Judul : Kompetisi
Interspesifik dan Intraspesifik pada Tumbuhan
Tujuan : Mengamati Pengaruh
Kompetisi Intraspesifik dan
Interspesifik pada
Tanaman Jagung dan Kacang Hijau
Tempat
/ Tanggal : Rumah Kaca Laboratorium
Pengembangan Unit Biologi / 22
Oktober
– 26 November 2011
A. Kajian
Pustaka
Meskipun
persebaran geografis pada banyak spesies sebagian besar ditentukan oleh
adaptasinya terhadap faktor-faktor lingkungan abiotik, organisme juga
dipengaruhi oleh interaksi biotik dengan individu lain yang berada
disekitarnya. Koevolusi menjelaskan interaksi yang melibatkan adaptasi
evolusioner yang yang timbal balik pada dua spesies. Suatu perubahan dalam satu
spesies bertindak sebagai kekuatan selektif pada spesies lain, dan
kontra-adaptasi oleh spesies yang kedua, selanjutnya merupakan kekuatan
selektif pada individu-individu spesies pertama (Campbell, 2004. Biologi Jilid
3: 364).
Faktor-fator
intraspesifik merupakan mekanisme interaksi dari dalam individu organisme yang
turut mengendalikan kelimpahan populasi. Pada hakikatnya mekanisme
intraspesifik yang di maksud merupakan perubahan biologi yang berlangsung dari
waktu ke waktu (Wirakusumah, 2003.Dasar-dasar Ekologi bagi populasi dan Komunitas).
Bila dua spesies
bergantung pada sumber tertentu dalam lingkungannya, maka mereka saling
bersaing untuk mendapatkan sumber tersebut. Yang paling sering terjadi sumber
yang diperebutkan adalah makanan, tetapi dapat pula hal-hal seperti tempat
berlindung, sumber air dan tempat yang disinari matahari. Semua persyaratan
ekologis suatu spesies merupakan relung ekologi spesies tersebut.tumbuhan juga
selalu bersaing dengan tumbuhan lain untuk mendapatkan cahaya matahari, tanah,
air dan mineral. Untuk mendapatkannya terdapat banyak adaptasi khusus yang
dipakai oleh tumbuhan untuk mengurangi persaingan antarspesies (Kimball, 1999.
Biologi Jilid 3: 1038).
B. Prosedur
Kerja
1. Kompetisi
intraspesies
Langkah-langkah
yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
a) Menyiapkan
alat dan bahan.
b) Menggali
tanah dan membersihkannya dari segala kotoran dan mengisinya ke dalam polibek,
kemudian menyiramnya dengan air hingga agak basah.
c) Merendam
biji kacang hijau dan jagung selama beberapa menit
d) Menanam
kacang hijau dan jagung pada masing-masing polibek secara terpisah, dimana
polibek I berisi 2 tanaman, polibek II berisi 4 tanaman dan polibek III berisi
8 tanaman.
e) Menyiram
tanaman pagi dan sore, setiap hari
f) 1
Minggu setelah masa tanam mengukur pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman,
diameter batang dan jumlah daun) sebanyak 3 kali dalam seminggu dimana
pengukuran ini dilakukan selama 5
minggu.
g) Mencatat
dan membuat data hasil pengamatan
2. Kompetisi
interspesies
Langkah-langkah
yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
a) Menyiapkan
alat dan bahan
b) Menggali
tanah dan membersihkannya dari segala kotoran dan mengisinya ke dalam polibek,
kemudian menyiramnya dengan air hingga agak basah
c) Merendam
biji kacang hijau dan jagung selama beberapa menit
d) Menanam
biji kacang hijau dan jagung dalam polibek yang sama yang dilakukan secara
berselang - seling, dimana pada polibek I terdiri atas 1 jagung dan 1 kacang
hijau, pada polibek II terdiri atas 2 jagung dan 2 kacang hijau, dan pada
polibek III terdiri atas 4 jagung dan 4 kacang hijau.
e) Menyiram
tanaman pagi dan sore, setiap hari
f) 1
Minggu setelah masa tanam mengukur pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman,
diameter batang dan jumlah daun) sebanyak 3 kali dalam seminggu dimana
pengukuran ini dilakukan selama 5
minggu.
g) Mencatat
dan membuat data hasil pengamatan
D. Pembahasan
Pada kenyataan
organisme akan hidup secara berkelompok dan menempati suatu lingkungan tertentu
pada waktu yang sama. Hal ini akan menimbulkan interaksi dan kompetisi diantara
anggota populasi tersebut. Adanya interaksi diantara anggota populasi sangat
mempengaruhi kondisi suatu populasi, karena tindakan suatu organisme dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme lainnya. Interaksi ini
menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kelangsungan hidup suatu organisme
dalam suatu populasi.
Kompetisi terjadi
karena organisme tersebut memiliki kebutuhan yang sama atas suatu zat, namun
jumlah zat tersebut terbatas misalnya cahaya matahari, makanan, air karbon
dioksida, oksigen, dan unsur hara. Selain faktor yang diperebutkan terdapat
pula faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari tanaman
tersebut, diantaranya adalah keberadaan hewan penyerbuk, agen dispersal biji,
kondisi tanah, kelembaban tanah dan udara serta angin. Kompetisi ini dapat
terjadi anatara individu sejenis (kompetisi intraspesifik) maupun dengan
individu yang berbeda (kompetisi interspesifik).
Ada berbagai faktor
yang mempengaruhi timbulnya interaksi dalam suatu populasi, baik interaksi
intraspesifik maupun interspesifik yaitu
1.
Jenis tanaman, dimana faktor ini
meliputi sifat biologi tumbuhan sistem perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis,
misalnya bentuk daun yang lebar pada daun talas menyebabkan laju transpirasi
yang tinggi sehingga menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air.
2.
Kepadatan tumbuhan, dimana jarak yang sempit antar tanaman pada
suatu lahan dapat menyebabkan persaingan terhadap zat-zat makanan hal ini
karena zat hara yang tersedia tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman.
3.
Penyebaran tanaman, dimana untuk menyebarkan tanaman dapat
dilakukan dengan penyebaran biji atau melalui rimpang (akar tunas). Tanaman
yang penyebarannya dengan biji mempunyai kemampuan bersaing yang lebih tinggi
daripada tanaman yang menyebar dengan rimpang.
Pada praktikum
ini dilihat adanya interaksi diantara spsies tanaman jagung itu sendiri
(interaksi intraspesifik) dan interaksi diantara tanaman jagung dan kacang
hijau (interaksi interspesifik). Kompetisi intraspesifik menimbulkan kompetisi
yang sangat besar diantara individu-individu sejenis yang menempati habitat
yang sama, sebab terjadi persaingan dalam memperebutkan zat-zat yang sama,
sementara jumlah zat yang dibutuhkan sangat terbatas. Kompetisi ini dapat
menghambat pertumbuhan individu lainnya.
Selain
memperebutkan zat-zat hara yang sama, factor kepadatan sangat pula menentukan
besar kecilnya tingkat kompetisi diantara organisme anggota populasi. Dimana semakin tinggi tingkat kepadatan populasi maka kompetisi yang
terjadi diantara angoota populasi akan semakin besar pula, begitu pula
sebaliknya.
Dari hasil
pengamatan diketahui bahwa pada tanaman J8 dan K8 memiliki biomassa kering yang
lebih tinggi yaitu 5,4 dan 1,6 dibandingkan dengan tanaman J4, J2, K4 maupun K2. Hal
ini menunjukan bahwa kompetisi yang terjadi pada tanaman J8 dan K8 sangat
besar.
Pada
kompetisi interspesifik yaitu kompetisi antara tanaman jagung dan kacang, tidak
terjadi kompetisi yang begitu besar, sebab zat hara yang dibutuhkan oleh
masing-masing tumbuhan sangat berbeda kadarnya, sehingga tidak ada persaingan
yang begitu ketat didalamnya. Namun, persaingan dalam memperebutkan cahaya
matahari dan tempat hidup sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan
masing-masing tanaman, dimana tanaman yang unggul dalam memperebukan cahaya dan
tempat akan mampu bertahan dan tumbuh dengan baik ditempat itu, begitu pula
sebaliknya.
Dari
hasil pengamatan tampak bahwa tanaman JK2 yang terdiri atas tanaman J21
memiliki biomassa yang lebih besar dari tanaman K21, hal ini disebabkan karena
tanaman jagung lebih unggul dalam memperebutkan cahaya matahari maupun kebutuhan
lainnya sehingga tanaman J21 mampu tumbuh secara lebih baik dari tanaman K21.
Begitupula
tanaman JK4 yang terdiri atas tanaman J41 dan J42 memiliki biomassa yang lebih
besar dari tanaman K42 dan K41. Namun, tanaman J41 dan J42 memiliki biomassa
yang lebih rendah dari tanaman J21, sebab pada tanaman tersebut terjadi
persaingan yang ketat antara sesame tanaman jagung, maupun persaingan dengan
tanaman kacang, selain itu kepadatan spesies pada tanaman JK4 sangan
mempengaruhi besarnya kompetisi diantara spesies tanaman tersebut.
E. Kesimpulan
Kesimpulan dari
praktikum ini yaitu:
1. Pada
tanaman sering terjadi persaingan dalam memperoleh kebutuhan yang sejenis yang
menimbulkan adanya kompetisi, baik kompetisi intraspesifik (diantara tanaman sejenis) maupun interspesifik
(diantara tanaman yang tidak sejenis), dimana kompetisi yang terjadi itu dapat
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman lainnya bahkan dapat menyebabkan
kematin bagi tanaman yang tidak mampu bersaing. .
2. Ada
berbagai factor yang mempengaruhi kompetisi, diantaranya kepadatan, dimana
semakin tinggi tingkat kepadatan populasi maka kompetisi yang terjadi diantara
anggota populasi akan semakin besar pula, begitu pula sebaliknya.
0 komentar:
Posting Komentar