membahas mengenai kenekatan Aswin cs menantang geng Mars tanding basket. Eri gak mau nyerah gitu aja. Dia minta tolong pada Romi, kakaknya sematawayang  yang jago basket untuk ngajarin Aswin cs, yaa walau di kelas merekalah yang terbaik, tapi ama geng maras oh nooooooooooooooooooooooooooooooo. Eri ngelakuin itu sebenarnya bukan mikirin nasib dan harga diri kelasnya…tapi lebih mikirin nasibnya seandainya aswin kalah dan harus jadi pembantu Rico  selama 3 bulan. Ampun sehari aja udah mau mati kalau dibayangin.
Dan hari inilah pertandingan terbesar dalam sejarah akan dimulai. Dengan keyakinan yang dibuat-buat Eri berusaha turun lapangan dan menonton pertandingan.
“yaampun Ri loe bego amat sih mau aja ngerelain diri loe jadi umpan..udah pasti loe bakalan berakhir jadi pembantunya tau” kata Gina khawatir
“tenang aja gin kemungkinan itu selalu ada, kali aja saat pertandigan bentar tangan Rico patah, atau kakinya yang patah…jadi kan masih ada kemungkinan” terang Eri sok yakin, tapi sebenarnya dia sangat khawatir.
Pertandingan pun sangat seru ketika hasil akhir muncul 65-10 Eri jatuh pingsan. Terbayang sudah nasibnya untuk jadi pembantu selama 3 bulan. Begitu tersadar dari pingsan, bak HP yang baru selesai di cas dengan tenaga penuh dia datang mencari Aswin. Aswin yang mengetahui nasibnya bakalan malang karena berurusan dengan cewek manis yang kini memegang sabuk hitam pada kejuaraan karate, segera mengumpetkan dirinya baik-baik. Tapi Eri pantang menyerah, bahkan ampe lubang semutpun dibobol hanya untuk nemuin Aswin....

to be continue



ukh..udah dulu ya...ntar sambung lagi kalau udah dapet ide..oke tunggu kelanjutannya ya....

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates