Judul : Suksesi
Tujuan : Untuk Mengetahui Proses
suksesi Alami dari Lahan
Garapan
dan Lokasi yang Mengalami Pengurasan
Tempat / Tanggal : Samping Gudang Suzuki Andonohu/ 13
November 2011
A.
Kajian
Pustaka
Proses perubahan
dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah secara teratur disebut
suksesi. Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam
komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau
ekosistem yang disebut klimaks. Dikatakan bahwa dalam tingkat klimaks ini
komunitas telah mencapai homeostatis. Ini dapat diartikan bahwa komunitas sudah
dapat mempertahankan kestabilan internalnya sebagai akibat dari tanggap
(respon) yang terkoordinasi dari komponen-komponennya terhadap setiap kondisi
atau rangsangan yang cenderung mengganggu kondisi atau fungsi normal komunitas.
Jadi bila suatu komunitas telah mencapai klimaks, perubahan yang searah tidak
terjadi lagi (Resosoedarmo, 1990.
Pengantar Ekologi: 69-74 ).
Perubahan
komposisi dan struktur komunitas adalah yang paling jelas terlihat setelah
beberapa gangguan, yang menyebabkan hilangnya vegetasi yang ada. Daerah yang
terganggu itu bisa dikolonisasi oleh berbagai varietas spesies, yang secara
perlahan-lahan digantikan oleh suatu suksesi spesies lain. Peralihan seperti
itu dalam komposisi spesies selama waktu ekologis menunjukan suatu proses yang
disebut suksesi. Proses itu disebut suksesi primer, jika dimulai di suatu
daerah yang hampir tidak memiliki kehidupan, dimana tanah masih belum
terbentuk. Suksesi sekunder terjadi dimana suatu komunitas yang ada saat itu
telah hilang oleh beberapa gangguan, yang hanya meningalkan tanah yang tetap utuh
(Campbell, 2004. Biologi Jilid 3: 379).
Proses suksesi
tumbuhan dimulai segera setelah terbentuknya area daratan yang mampu menunjang
tumbuhan yang dibentuk. Kecenderungan untuk semua suksesi tumbuhan berakhir
dalam komunitas klimaks yang disebut konvergensi. Pada umumnya, proses suksesi
tumbuhan merupakan refleksi dari efisiensi komunitas yang meningkat terhadap
energi matahari yang ditangkap dan mengubahnya menjadi energi kimia (Kimball,
1999. Biologi Jilid 3: 974).
B.
Prosedur
Kerja
Langkah-langkah
yang dilakukan pada praktikum ini yaitu:
1. Memilih
lokasi pengamatan yang dianggap telah mengalami proses suksesi
2. Menyiapkan
alat dan bahan
3. Mengambil
tumbuhan yang ada dilokasi itu melalui metode penjelajahan
4. Mengidentifikasi
dan mengklasifikasikan jenis tumbuhan yang diperoleh
5. Membuat
data hasil pengamatan
C.
Data
dan Pengolahan Data
1. Data
Hasil Pengamatan
1) Alang-alang
(Imperata cylindrica L. Raenschel)
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledonae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : Imperata cylindrica L.
Raenschel
2) Komba-komba
(Eupatorium inulifolium H.B.K)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledonae
Ordo :
Asterales
Familia :
Compositae
Genus :
Eupatorium
Spesies : Eupatorium inulifolium H.B.K
3) Rumput
Papaitan (Axonopus compressus P.B.)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Monocotyledonae
Ordo :
Glumiflorae
Familia :
Graminiae
Genus :
Axonopus
Spesies : Axonopus compressus P.B.
4)
Putri malu (Mimosa pudica Duchass.
& Walp)
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Mimosa pudica Duchass.
& Walp
5) Meniran
(Phyllanthus niruri L.)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledonae
Ordo :
Euphorbiales
Familia :
Euphorbiaceae
Genus :
Phyllanthus
Spesies : Phyllanthus niruri L.
6) Kirinyuh
(Eupatorium inulifolium Kunth.)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledonae
Ordo :
Asterales
Familia :
Asteraceae
Genus :
Eupatorium
Spesies : Eupatorium inulifolium Kunth.
7) Beluntas
(Pluchea indica Less.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo :
Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Pluchea
Species : Pluchea indica Less.
8)
Sawi Langit (Vernonia cinerea (L.) Less.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophytha
Classis : Monocotyledoneae
Ordo :
Asterales
Familia : Compositae (Asteraceae)
Genus : Vernonia
Species : Vernonia cinerea (L.) Less.
9) Pecut Kuda (Stachytarpheta
jamaicensis [L.] Vahl.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo :
Solanales
Familia :Verbenaceae
Genus : Stachytarpheta
Species : Stachytarpheta jamaicensis [L.]
10) Wenggo mewulu (Suku Tolaki) Ipomoea purpurea
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Tubiflorales
Familia :Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Species :
Ipomoea purpurea
11) Teki Rawa (Cyperus Javanicus)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Cyperales
Familia : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Species :
Cyperus javanicus
12) Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia :Asteraceae
Genus : Eclipta
Species : Eclipta alba Hassk.
13) Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraccae
Genus : Sonchus
Species : Sonchus arvensis L.
14)
Rumput
gajah (Pennisetum
purpurium Schumacher)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Pennisetum
Species : Pennisetum purpurium
Schumacher
15) Kersen (Muntingia calabura L.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Malvales
Familia : Elaeocarpaceae
Genus : Muntingia
Species : Muntingia calabura L.
16) Jambu biji (Psidium guajava, Linn)
Regnum :
Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis :
Dicotyledonae
Ordo : Myrtales
Familia :Myrtaceae
Genus : Psidium
Species : Psidium
guajava, Linn
17) Johar (Cassia siamea Lamk)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo :
Rosales
Familia :Caesalpiniceae
Genus : Cassia
Species : Cassia siamea Lamk.
18) Waru (Hibiscus macrophyllus Roxb. ex Hornem)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Species : Hibiscus macrophyllus Roxb. ex Hornem
19) Pulutan (Urena lobata Linn.)
Regnum :
Plantarum
Divicio :
Spermatophyta
Classis :
Monocotyledoneae
Ordo : Malvales
Familia :
Malvaceae
Genus : Urena
Species :
Urena lobata Linn.
20) Babadotan (Ageratum conyzoides L).
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides L
Divicio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides L
21) Longkida (Nauclea orientalis L.)
Kingdom : Plantarum
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo :
Famili :
Genus : Nauclea
Spesies : Nauclea orientalis L.
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo :
Famili :
Genus : Nauclea
Spesies : Nauclea orientalis L.
22) Semanggi
Regnum :
Plantae
Divicio :
Pterydophyta
Classis :
Pteridopsida
Ordo :
Salviniales
Familia :
Marsileaceae
Genus :
Marsilea
Species : Marsilea crenata Presl
23) Paku
Harupat
Regnum :
Plantae
Divicio :
Pteridophyta
Classis :
Pteridopsida
Ordo :
Polypodiales
Familia :
Dryoteridaceae
Genus : Neprolephis
Species : Neprolephis bisserata
(Sw) Scott
24) Ubi
Jalar
Regnum :
Plantae
Divicio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledoneae
Ordo :
Solanales
Familia :
Convulvolaceae
Genus :
Ipomea
Species : Ipomea batatas L.
25) Lamtoro
Regnum :
Plantae
Divicio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledoneae
Ordo :
Fabales
Familia :
Fabaceae
Genus :
Leucaena
Species : Leucaena leucocphala (Lamk) de wit
26) Paku
Tanah
Regnum :
Plantae
Divicio :
Pteridophyta
Classis : Polipodiopsida
Ordo :
Pteriales
Familia :
Pteridaceae
Genus :
Pteris
Species : Pteris sp.
27) Jati (Tectona grandis L.f.)
Regnum :Plantarum
Divicio :Magnoliophyta
Classis :Magnoliopsida
Ordo Lamiales
Familia Lamiaceae
Genus Tectona
Species : Tectona grandis L.f
Divicio :Magnoliophyta
Classis :Magnoliopsida
Ordo Lamiales
Familia Lamiaceae
Genus Tectona
Species : Tectona grandis L.f
28) Gamal
(Gliricidia maculata L.)
Regnum :
Plantae
Divicio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Familia : Gliricidiacedae
Genus : Gliricidia
Species : Gliricidia maculata L.
Divicio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Familia : Gliricidiacedae
Genus : Gliricidia
Species : Gliricidia maculata L.
29) Paku
Kinca (Nephrolepis sp.)
Regnum :
Plantae
Divicio : Pteridophyta
Classis : Pteridopsida
Ordo : Polypodiales
Familia : Polypodiaceae
Genus : Nephrolepis
Spesies : Nephrolepis sp.
Divicio : Pteridophyta
Classis : Pteridopsida
Ordo : Polypodiales
Familia : Polypodiaceae
Genus : Nephrolepis
Spesies : Nephrolepis sp.
30) Rumput
pahitan (Paspalum
conjugatum)
Regnum : Plantae
Divicio : Spermatophyta
Classis :
Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Paspalum
Species : Paspalum conjugatum
31) Kembang telekan (Lantana camara)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Familia : Verbenaceae
Genus : Lantana
Species : Lantana
Camara
32) Meniran
(Phyllanthus niruri L.)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Dicotyledonae
Ordo :
Euphorbiales
Familia :
Euphorbiaceae
Genus :
Phyllanthus
Spesies : Phyllanthus niruri L.
33) Baru cina (Artemisia vulgaris Linn.)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Artemisia
Species : Artemisia vulgaris Linn.
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Artemisia
Species : Artemisia vulgaris Linn.
34) Brotowali (Tinospora rumphii)
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Ranunculales
Familia : Menispermaceae
Genus : Tinospora
Species : Tinospora rumphii
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Ranunculales
Familia : Menispermaceae
Genus : Tinospora
Species : Tinospora rumphii
35) Petikan kebo (Euphorbia hirta L. )
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Species : Euphorbia hirta L.
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Species : Euphorbia hirta L.
36) Rumput Jarum (Andropogon aciculatus)
Kingdom : Plantae
Divicio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Andropogon
Spesies :
Andropogon aciculatus
D.
Pembahasan
Komposisi
spesies dalam komunitas akan bervariasi sepanjang waktu dimana di beberapa
tempat kelimpahan spesiesnya menurun, sedangkan yang lain meningkat. Beberapa gangguan
mungkin hanya merupakan fluktuasi lokal yang kecil sifatnya, sehingga tidak
memberikan arti yang penting. Gangguan yang lainya mungkin sangat besar /kuat
sehingga mempengaruhi sistem secara keseluruhan, yang dapat menimbulkan perubahan
pada komunitas awal.
Proses perubahan dalam komunitas yang
berlangsung menuju ke satu arah secara teratur disebut suksesi. Suksesi terjadi sebagai akibat dari
modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses perubahan
ini akan membentuk suatu komunitas baru yang akan mengganti komunitas lama yang
telah rusak karena adanya gangguan tadi. Proses suksesi tumbuhan dimulai segera
setelah terbentuknya area daratan yang mampu menunjang tumbuhan yang dibentuk.
Kecenderungan untuk semua suksesi tumbuhan berakhir dalam komunitas klimaks yang
disebut konvergensi.
Dikatakan bahwa
dalam tingkat klimaks ini komunitas telah mencapai homeostatis. Ini dapat
diartikan bahwa komunitas sudah dapat mempertahankan kestabilan internalnya
sebagai akibat dari tanggap (respon) yang terkoordinasi dari komponen-komponennya
terhadap setiap kondisi atau rangsangan yang cenderung mengganggu kondisi atau
fungsi normal komunitas.
Suksesi
merupakan proses yang menyeluruh dan kompleks dengan adanya permulaan,
perkembangan dan akhirnya mencapai kestabilan pada fase klimaks. Klimaks
merupakan fase kematangan yang final, stabil memelihara diri dan berproduksi
sendiri dari suatu perkembangan vegetasi dalam suatu iklim.
Ada dua jenis
suksesi di alam yaitu suksesi primer terjadi ketika komunitas awal terganggu
dan mengakibatkan hilangnya komunitas awal tersebut secara total sehingga di
tempat komunitas asal tersebut akan terbentuk substrat dan habitat baru, serta suksesi sekunder apabila dalam suatu
ekosistem alami mengalami gangguan, baik secara alami ataupun buatan (karena
manusia), dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme
yang ada sehingga dalam ekosistem tersebut substrat lama dan kehidupan lama
masih ada.
Pada tempat
praktikum kali ini merupakan contoh suksesi sekunder, dimana adanya campur tangan
manusia yang menyebabkan adanya kerusakan komunitas awal, karena proses
penimbunan. Penimbunan ini tidak menimbulkan kerusakan secara total pada
komunitas awal di tempat itu, sehingga msih dapat ditemukan adanya jenis
tumbuhan lama pada tempat itu seperti alang-alang (Imperata cylindrica), yang kembali tumbuh dan hidup pada komunitas
yang baru terbentuk pada tempat semula. Namun, ditemukan juga adanya berbagai
jenis tumbuhan baru misalnya rumpu-rumputan, gulma dan paku-pakuan.
Munculnya berbagai jenis tumbuhan baru pada
komunitas ini disebabkan oleh adanya jenis bibit tumbuhan yang sedang dalam
masa dorman terdapat pada tanah yang digunakan untuk menimbun komunitas awal,
sehingga lama-kelamaan biji tumbuhan itu akan tumbuh dan memenuhi komunitas
baru.
Faktor yang mempengaruhi
proses suksesi, yaitu: luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan,
jenis-jenis tumbuhan di sekitar ekosistem yang terganggu,
kecepatan pemencaran biji atau benih dalam ekosistem tersebut,
iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa biji, spora. dan benih lain serta curah hujan yang sangat berpengaruh dalam proses perkecambahan, serta jenis substrat baru yang terbentuk. Dapat pula disebabkan oleh faktor penyebaran bibit tanaman dengan bantuan angin sehingga dapat tumbuh di tempat itu.
kecepatan pemencaran biji atau benih dalam ekosistem tersebut,
iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa biji, spora. dan benih lain serta curah hujan yang sangat berpengaruh dalam proses perkecambahan, serta jenis substrat baru yang terbentuk. Dapat pula disebabkan oleh faktor penyebaran bibit tanaman dengan bantuan angin sehingga dapat tumbuh di tempat itu.
Selain faktor
tadi, masih ada berbagai faktor lain yang turut menentukan rentan suksesi
misalnya kompetisi Kompetisi antar spesies tunggal untuk mendapatkan sumber
daya yang tersedia sangat menentukan jenis spesies baru yang menghuni komunitas
baru. Pada tempat pengamatan ini lebih banyak ditemukan alang-alang (Imperata cylindrica) yang memiliki daya
kompetisi tinggi dibanding spesies lainnya. Sehingga alang-alang membentuk
koloni yang baik dan banyak karena memiliki fekunditas yang tinggi dan daya
penyebaran yang sangat baik.
Namun ada pula
berbagai jenis tumbuhan lainnya yang ditemukan, misal jenis tumbuhan seperti
gulma tidak dijumpai dalam jumlah yang banyak, sebab lingkungan itu tidak
terlalu mendukung untuk menyediakan zat-zat yang dibutuhkan untuk kehidupan
tumbuhan ini secara sempurna.
E.
Kesimpulan
Kesimpulan dari
praktikum ini yaitu
1. Proses
suksesi menyebabkan terbentuknya komunitas baru yang mencapai tingkatan klimaks
yang menandakan adanya homeostasis dalam komunitas yang baru terbentuk itu.
2. Suksesi
primer apabila kerusakan secara total terjadi pada suatu vegetasi awal,
sehingga pada tempat itu akan terbentuk suatu vegetasi baru yang berbeda dari
vegetasi awal.
3. Suksesi
sekunder terjadi apabila ekosistem alami
mengalami gangguan, yang tidak merusak secara total tempat tumbuh organisme
yang ada sehingga dalam ekosistem tersebut substrat lama dan kehidupan lama
masih ada.
0 komentar:
Posting Komentar