Kamis, 26 April 2012

LAPORAN KOMPETISI



Judul                           : Kompetisi Interspesifik dan Intraspesifik pada Tumbuhan
Tujuan                         : Mengamati Pengaruh Kompetisi Intraspesifik dan 
Interspesifik pada Tanaman Jagung dan Kacang Hijau
Tempat / Tanggal        : Rumah Kaca Laboratorium Pengembangan Unit Biologi / 22
Oktober – 26 November 2011
Nama / Stambuk         : Martini / A1C2 08 031
A.    Kajian Pustaka
Meskipun persebaran geografis pada banyak spesies sebagian besar ditentukan oleh adaptasinya terhadap faktor-faktor lingkungan abiotik, organisme juga dipengaruhi oleh interaksi biotik dengan individu lain yang berada disekitarnya. Koevolusi menjelaskan interaksi yang melibatkan adaptasi evolusioner yang yang timbal balik pada dua spesies. Suatu perubahan dalam satu spesies bertindak sebagai kekuatan selektif pada spesies lain, dan kontra-adaptasi oleh spesies yang kedua, selanjutnya merupakan kekuatan selektif pada individu-individu spesies pertama (Campbell, 2004. Biologi Jilid 3: 364).
Faktor-fator intraspesifik merupakan mekanisme interaksi dari dalam individu organisme yang turut mengendalikan kelimpahan populasi. Pada hakikatnya mekanisme intraspesifik yang di maksud merupakan perubahan biologi yang berlangsung dari waktu ke waktu (Wirakusumah, 2003.Dasar-dasar Ekologi bagi populasi dan Komunitas).
Bila dua spesies bergantung pada sumber tertentu dalam lingkungannya, maka mereka saling bersaing untuk mendapatkan sumber tersebut. Yang paling sering terjadi sumber yang diperebutkan adalah makanan, tetapi dapat pula hal-hal seperti tempat berlindung, sumber air dan tempat yang disinari matahari. Semua persyaratan ekologis suatu spesies merupakan relung ekologi spesies tersebut.tumbuhan juga selalu bersaing dengan tumbuhan lain untuk mendapatkan cahaya matahari, tanah, air dan mineral. Untuk mendapatkannya terdapat banyak adaptasi khusus yang dipakai oleh tumbuhan untuk mengurangi persaingan antarspesies (Kimball, 1999. Biologi Jilid 3: 1038).
B.     Prosedur Kerja
1.      Kompetisi intraspesies
Langkah-langkah yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
a)      Menyiapkan alat dan bahan.
b)      Menggali tanah dan membersihkannya dari segala kotoran dan mengisinya ke dalam polibek, kemudian menyiramnya dengan air hingga agak basah.
c)      Merendam biji kacang hijau dan jagung selama beberapa menit
d)     Menanam kacang hijau dan jagung pada masing-masing polibek secara terpisah, dimana polibek I berisi 2 tanaman, polibek II berisi 4 tanaman dan polibek III berisi 8 tanaman.
e)      Menyiram tanaman pagi dan sore, setiap hari
f)       1 Minggu setelah masa tanam mengukur pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebanyak 3 kali dalam seminggu dimana pengukuran ini  dilakukan selama 5 minggu.
g)      Mencatat dan membuat data hasil pengamatan
2.      Kompetisi interspesies
Langkah-langkah yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
a)      Menyiapkan alat dan bahan
b)      Menggali tanah dan membersihkannya dari segala kotoran dan mengisinya ke dalam polibek, kemudian menyiramnya dengan air hingga agak basah
c)      Merendam biji kacang hijau dan jagung selama beberapa menit
d)     Menanam biji kacang hijau dan jagung dalam polibek yang sama yang dilakukan secara berselang - seling, dimana pada polibek I terdiri atas 1 jagung dan 1 kacang hijau, pada polibek II terdiri atas 2 jagung dan 2 kacang hijau, dan pada polibek III terdiri atas 4 jagung dan 4 kacang hijau.
e)      Menyiram tanaman pagi dan sore, setiap hari
f)       1 Minggu setelah masa tanam mengukur pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebanyak 3 kali dalam seminggu dimana pengukuran ini  dilakukan selama 5 minggu.
g)      Mencatat dan membuat data hasil pengamatan




D.    Pembahasan
Pada kenyataan organisme akan hidup secara berkelompok dan menempati suatu lingkungan tertentu pada waktu yang sama. Hal ini akan menimbulkan interaksi dan kompetisi diantara anggota populasi tersebut. Adanya interaksi diantara anggota populasi sangat mempengaruhi kondisi suatu populasi, karena tindakan suatu organisme dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme lainnya. Interaksi ini menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kelangsungan hidup suatu organisme dalam suatu populasi.
Kompetisi terjadi karena organisme tersebut memiliki kebutuhan yang sama atas suatu zat, namun jumlah zat tersebut terbatas misalnya cahaya matahari, makanan, air karbon dioksida, oksigen, dan unsur hara. Selain faktor yang diperebutkan terdapat pula faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari tanaman tersebut, diantaranya adalah keberadaan hewan penyerbuk, agen dispersal biji, kondisi tanah, kelembaban tanah dan udara serta angin. Kompetisi ini dapat terjadi anatara individu sejenis (kompetisi intraspesifik) maupun dengan individu yang berbeda (kompetisi interspesifik).
Ada berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya interaksi dalam suatu populasi, baik interaksi intraspesifik maupun interspesifik yaitu
1.      Jenis tanaman, dimana faktor ini meliputi sifat biologi tumbuhan sistem perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis, misalnya bentuk daun yang lebar pada daun talas menyebabkan laju transpirasi yang tinggi sehingga menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air.
2.      Kepadatan tumbuhan, dimana jarak yang sempit antar tanaman pada suatu lahan dapat menyebabkan persaingan terhadap zat-zat makanan hal ini karena zat hara yang tersedia tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman.
3.      Penyebaran tanaman, dimana untuk menyebarkan tanaman dapat dilakukan dengan penyebaran biji atau melalui rimpang (akar tunas). Tanaman yang penyebarannya dengan biji mempunyai kemampuan bersaing yang lebih tinggi daripada tanaman yang menyebar dengan rimpang.
Pada praktikum ini dilihat adanya interaksi diantara spsies tanaman jagung itu sendiri (interaksi intraspesifik) dan interaksi diantara tanaman jagung dan kacang hijau (interaksi interspesifik). Kompetisi intraspesifik menimbulkan kompetisi yang sangat besar diantara individu-individu sejenis yang menempati habitat yang sama, sebab terjadi persaingan dalam memperebutkan zat-zat yang sama, sementara jumlah zat yang dibutuhkan sangat terbatas. Kompetisi ini dapat menghambat pertumbuhan individu lainnya.
Selain memperebutkan zat-zat hara yang sama, factor kepadatan sangat pula menentukan besar kecilnya tingkat kompetisi diantara organisme anggota populasi. Dimana semakin tinggi tingkat kepadatan populasi maka kompetisi yang terjadi diantara angoota populasi akan semakin besar pula, begitu pula sebaliknya.
Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada tanaman J8 dan K8 memiliki biomassa kering yang lebih tinggi yaitu 5,4 dan 1,6 dibandingkan dengan tanaman J4, J2, K4 maupun K2. Hal ini menunjukan bahwa kompetisi yang terjadi pada tanaman J8 dan K8 sangat besar.
Pada kompetisi interspesifik yaitu kompetisi antara tanaman jagung dan kacang, tidak terjadi kompetisi yang begitu besar, sebab zat hara yang dibutuhkan oleh masing-masing tumbuhan sangat berbeda kadarnya, sehingga tidak ada persaingan yang begitu ketat didalamnya. Namun, persaingan dalam memperebutkan cahaya matahari dan tempat hidup sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan masing-masing tanaman, dimana tanaman yang unggul dalam memperebukan cahaya dan tempat akan mampu bertahan dan tumbuh dengan baik ditempat itu, begitu pula sebaliknya.
Dari hasil pengamatan tampak bahwa tanaman JK2 yang terdiri atas tanaman J21 memiliki biomassa yang lebih besar dari tanaman K21, hal ini disebabkan karena tanaman jagung lebih unggul dalam memperebutkan cahaya matahari maupun kebutuhan lainnya sehingga tanaman J21 mampu tumbuh secara lebih baik dari tanaman K21.
Begitupula tanaman JK4 yang terdiri atas tanaman J41 dan J42 memiliki biomassa yang lebih besar dari tanaman K42 dan K41. Namun, tanaman J41 dan J42 memiliki biomassa yang lebih rendah dari tanaman J21, sebab pada tanaman tersebut terjadi persaingan yang ketat antara sesame tanaman jagung, maupun persaingan dengan tanaman kacang, selain itu kepadatan spesies pada tanaman JK4 sangan mempengaruhi besarnya kompetisi diantara spesies tanaman tersebut.
E.     Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini yaitu:
1.      Pada tanaman sering terjadi persaingan dalam memperoleh kebutuhan yang sejenis yang menimbulkan adanya kompetisi, baik kompetisi intraspesifik  (diantara tanaman sejenis) maupun interspesifik (diantara tanaman yang tidak sejenis), dimana kompetisi yang terjadi itu dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman lainnya bahkan dapat menyebabkan kematin bagi tanaman yang tidak mampu bersaing. .
2.      Ada berbagai factor yang mempengaruhi kompetisi, diantaranya kepadatan, dimana semakin tinggi tingkat kepadatan populasi maka kompetisi yang terjadi diantara anggota populasi akan semakin besar pula, begitu pula sebaliknya.


0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates